"Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan"
(Bukhari, muslim, ahmad, abu daud, ibnu majah, tirmidzi)

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam kenal,

Saya sudah bekerja selama 3 th sebelum  menikah, saya selalu berusaha untuk memberikan semua yang saya miliki untuk membantu ortu, bahkan hampir seluruh hasil kerja selama itu saya berikan. Masalah mulai muncul ketika saya sudah menikah, tentu setelah saya menikah ada tanggungan yang harus saya pikul untuk membangun pondasi rumah tangga kami, apalagi sekarang saya sudah pindah kerja ke jakarta, jd lebih besar pengeluaran yang harus saya keluarkan.
Kami juga sudah menyisihkan sebagian pendapatan saya untuk kami kirim ke ortu saya, akan tetapi semua itu selalu dianggap kurang oleh ortu saya dan akhirnya ortu saya mulai membicarakan hal yang buruk tentang istri saya ke tetangga2 dan ke saudara2 yang tentunya hal itu tidak benar.

Istri saya pada awalnya bisa bersabar tapi akhir2 ini omongan ortu semakin parah sehingga istri saya sudah tidak kuat dan minta cerai saja agar saya bisa membantu lagi ortu saya seperti sedia kala.

Mohon masukkannya bagaimana cara untuk menghadapi masalh ini, saya sampai tidak mengerti kenapa ortu saya tidak mau mengerti kondisi anak2nya (hal ini jg terjadi kepada kedua kakak saya) yang baru membangun pondasi rumah tangganya sendiri.

Apakah sikap ortu seperti itu diperbolehkan dalam islam, bagaimana hukum islam memandangnya?

Terima kasih sebelumnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

Wa’alaikum salam,

Semoga Allah memberikan kesabaran pada sahabat.

Dalam islam, kehidupan manusia ada yang di atur secara umum, dan ada pula yang di atur secara khusus untuk beberapa hal tertentu. Hal yang umum, seperti shalat, ia diserukan kepada orang yang beriman. Baik ia adalah seorang anak, orang tua, istri, suami, pemimpin, dan lain-lain semua Alloh perintahkan untuk mendirikan shalat, dan apabila ia melalaikan atau meninggalkannya, maka Allah akan memberikan balasan atas perbuatannya.

Beberapa hal umum yang dilarang dalam islam, baik ia dalam kedudukannya sebagai anak maupun orang tua, saudara sesama muslim, adalah :

1. Mencintai dunia secara berlebihan

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Abu Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah hingga sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Hati orang tua akan tetap muda dalam dua perkara, yaitu; dalam hal mencintai hidup dan harta benda." (HR : Muslim)

 

2. Tidak bersyukur atas apa yang telah Allah berikan pada dirinya

"Sesungguhnya orang yang aku paling merasa iri kepadanya adalah orang mukmin yang miskin, gemar mendirikan shalat, beribadah kepada Rabbnya dengan baik, tidak dikenal orang, selalu merasa cukup dengan rizki (yang telah di berikan), selalu bersabar, kematiannya dipercepat, warisannya sedikit dan tidak banyak orang yang menangisi saat kematiannya.  (HR : Ibnu Majah)

 

3. Melakukan ghibah (membicarakan orang lain / fitnah terhadap hal yang tidak dilakukan) .

Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, bahwa beliau bersabda: "Tahukah kalian apa itu ghibah?" Para sahabat berkata; "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Beliau berkata: "Kamu menyebutkan sesuatu (perbuatan) yang sebenarnya tidak ada padanya." Seseorang bertanya; "Lalu bagaimana jika yang aku sebutkan itu benar adanya? Beliau menjawab: "Jika yang kamu sebutkan itu benar adanya maka berarti kamu telah mengghibahnya, dan jika yang kamu sebutkan itu tidak ada padanya maka berarti kamu telah berbohong atasnya." (HR : Ahmad) :

 

4. Membukakan aib sesama muslim

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah bersaudara. Ia tidak boleh berbuat zhalim dan aniaya kepada saudaranya yang muslim. Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barang siapa membebaskan seorang muslim dari suatu kesulitan, maka Allah akan membebaskannya dari kesulitan pada hari kiamat. Dan barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat kelak." (HR : Muslim)

Apabila hal diatas dilakukan oleh seseorang tentunya hal ini tidak lain hanya akan merugikan dirinya sendiri, dan yang lebih buruk lagi, ia akan berdampak pada orang lain. Salah satu dampaknya adalah, ketika istri sahabat meminta cerai, karena hal ini dilakukan oleh orang tua sahabat.

Allah tidak pernah memberikan ujian di luar kemampuan seseorang. Ujian yang Allah berikan kepada sahabat, adalah ujian yang sesungguhnya sahabat mampu menempuhnya dengan baik.

Jika kita cermati bersama, hal yang sedang di alami oleh sahabat saat ini disebabkan karena, kurangnya informasi / pengetahuan tentang hal-hal umum diatas. Sehingga dalam kehidupan, apabila hal tersebut dilakukan oleh seseorang (dalam kasus ini adalah orang tua sahabat), tentunya akan menimbulkan berbagai persoalan.

Saran kami, cobalah untuk mencari upaya agar orang tua sahabat bisa lebih dekat kepada Allah. Maksud kami ‘lebih dekat’, tidak hanya dalam masalah melaksanakan ibadah saja yang bersifat ritual, tetapi juga lebih memahami makna Islam sebagai jalan kehidupan. Hal ini dapat dilakukan dengan dengan banyak membaca hal yang berkaitan dengan akhlaq, atau mendatangi pengajian (majelis ta’lim), mengikuti pelatihan spiritual (berbasis Al Quran dan Sunnah), dan lain sebagainya.

Jika hal ini masih terasa sulit untuk dilakukan, mintalah bantuan pada saudara yang di hormati oleh orang tua sahabat, yang dapat mendorong orang tua sahabat untuk mau memahami agama. Atau, buatlah satu acara ta’lim keluarga (pada saat kumpul keluarga misalnya) dengan mendatangkan seorang ustadz yang secara bertahap dapat membantu memberikan pemahaman pada orang tua sahabat.

Tentunya, hal diatas tidak saja khusus bagi orang tua sahabat, tetapi juga bagi istri sahabat. Sehingga kesabaran yang lebih mantap bisa di dapatkan oleh istri sahabat dalam bersama-sama menempuh indahnya kehidupan berumah tangga. Memang hal ini tidaklah mudah, tetapi jika kita semua memohon pertolongan kepada Allah, maka tidak akan ada hal yang sulit yang tidak bisa di hadapi.

Singkatnya, upayakanlah agar semua anggota keluarga sahabat dapat lebih dekat kepada Allah, dengan cara yang tentunya sahabat lebih mengetahuinya.

Akhir kata, tidak ada ujian kecuali akan ada pada akhirnya Allah berikan kemuliaan, salah satu cara Allah agar hamba-Nya mendekat kepada-Nya adalah dengan diberikannya ujian. Mudah-mudahan apa yang sedang di hadapi oleh keluarga sahabat dapat dijadikan sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Tidak ada kebaikan selain datangnya dari Allah, segala kekhilafan datangnya dari kami, mohon di maafkan. Wallahu’alam.

Video Jalan Inspirasi..