





![]() | Hari ini : | 96 |
![]() | Kemarin : | 149 |
![]() | Minggu ini : | 890 |
![]() | Minggu Lalu : | 997 |
![]() | Bulan ini : | 4529 |
![]() | Bulan Lalu | 4586 |
![]() | Semua : | 40944 |
IP Anda : 38.107.191.114
,
Today: Jul 30, 2010
- Pemimpin dalam Islam
- Kisah Siti Khadijah
- Istri menggugat cerai...?
- Hati, Niat & Istiqomah..
- Bolehkah menikah beda agama...?
- Tentang Do'a (Bag 2)
- Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanita
- Tentang Tafsir
- Wanita pilihan Allah
- Kisah Siti Hajar
- Kiat mencetak anak yang sholeh
- Tentang Do'a
- Tentang Musibah
- Taubat dan cobaan ..
- Tentang Cinta
- Wujud Ikhlas dalam Shalat
- Syarat Mencapai Kesuksesan Hakiki
- Kesuksesan
- Hak Cipta adalah Milik Allah..
- Dia begitu Muda… Dia berani Berbicara…
- Yes, I am… wanna to be happy, always…!
- Menjadi tua
- Hidup Adalah Ujian
- Tentang Musibah
- Kenangan terindah..
- Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanita
- Lembaran kertas putih
- Belajar dari Alam
- Wanita pilihan Allah
- Lelaki Pilihan Allah
Video Clip -Perjalanan Manusia
Tentang Musibah
Mensikapi bencana yang terjadi di Indonesia, melalui sudut pandang Al Quran
Kata musibah dalam Al Quran berarti, sesuatu yang menimpa manusia, baik berupa hal yang positif maupun yang negatif. Tetapi, dalam perkembangannya, kata musibah itu lebih berat pada konotasi negatif, yang sering di artikan bencana, padahal, jika kita kembalikan secara arti katanya, tidak selalu musibah itu berarti bencana, tetapi apa yang menimpa manusia, baik itu yang berdampak positif maupun negatif...
Dalam konteks musibah yang dimaknai dengan bencana, kita bisa menemukan dalam Al Quran beberapa kata yang berhubungan dengan bentuk bencana. Bentuk bencana yang menimpa manusia bisa berupa banjir, angin yang kencang, wabah penyakit, gempa bumi, dan lain sebagainya. Dalam kepentingannya (terjadinya semua itu), semua itu adalah musibah bagi manusia.
Musibah dalam yang baru-baru ini menimpa Indonesia dengan sangat dahsyat berupa gempa, bisa kita perjelas kedudukannya melalui Al Quran.
Gempa bumi, adalah salah satu musibah yang menimpa manusia. Dalam Al Quran, kita bisa menemukan kata yang berkaitan dengan gempa bumi melalui beberapa ayat ;
“Maka mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka”. (QS : 29 : 37)
“Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,” (QS : 7: 91)
“Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: "Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)." Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka”. (QS : 7 :77-78)
“Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya." (QS : 7 : 155)
Melalui ke-empat ayat diatas bisa kita simpulkan bahwa musibah yang Allah berikan bagi manusia terbagi menjadi dua bagian, Yang pertama ia adalah adzab, sedangkan yang kedua ia adalah ujian.
Adzab, Allah timpakan bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah, sebagaimana ayat diatas, yaitu kaum Nabi Syu’aib (QS : 29 : 37) dan Kaum Nabi Sholeh (QS : 7 :77-78) yang mendustakan para utusan Allah. Sedangkan ujian adalah sebagaimana kaum yang di utus oleh Nabi Musa untuk bertaubat (QS : 7 : 155).
Fakta dari kaum terdahulu
Berkaitan dengan musibah yang berupa adzab, banyak sekali bisa kita temukan ayat dalam Al Quran yang memberikan pelajaran kepada kita tentang hal ini. Jika kita perhatikan, dari sejarah kaum-kaum terdahulu, ada hal menarik yang bisa ambil satu kesimpulan.
Allah tidaklah akan menurunkan adzab-Nya langsung (melalui berbagai mekanisme seperti bencana alam, banjir, angin kencang, gempa, dll) kecuali pasti sebelumnya Allah telah mengutus para pemberi peringatan kepada satu kaum atas berbagai macam pelanggaran yang telah mereka lakukan, agar mereka kembali kejalan yang di-ridhoi Allah.
Fakta sejarah dari kaum terdahulu, seperti kaum Nuh, Kaum ‘Aad, Kaum Tsamud, Fir’aun, dll, memberikan pelajaran kepada kita tentang hal ini. Adzab itu barulah akan diturunkan ketika mereka telah betul-betul melampaui batas dari aturan yang Allah berikan melalui ajaran agama), dan mendustakan para utusan Allah (para Nabi dan Rasul-Nya), dan kemungkaran tersebut telah mendominasi satu kaum (atau dalam satu kaum tersebut, lebih banyak orang yang ingkar, kufur dari pada mereka yang sholeh). Dengan demikian, maka Allah ‘langsung turun tangan’ untuk memberikan pelajaran kepada mereka, dengan memberikan idzin terjadinya sebuah bencana.
