Tanya Jawab Lainnya..
- Ketika Istri tidak taat dan selingkuh
- Berbakti kepada orang tua
- Manajemen Rumah Tangga
- Orang tua yang berbeda agama
- Ibu Kandung dan Calon Istri
- Ketika seorang istri dalam kondisi terberat..
- Zakat, Infaq dan sedekah
- Berbakti kepada ibu dan kewajiban kepada istri
- Orang tua dan rumah tangga
- Suami dan Ibu Kandung..?
- Maryam Selibat...?
- Melupakan Seseorang
Berbakti kepada orang tua
Assalamualaikum wr wb
Saya mau tanya dosa ga sih klo anak ga bs bantuin org tuanya? krn penghasilannya pas2an..di satu sisi kasian ngeliat org tuanya susah, disisi lain dia juga susah hidupnya pas2an..susah karena udh ga punya penghasilan + harta lg dan ga tau mau minta tlg siapa lagi u/ bantu dia ngeringanin sedikit bebannya u/ ngelunasin hutangnya ke org lain u/ biaya anak2nya dulu. disatu sisi klo anaknya ga bantuin..dia ntr di cap durhaka lagi perhitungan sm org tua pdhl dulu org tua bela2in cari sana sini u/ ank2nya..disisi lain anknya juga sudah menikah dan butuh buat hidup..jadi hrsnya gmn?
Mohon solusinya, terima kasih
walaikumsalam wr wb.
Wa’alaikum salam,
Semoga Allah memberik kemudahan dan kesabaran pada sahabat,
Berbakti pada orang tua disebutkan dalam Al Quran sebagaimana ayat berikut ; 2:83, 4:36, 6:151, 12:99, 12:100, 17:23, 17:24, 19:14, 29:8, 31:14, 46:15
2 : 83. “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling”.
4 : 36. “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”,
6 : 151. “Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar." Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya), ”.
12 : 99-100. “Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf: Yusuf merangkul ibu bapanya dan dia berkata: "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman. Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf….”
17 : 23-24 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.".
19: 14. “(Yahya) dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka”.
29: 8. “Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.
31 : 14. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”.
46 : 15. “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."
Dari ayat-ayat tersebut diatas, kewajiban seorang anak kepada orang tua adalah :
1. Berbuat baiklah kepada orang tua dengan perlakuan yang terbaik, hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW ;
Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?" Nabi Saw menjawab, "ibumu...ibumu...ibumu, kemudian ayahmu dan kemudian yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu." (Mutafaq'alaih).
Keutamaan berbuat baik kepada orang tua juga melebihi jihad di jalan Allah, hal ini sebagaimana sabda Rasululla SAW ;
Seorang datang kepada Nabi Saw. Dia mengemukakan hasratnya untuk ikut berjihad. Nabi Saw bertanya kepadanya, "Apakah kamu masih mempunyai kedua orangg tua?" Orang itu menjawab, "Masih." Lalu Nabi Saw bersabda, "Untuk kepentingan mereka lah (mengurus orang tua) kamu berjihad." (Mutafaq'alaih)
2. Berbuat baiklah kepada orang tua yang disandingkan dengan dosa menyekutukan Allah, sehingga ulama mengatakan bahwa dosa terbesar setelah musyrik adalah durhaka kepada orang tua.
3. Muliakanlah orang tua sebagaimana Nabi Yusuf AS memuliakan orang tuanya, jika sang anak mampu atau memiliki jabatan seperti Nabi Yusuf AS
4. Dilarang berkata yang tidak baik, atau menyinggung perasaan mereka, do’akanlah mereka dengan do’a yang dianjurkan dalam surat 17 : 23-24. Tentunya, selain do’a kepada orang tua kita harus menyayangi mereka seperti mereka menyayangi kita pada waktu kecil. Menyayangi disini adalah termasuk membantunya dalam urusan nafkah sebagaimana mereka memberikan nafkah kepada kita pada waktu kita belum mampu, dan pada saat mereka tidak mampu maka sang anak harus diwajibkan membalas kebaikan mereka.
5. Jangan sombong dihadapan mereka walaupun derajat sang anak dimata masyarakat lebih mulia atau mereka lebih kaya dari orang tua mereka. Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda ; “Jangan mengabaikan (membenci dan menjauhi) orang tuamu. Barangsiapa mengabaikan orang tuanya maka dia kafir”. (HR. Muslim) dan dalam hadits lain dikatakan ;
Barangsiapa berhaji untuk kedua orang tuanya atau melunasi hutang-hutangnya maka dia akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dari golongan orang-orang yang mengamalkan kebajikan. (HR. Ath-Thabrani dan Ad-Daar Quthni).
Rasulullah Saw ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau lalu menjawab, "Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu." (HR. Ibnu Majah)
6. Ta’atilah mereka selama mereka memerintahkan kebaikan. Dan jangan ta’ati mereka jika mereka menyuruh untuk menyekutukan Allah.
Itulah sebagian dari perintah dalam Al Quran dan hadits tentang berbuat baik dan keutamaan orang tua. Dalam ujian yang sedang sahabat hadapi, maka berusalah untuk berbuat baik kepada mereka dengan sebisa mungkin mengatur penghasilan yang didapat untuk mereka. Lalu, mohon do’a kepada mereka agar Allah memberikan kecukupan dan kelapan rezeki buat sahabat.
Sebagai pelajaran, banyak sekali kejadian yang menimpa sahabat kita yang lain, tentang akibat dari kedurhakaan dan ketidak pedulian mereka terhadap orang tua yang menyebabkan mereka mendapatkan kesulitan hidup di dunia. Kesulitan itu seperti banyak hutang, usaha yang tidak maju-maju, atau sangat sulit dalam mencari nafkah dan lain sebagainya..
Menurut kami, solusinya adalah,
1. Minta maaflah kepada orang tua, karena belum sanggup membahagiakan mereka dan juga belum sanggup untuk membantu mereka
2. Berilah sesuai dengan kemampuan kepada mereka dari rezeki yang ada, Insya Allah Allah akan mengganti setiap pemberian itu dengan hal yang lebih baik
3. Selalulah memohon do’a dari mereka untuk setiap usaha yang henda dilakukan
4. Memohonlah kepada Allah dengan shalat malam agar Allah memberikan kelapangan rezeki untuk sahabat dan keluarga..
Mudah-mudahan tips ini akan menjadi solusi untuk sahabat.
Semoga Allah memberikan kekuatan, kesabaran dan pertolongan-Nya pada kita semua. Aamin
Salam,
dRisalah
Video dari kami
| Timbangan Lihat selengkapnya |
Amal Manusia Lihat selengkapnya |
Ucapan dan tindakan Lihat selengkapnya |
| Perjalanan Manusia Lihat selengkapnya |
Kemah di padang pasir |
Raja dan Ulama Lihat selengkapnya |


