Komentar
Suka Situs Ini...?
www.radiorisalah.com






![]() | Hari ini : | 515 |
![]() | Kemarin : | 567 |
![]() | Minggu ini : | 2048 |
![]() | Minggu Lalu : | 3932 |
![]() | Bulan ini : | 3772 |
![]() | Bulan Lalu | 16945 |
![]() | Semua : | 227671 |
IP Anda : 38.107.179.238
,
Today: Feb 07, 2012
Artikel dibaca
Pengunjung dari..
German
- Über den Glauben
- Ist die Religion eine exakte Wissenschaft wie Mathematik ...?
- Produktivität im Islam
- Das Geheimnis und das Rezept der Schönheit von Audrey Hepburn
- Ist es erlaubt in verschiedenen Religionen zuheiraten…?
- ber die Interpretierung (Tafsir)
- Ratschläge für Frauen von Rasulullah SAW
- Herz, Absicht (Niat )& Standfestigkeit (istiqomah)
- Die Frau, die eine Scheidung fordert...?
- Führer im Islam
Yes, I am… wanna to be happy, always…!
“Kebahagiaan tidak dicapai dengan jerih payah; kebahagiaan diperoleh dengan mengurangi keinginan.”
Perilaku kita akan memperlihatkan, bahwa kita bahagia. Jika dalam pandangan kita tidak ada bedanya, hidup dan mati, penjara dan istana, miskin dan kaya, racun dan madu. (Socrates)
Pursuit to happiness… kebahagiaan dapat kita kejar. Terserah pada pilihan kita, kita dapat memilih untuk bahagia atau menderita. Baudelaire, penyair Perancis;, votre chose, a votre guise.
“Kebahagiaan bukan terletak pada uang semata; kebahagiaan terletak pada kegembiraan pencapaian, pada getaran upaya kreatif. Happiness is not in the more possession of money; it lies in the joy of achievement, in thrill of creative effort.” (Franklin D Roosevelt)
Itu hanya sebagian kecil dari banyaknya persepsi arti kata dan pencarian makna ‘kebahagiaan’ (yang saya sukai). Begitu banyak yang ditemukan, disajikan… yang kemudian untuk dapat dipilih, untuk dapat disetujui, kemudian diikuti. Rasa itu, bagaimana mendapatkannya, ketika mendapatkannya dan berbagai efek yang terjadi ketika mengalaminya…
Walaupun sangat diyakini pula, akan sangat berbeda ‘kebahagiaan’ yang dicari dan yang ingin dicapai oleh seseorang. Berbeda, dalam memahami…
Ada yang berbahagia ketika ia bisa mempunyai uang berlimpah dengan istilah ‘tidak berserinya’ itu, menempati rumah mewah, memakai pakaian branded, mengendari mobil merk ternama keluaran terbaru, limited edition, yang didapat dengan perjuangan setelah inden berbulan-bulan… Ada yang berbahagia ketika ia dapat menyelesaikan pendidikannya ke jenjang yang tertinggi, S1, S2, S3 dan seterusnya… Ada yang berbahagia, ketika ia bisa bekerja di tempat yang sesuai dengan bidang keilmuannya… Ada yang berbahagia ketika bisa pergi ke tanah suci, berulang kali… Ada yang berbahagia ketika bisa menjadi seorang relawan, tanpa imbalan… Dan banyak lagi arti kebahagian yang dirasakan oleh setiap orang...
Hati saya terusik… apa yang membuat saya bahagia? Banyak… bisakah saya bilang banyak? Karena memang ada banyak hal sebenarnya yang bisa membuat saya tersenyum atau menangis karena bahagia. Tapi, yang membuat saya gelisah adalah ketika perasaan bahagia itu cepat berlalu dan berganti dengan rasa yang sebaliknya.
Saya menginginkan… rasa bahagia itu menetap dan bertahan dalam waktu yang lebih lama… bisakah?
Saya bukannya ingin menolak rasa sedih, pedih, kecewa dan berbagai perasaan sejenisnya itu… Justru, karena saya ingin bisa menerima keadaan sebaliknya itu, sama sukacitanya, ketika saya menerima kebahagiaan… bisakah?
Dan sahabat saya ini pun kembali menjawab… seharusnya bisa!
