Komentar
Suka Situs Ini...?
www.radiorisalah.com






![]() | Hari ini : | 506 |
![]() | Kemarin : | 567 |
![]() | Minggu ini : | 1545 |
![]() | Minggu Lalu : | 3911 |
![]() | Bulan ini : | 3763 |
![]() | Bulan Lalu | 16945 |
![]() | Semua : | 227662 |
IP Anda : 38.107.179.236
,
Today: Feb 07, 2012
Artikel dibaca
Pengunjung dari..
German
- Über den Glauben
- Ist die Religion eine exakte Wissenschaft wie Mathematik ...?
- Produktivität im Islam
- Das Geheimnis und das Rezept der Schönheit von Audrey Hepburn
- Ist es erlaubt in verschiedenen Religionen zuheiraten…?
- ber die Interpretierung (Tafsir)
- Ratschläge für Frauen von Rasulullah SAW
- Herz, Absicht (Niat )& Standfestigkeit (istiqomah)
- Die Frau, die eine Scheidung fordert...?
- Führer im Islam
Tentang Musibah
Mensikapi bencana yang terjadi di Indonesia, melalui sudut pandang Al Quran
Kata musibah dalam Al Quran berarti, sesuatu yang menimpa manusia, baik berupa hal yang positif maupun yang negatif. Tetapi, dalam perkembangannya, kata musibah itu lebih berat pada konotasi negatif, yang sering di artikan bencana, padahal, jika kita kembalikan secara arti katanya, tidak selalu musibah itu berarti bencana, tetapi apa yang menimpa manusia, baik itu yang berdampak positif maupun negatif...
Dalam konteks musibah yang dimaknai dengan bencana, kita bisa menemukan dalam Al Quran beberapa kata yang berhubungan dengan bentuk bencana. Bentuk bencana yang menimpa manusia bisa berupa banjir, angin yang kencang, wabah penyakit, gempa bumi, dan lain sebagainya. Dalam kepentingannya (terjadinya semua itu), semua itu adalah musibah bagi manusia.
Musibah dalam yang baru-baru ini menimpa Indonesia dengan sangat dahsyat berupa gempa, bisa kita perjelas kedudukannya melalui Al Quran.
Gempa bumi, adalah salah satu musibah yang menimpa manusia. Dalam Al Quran, kita bisa menemukan kata yang berkaitan dengan gempa bumi melalui beberapa ayat ;
“Maka mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka”. (QS : 29 : 37)
“Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,” (QS : 7: 91)
“Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: "Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)." Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka”. (QS : 7 :77-78)
“Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya." (QS : 7 : 155)
Melalui ke-empat ayat diatas bisa kita simpulkan bahwa musibah yang Allah berikan bagi manusia terbagi menjadi dua bagian, Yang pertama ia adalah adzab, sedangkan yang kedua ia adalah ujian.
Adzab, Allah timpakan bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah, sebagaimana ayat diatas, yaitu kaum Nabi Syu’aib (QS : 29 : 37) dan Kaum Nabi Sholeh (QS : 7 :77-78) yang mendustakan para utusan Allah. Sedangkan ujian adalah sebagaimana kaum yang di utus oleh Nabi Musa untuk bertaubat (QS : 7 : 155).
Fakta dari kaum terdahulu
Berkaitan dengan musibah yang berupa adzab, banyak sekali bisa kita temukan ayat dalam Al Quran yang memberikan pelajaran kepada kita tentang hal ini. Jika kita perhatikan, dari sejarah kaum-kaum terdahulu, ada hal menarik yang bisa ambil satu kesimpulan.
Allah tidaklah akan menurunkan adzab-Nya langsung (melalui berbagai mekanisme seperti bencana alam, banjir, angin kencang, gempa, dll) kecuali pasti sebelumnya Allah telah mengutus para pemberi peringatan kepada satu kaum atas berbagai macam pelanggaran yang telah mereka lakukan, agar mereka kembali kejalan yang di-ridhoi Allah.
Fakta sejarah dari kaum terdahulu, seperti kaum Nuh, Kaum ‘Aad, Kaum Tsamud, Fir’aun, dll, memberikan pelajaran kepada kita tentang hal ini. Adzab itu barulah akan diturunkan ketika mereka telah betul-betul melampaui batas dari aturan yang Allah berikan melalui ajaran agama), dan mendustakan para utusan Allah (para Nabi dan Rasul-Nya), dan kemungkaran tersebut telah mendominasi satu kaum (atau dalam satu kaum tersebut, lebih banyak orang yang ingkar, kufur dari pada mereka yang sholeh). Dengan demikian, maka Allah ‘langsung turun tangan’ untuk memberikan pelajaran kepada mereka, dengan memberikan idzin terjadinya sebuah bencana.
Hal ini serupa jika kita perhatikan dalam konteks yang lain dalam beberapa surat lain dalam Al Quran, seperti dalam surat Al Fiil. Dalam surat tersebut, sangat jelas dinyatakan, bagaimana Allah melindungi ‘langsung’ Ka’bah dari makar kaum bergajah untuk di hancurkan, dengan mengirimkan makhluk terbang Ababil. Karena pada saat itu, manusia disekitarnya (kaum Quraisy) sudah tidak memiliki kekuasaan untuk menghalangi kemungkaran dari Raja Abrahah, maka Allah sebagaimana ayat-Nya, langsung memberikan perlindungan dan memberikan adzab kepada Raja Abrahah dan para tentaranya.