Hal ini serupa jika kita perhatikan dalam konteks yang lain dalam beberapa surat lain dalam Al Quran, seperti dalam surat Al Fiil. Dalam surat tersebut, sangat jelas dinyatakan, bagaimana Allah melindungi ‘langsung’ Ka’bah dari makar kaum bergajah untuk di hancurkan, dengan mengirimkan makhluk terbang Ababil. Karena pada saat itu, manusia disekitarnya (kaum Quraisy) sudah tidak memiliki kekuasaan untuk menghalangi kemungkaran dari Raja Abrahah, maka Allah sebagaimana ayat-Nya, langsung memberikan perlindungan dan memberikan adzab kepada Raja Abrahah dan para tentaranya.
Mekanisme ini, adalah satu hal yang pasti, dan berulang kali Allah peringatkan dalam Al Quran, apabila satu kaum mendustakan aturan Allah, lebih banyak kemaksiatan yang terjadi, maka tunggulah sampai Allah menurunkan adzabnya, mengapa demikian, karena fungsi dari saling menasihati di antara manusia sudah tidak berjalan dengan baik, dan melalui mekanisme ini, Allah ingin memberikan pelajaran, sekaligus mengganti manusia-manusia yang ingkar tersebut dengan hamba-hamba-Nya yang lebih baik.
Janji Allah bagi penduduk satu negeri
Sedangkan dalam ayat lain hal yang berhubungan dengan Allah, manusia dan alam selain dari pada bencana, Allah nyatakan pula melalui ayat ;
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS : 7 : 96)
Ayat diatas juga merupakan satu janji Allah dan sebuah kepastian, jika satu penduduk negeri beriman dan bertakwa maka Allah akan menurunkan berbagai macam kebaikan baik dari langit dan bumi. Dan mereka yang tertimpa musibah berupa bencana, ditegaskan pula dalam ayat ini karena perbuatan mereka sendiri.
Melalui sedikit dari tulisan ini, penulis tidak ingin memvonis, bahwa bencana yang terjadi di Indonesia karena disebabkan keingkaran mereka sebagaimana kaum terdahulu, tetapi, marilah kita lebih meng-introspeksi diri kita sebagai satu bangsa, sudahkah kita mewujudkan keimanan kita melalui ketakwaan yang sesuai dengan apa yang Allah perintahkan, dan juga sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw…?
Sudahkah dari para pemimpin bangsa sampai rakyat jelata menegakkan syariat sesuai dengan petunjuk Allah…?
Sebagaimana ayat ;
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS : 7 : 96)
Pastilah Allah tidak akan menurunkan berbagai macam bencana yang bersifat adzab, kecuali, bencana yang terjadi di Indonesia adalah ujian bagi bangsa Indonesia yang memang telah sebaik-baiknya beriman dan bertakwa, dan bencana tersebut bertujuan agar Allah melebihkan bangsa ini melalui berbagai macam ujian, termasuk salah satunya adalah bencana alam.
Akhir kata,
Bagi saudara-saudara kita yang tengah ditimpa musibah, semoga Allah memberikan kebaikan, menggantinya dengan yang lebih baik dari apa yang hilang dari mereka, menghapuskan dosa-dosa mereka, memberikan kesabaran dan ketabahan, dan memberikan kebaikan yang Allah lebih mengetahuinya dari pada kita semua. Aamin.
Wallahu’alam.
Lainnya..