Setahu saya, sahabat saya ini nyaris ‘flat’ untuk berbagai keadaan… Ketika senang, marah, kecewa, sakit, selalu terlihat dalam ekspresi yang sama… Bagaimana bisa? Ya, bisa… karena dia pula yang mengajarkan ‘hakikat hidup berpasangan’ kepada saya… Siang-malam, sakit-sehat, susah-senang, dan seterusnya…
Saya tidak akan menuliskan, ayat dari Al Quran dan Hadits yang dia kirimkan untuk membangkitkan semangat saya, untuk bisa membuat saya merasa bahagia lagi… Saya hanya ingin menceritakan pengalaman saya ketika bersamanya…
Dia, selalu ‘memberi’… Dia, tidak merasa berat untuk mentransfer ilmu yang telah dia pelajari selama bertahun-tahun kepada siapa pun, termasuk saya. Dia, selalu berempati, ketika saya sedang dalam kesusahan. Dia, bersyukur ketika saya berbahagia. Dia, memberi perhatian untuk hal-hal yang kecil. Dia, sangat ringan untuk membagi ridzkinya kepada saya. Dan saya dapat merasakan, selalu ada doa darinya untuk saya… Dan saya, tidak pernah meminta semua itu darinya… Saya, hanya dapat merasakan keikhlasannya. Dia, hanya ingin ‘memberi’…
Mengapa ‘memberi’ begitu penting ikatannya dengan kebahagiaan… Saya hanya meyakini apa yang Rasul katakan… “Barang siapa membahagiakan seorang mukmin, ia telah membahagiakan aku. Barang siapa membahagiakan aku, ia telah membahagiakan Allah.”
Dan ketika Nabi ditanya tentang amal yang paling utama, beliau berkata : “Engkau masukkan rasa bahagia pada hati seorang mukmin. Engkau lepaskan kesulitannya. Engkau hibur hatinya. Engkau tunaikan utang-utangnya.”
Pada akhirnya, ia akan mendengarkan keputusan : “Adkhiluhul Jannah… masukkan ia ke surga, karena dahulu di dunia, setiap kali kamu memasukkan rasa bahagia pada sesama manusia, Allah menciptakan makhluk sepertiku, untuk memberikan kepada kamu kebahagiaan pada hari ini.”
Atau dengan penemuan psikologi yang paling konsisten; “Ketika kita bahagia—kita pun lebih suka untuk membantu orang lain. Feel good, do good phenomenon. Happiness doesn’t feel good, it does good.” (Salovey, 1990)
Belakangan para peneliti psikologi menunjukkan bahwa dalam keadaan bahagia orang-orang menjadi lebih penyayang, lebih senang membantu, lebih dermawan. (Martin Seligman)
Ketika bahagia, kita kurang terfokus pada diri sendiri, kita lebih menyenangi orang lain, kita ingin berbagi keberuntungan kita bahkan dengan orang asing sekali pun. Walhasil, kebahagiaan membuat orang berakhlak mulia. Emosi positif melahirkan karakter positif. Orang bahagia senang menolong orang lain. Dan karakter positif ini akan melahirkan emosi positif, maksudnya ketika kita dirundung penderitaan berbuat baiklah, maka kita akan berbahagia.
Inikah yang menyebabkan sahabat saya nyaris ‘flat’ di setiap keadaan? Mungkin yang terpenting yang bisa saya ambil hikmahnya… Selain dapat menerima setiap keadaan… bisa memberi pula di setiap keadaan… dan kita akan bahagia bagaimana pun keadaannya…
Anda boleh setuju atau tidak… tapi tidak ada salahnya untuk dicoba…
Karena saya pun ingin mencobanya… karena saya ingin selalu bahagia…
Mulailah ‘memberi’ dengan keikhlasan… dan anda akan ‘bahagia’… di setiap waktu yang ‘tersisa’…
is stripped because this article does not pass the security settings. -->
Lainnya..
Kepanikan Zionis IsraelKedunguan, kebebalan dan kekebalan Zionis-Israel terhadap kutukan masyarakat dunia atas kebiadabannya terhadap rakyat Palestina dan Libanon, rupanya kini bisa dibuat “paranoid” (ketakutan) oleh Randa Ghazi seorang gadis belia yang menulis ... Selengkapnya |
Meraih berkah dalam kehidupan keluargaSecara garis besar, setidaknya ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan jika kita ingin menggapai keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, hal itu adalah ... Selengkapnya |
Tentang CintaRisalah Wanita (EPS 22) Cinta yang bersemayan dalam hati, merupakan hal yang banyak mengandung misteri… Pembahasannya tidaklah pernah berakhir…sampai tidak ada lagi manusia yang memi... Selengkapnya |
Wanita dlm pandangan duniaRisalah Wanita (Eps 5) “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri ... Selengkapnya |
Antara Jiwa dan JasadKejadian ketika Allah mengambil kesaksian dan sumpah dari setiap jiwa memberikan informasi kepada kita, bahwa pada hakikatnya, manusia adalah makhluk spiritual. Kemudian, setelah kesaksian setiap jiwa di alam ruh / ... Selengkapnya |
Istri menggugat cerai...?Tentunya, kita semua sudah tahu bahwa tujuan pernikahan itu adalah sebagai salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah. Keutamaan sebuah pernikahan sebagaimana yang disabdakan Rasulullah dapat menyelamatkan separuh dari agama ... Selengkapnya |
Bahaya Kemunkaran IlmuBahaya Kemunkaran Ilmu Oleh : Tardjono Abu Muas "Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. ... Selengkapnya |
Al Quran dan WanitaRisalah Wanita (Eps 1) :Ada mitos yang beredar di kalangan masyarakat dahulu yang sangat erat kaitannya dengan diturunkannya Nabi Adam Dan Siti Hawa untuk menjadi khalifah di bumi. Sebagaimana yang ... Selengkapnya |
Surat Dari Sang KekasihRisalah Wanita (Eps 13) Dalam pertemuan yang lalu, kita telah membahas sedikit tentang shalat yang merupakan wujud dari syahadat, tentunya… bahasan mengenai shalat ini merupakan ... Selengkapnya |
Melupakan seseorang...Mencoba sharing sesuai dengan pertanyaan salah satu sahabat FB, tentang, “Bagaimana cara melupakan seseorang agar dirinya menjadi tenang”.Ada dua hal yang ingin saya garis bawahi ;Yang pertama, sebagaimana ayat ;"(yaitu) ... Selengkapnya |
Menjadi tuaSaya tertarik membaca satu artikel, dari seseorang yang menamakan dirinya Om Widy. Dia, berbicara mengenai ‘ketuaannya’… Saya hanya tertarik, karena saya memang sedang ingin mengetahui… apa yang dirasakan seseorang, di ... Selengkapnya |
Tentang SyahadatRisalah Wanita (Eps 10) Islam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi ... Selengkapnya |
Dekadensi Moral"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata ... Selengkapnya |
Tentang SuratRisalah Wanita (Eps 2) Surat adalah salah satu bentuk komunikasi antar manusia yang lebih khusus untuk hubungan yang khusus dan memilik arti tersendiri bagi si penulis dan penerima. Seperti ... Selengkapnya |
Tentang IslamIslam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi tanpa paksaan. Sedangkan islam secara makna, maka ... Selengkapnya |
Pemimpin dalam Islam"Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya ... Selengkapnya |
Memandang PoligamiPada zaman sebelum diturunkannya Al Qur’an, kaum wanita boleh dikatakan, hampir tidak memiliki kemuliaan, rujuklah pada sejarah kaum wanita terdahulu yang banyak ditulis dalam berbagai risalah. Salah satu penyebabnya, boleh ... Selengkapnya |
Pentingnya ProsesEmpowering Spiritual Power Dalam ayat : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan ... Selengkapnya |
Bolehkah menikah beda agama...?Jika kita perhatikan, 'hidup bersama' atau 'kumpul kebo' pada prakteknya 'hampir tidak ada bedanya' dengan pasangan suami-istri yang sudah menikah. Hubungan secara manusia dalam konteks 'hidup bersama tanpa sebuah pernikahan' ... Selengkapnya |
Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanitaRisalah Wanita (EPS 28) “Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan peng... Selengkapnya |
Akhlaq kepada lingkunganMelalui air Allah jadikan segala sesuatu yang hidup, banyak sekali fakta dari hasil penelitian ilmu pengetahuan modern menyatakan, bahwa hampir seluruh makhluk di bumi ini memerlukan air sebagai salah satu ... Selengkapnya |
Hak Cipta adalah Milik Allah..“Manusia tidaklah menciptakan sebagaimana sifat Allah yang menciptakan segala sesuatu, dari tidak ada menjadi ada” Pada hakikatnya, manusia tidaklah menciptakan sebagaimana sifat Allah yang menciptakan segala sesuatu, dari tidak ada menjadi ... Selengkapnya |
Dia begitu Muda… Dia berani Berbicara…Sebut saja namanya Wandy. Dia masih begitu muda, usianya mungkin belum menginjak 30 tahun. Tapi tulisan, membuat saya termenung sejenak. Saya tidak tahu apakah dia mengadopsi dari beberapa sumber… atau ... Selengkapnya |
Akidah & Akhlak MuliaAkidah & Akhlak Mulia Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA “Kalian tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kalian menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai. Dan apa pun yang kalian infakkan, tentang hal ... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi
|
||
- + 9 |
||
Video dari kami
| Timbangan Lihat selengkapnya |
Amal Manusia Lihat selengkapnya |
Ucapan dan tindakan Lihat selengkapnya |
| Perjalanan Manusia Lihat selengkapnya |
Kemah di padang pasir |
Raja dan Ulama Lihat selengkapnya |