Wujud SyahadatRisalah Wanita (Eps 11)Kisah Wanita Sholehah : Menantu 'Umar Bin Khatab Pada satu saat ketika ‘Umar Bin Khatab sedang mengadakan inspeksi di Madina, Beliau ... Selengkapnya |
Tentang PuasaRisalah Wanita (Eps 14) Jika saja ada…, Sebuah Mall terkenal yang menjual berbagai macam produk dari mulai rumah tangga, pakaian, alat kecantikan, makanan dan minuman, memberikan ... Selengkapnya |
Wanita, Wali dan Wakil AllahRisalah Wanita (Eps 3): Jika kita memperhatikan Al Quran, seringkali kita temukan kata kami pada ayatnya, misalnya… “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan”. ( Al... Selengkapnya |
Lembaran kertas putihRisalah Wanita (EPS 27)Tips dalam mendidik anakSeorang anak yang baru lahir itu ibarat sebuah kertas kosong, tinggal peran orang tua dan lingkungannya yang berpengaruh terhadap anak ters... Selengkapnya |
Yes, I am… wanna to be happy, always…!“Kebahagiaan tidak dicapai dengan jerih payah; kebahagiaan diperoleh dengan mengurangi keinginan.” Perilaku kita akan memperlihatkan, bahwa kita bahagia. Jika dalam pandangan kita tidak ada bedanya, hidup dan mati, penjara dan i... Selengkapnya |
Antara Jiwa dan JasadKejadian ketika Allah mengambil kesaksian dan sumpah dari setiap jiwa memberikan informasi kepada kita, bahwa pada hakikatnya, manusia adalah makhluk spiritual. Kemudian, setelah kesaksian setiap jiwa di alam ruh / ... Selengkapnya |
Haji, Jihadnya kaum wanitaRisalah Wanita (EPS 18) Setiap orang tentunya akan senang jika ia diperlakukan dengan perlakuan yang khusus, atau spesial. Biasanya, satu bentuk perlakuan khusus sangat berkaitan erat deng... Selengkapnya |
Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanitaRisalah Wanita (EPS 28) “Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan peng... Selengkapnya |
Memandang PoligamiPada zaman sebelum diturunkannya Al Qur’an, kaum wanita boleh dikatakan, hampir tidak memiliki kemuliaan, rujuklah pada sejarah kaum wanita terdahulu yang banyak ditulis dalam berbagai risalah. Salah satu penyebabnya, boleh ... Selengkapnya |
Ucapan dan tindakanPerkataan dan perbuatan adalah dua hal yang berbeda, dan keduanya merupakan juga hal yang penting untuk diperhatikan. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat : “Wahai orang-orang beriman, mengapa engkau mengatakan ... Selengkapnya |
Orientasi hidup manusiaWaktu adalah sesuatu yang mengantarkan manusia, dan dengan waktu, setidaknya manusia selalu dihadapkan pada TUJUAN, dan untuk mencapai tujuan, manusia perlu memerlukan CARA, dan CARA adalah berasal dari ATURAN, yang ... Selengkapnya |
Wanita dalam Al QuranRisalah Wanita (Eps 4)Al Quran adalah bentuk kasih sayang Allah, yang bertjuan untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Bukan untuk membebani manusia, atau menyulitkan manusia. Para ulama sepakat, bahwa ... Selengkapnya |
|
|
Tentang MusibahMensikapi bencana yang terjadi di Indonesia, melalui sudut pandang Al Quran Kata musibah dalam Al Quran berarti, sesuatu yang menimpa manusia, baik berupa hal yang positif maupun yang negatif. Tetapi, ... Selengkapnya |
Dia begitu Muda… Dia berani Berbicara…Sebut saja namanya Wandy. Dia masih begitu muda, usianya mungkin belum menginjak 30 tahun. Tapi tulisan, membuat saya termenung sejenak. Saya tidak tahu apakah dia mengadopsi dari beberapa sumber… atau ... Selengkapnya |
Politik, psikotik dan neuroticKURSI KANG ADENG Pilih mana? Kursi dewan atau rumah sakit jiwa. Ketika quick count direalease, maka terkuaklah dengan cepat perhitungan ... Selengkapnya |
Tentang IlmuRisalah Wanita (Eps 8)Ilmu adalah informasi yang masuk dalam pikiran kita, lalu informasi tersebut dikirimkan ke hati kita. Keimanan sebagaimana yang telah di bahas, bersemayan dalam hati, dan salah satu ... Selengkapnya |
Kiat mencetak anak yang sholehPada umumnya, setiap orang tua menginginkan anak yang sholeh, anak yang memiliki kepribadian yang baik. Secara singkat, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan anak yang sholeh ... Selengkapnya |
Tentang ShalatRisalah Wanita (Eps 12) Jika pada suatu saat kita di undang oleh seseorang untuk datang ke rumahnya, dan dalam undangan itu kita hanya mengenal nama ... Selengkapnya |
Tentang SuratRisalah Wanita (Eps 2) Surat adalah salah satu bentuk komunikasi antar manusia yang lebih khusus untuk hubungan yang khusus dan memilik arti tersendiri bagi si penulis dan penerima. Seperti ... Selengkapnya |
Surat Dari Sang KekasihRisalah Wanita (Eps 13) Dalam pertemuan yang lalu, kita telah membahas sedikit tentang shalat yang merupakan wujud dari syahadat, tentunya… bahasan mengenai shalat ini merupakan ... Selengkapnya |
Tentang CintaRisalah Wanita (EPS 22) Cinta yang bersemayan dalam hati, merupakan hal yang banyak mengandung misteri… Pembahasannya tidaklah pernah berakhir…sampai tidak ada lagi manusia yang memi... Selengkapnya |
Bolehkah menikah beda agama...?Jika kita perhatikan, 'hidup bersama' atau 'kumpul kebo' pada prakteknya 'hampir tidak ada bedanya' dengan pasangan suami-istri yang sudah menikah. Hubungan secara manusia dalam konteks 'hidup bersama tanpa sebuah pernikahan' ... Selengkapnya |
Hati, Niat & Istiqomah..Tulisan ini adalah jawaban untuk share dengan salah satu sahabat yang mengajukan pertanyaan di forum majelis ta’lim Al Ashr di facebook.. Dalam pertanyaan ini setidaknya ada beberapa hal yang ... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi
|
||
- + 24 |
||