Mekanisme ini, adalah satu hal yang pasti, dan berulang kali Allah peringatkan dalam Al Quran, apabila satu kaum mendustakan aturan Allah, lebih banyak kemaksiatan yang terjadi, maka tunggulah sampai Allah menurunkan adzabnya, mengapa demikian, karena fungsi dari saling menasihati di antara manusia sudah tidak berjalan dengan baik, dan melalui mekanisme ini, Allah ingin memberikan pelajaran, sekaligus mengganti manusia-manusia yang ingkar tersebut dengan hamba-hamba-Nya yang lebih baik.
Janji Allah bagi penduduk satu negeri
Sedangkan dalam ayat lain hal yang berhubungan dengan Allah, manusia dan alam selain dari pada bencana, Allah nyatakan pula melalui ayat ;
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS : 7 : 96)
Ayat diatas juga merupakan satu janji Allah dan sebuah kepastian, jika satu penduduk negeri beriman dan bertakwa maka Allah akan menurunkan berbagai macam kebaikan baik dari langit dan bumi. Dan mereka yang tertimpa musibah berupa bencana, ditegaskan pula dalam ayat ini karena perbuatan mereka sendiri.
Melalui sedikit dari tulisan ini, penulis tidak ingin memvonis, bahwa bencana yang terjadi di Indonesia karena disebabkan keingkaran mereka sebagaimana kaum terdahulu, tetapi, marilah kita lebih meng-introspeksi diri kita sebagai satu bangsa, sudahkah kita mewujudkan keimanan kita melalui ketakwaan yang sesuai dengan apa yang Allah perintahkan, dan juga sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw…?
Sudahkah dari para pemimpin bangsa sampai rakyat jelata menegakkan syariat sesuai dengan petunjuk Allah…?
Sebagaimana ayat ;
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS : 7 : 96)
Pastilah Allah tidak akan menurunkan berbagai macam bencana yang bersifat adzab, kecuali, bencana yang terjadi di Indonesia adalah ujian bagi bangsa Indonesia yang memang telah sebaik-baiknya beriman dan bertakwa, dan bencana tersebut bertujuan agar Allah melebihkan bangsa ini melalui berbagai macam ujian, termasuk salah satunya adalah bencana alam.
Akhir kata,
Bagi saudara-saudara kita yang tengah ditimpa musibah, semoga Allah memberikan kebaikan, menggantinya dengan yang lebih baik dari apa yang hilang dari mereka, menghapuskan dosa-dosa mereka, memberikan kesabaran dan ketabahan, dan memberikan kebaikan yang Allah lebih mengetahuinya dari pada kita semua. Aamin.
Wallahu’alam.
Lainnya..
Tentang AmalRisalah Wanita (Eps 9)Dalam ilustrasi lilin pada episode yang lalu, sebagai orang yang percaya bahwa api yang menyala pada lilin itu panas, maka dirinya tidak akan pernah membiarkan tangannya berada ... Selengkapnya |
Indahnya Rumah Laba-LabaIndahnya Rumah Laba-Laba Oleh : Tardjono Abu M. Muas Dalam kehidupan keseharian kita, tentu kita pernah melihat dan atau mengenal salah satu makhluk Allah dari sekian banyak makhluk ciptaan-Nya yang ... Selengkapnya |
Tentang SuratRisalah Wanita (Eps 2) Surat adalah salah satu bentuk komunikasi antar manusia yang lebih khusus untuk hubungan yang khusus dan memilik arti tersendiri bagi si penulis dan penerima. Seperti ... Selengkapnya |
Indahnya Ukhuwwah IslamiyyahIndahnya Ukhuwwah Islamiyyah Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA “Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka turutilah ia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), maka kalian bercerai-berai dari jalan-Nya. Demikianlah ... Selengkapnya |
Penyebab keraguan dalam imanKomitmen merupakan kunci yang penting dalam membukan kesuksesan hakiki. Sebagaimana uraian yang lalu, salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan komitmen seseorang adalah keimanan seseorang kepada Allah dan hari ... Selengkapnya |
Wujud Ikhlas dalam ZakatIkhlas merupakan kata kunci untuk mencapai kesuksesan hakiki, kesuksesan yang abadi, dan kesuksesan dalam pandangan Allah. Dalam risalah yang lalu (Wujud Ikhlas dalam Shalat) kita sudah sedikit membahas tentang shalat, ... Selengkapnya |
Tentang IslamIslam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi tanpa paksaan. Sedangkan islam secara makna, maka ... Selengkapnya |
Tentang Do'a (Bag 2)Apakah do'a orang kafir di kabulkan...? "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai ... Selengkapnya |
Gerakan 7F..!Gerakan 7 F Bidik Islam, Bagian Pertama. Dalam sebuah hadits dijelaskan salah satu “tanda-tanda” segera tibanya Hari Kiamat adalah keluarnya binatang melata besar dari perut bumi. Pada bukunya ... Selengkapnya |
Kisah Siti KhadijahRisalah Wanita (EPS 17) Khadijah binti khuwailid, adalah nama yang sudah tidak asing lagi…. Beliau di juluki Ath-thohirah, yang berarti bersih dan suci. Beliau tumb... Selengkapnya |
Produktivitas dalam islamRisalah Wanita (Eps 16) Zakat, termasuk dalam rukun islam yang juga merupakan dari wujud keimanan seseorang. Dalam konteks rukun islam, Zakat sangat berkaitan dengan syahadat, shalat dan puasa yang ... Selengkapnya |
KomitmenEmpowering Spiritual Power: Komitmen Dalam uraian yang lalu, kita telah sedikit membahas tentang masa yang mengantarkan perjalanan manusia melalui surat Al Ashr. Surat dalam ayat ini diakhiri dengan mereka yang mendapatkan ... Selengkapnya |
Politik, psikotik dan neuroticKURSI KANG ADENG Pilih mana? Kursi dewan atau rumah sakit jiwa. Ketika quick count direalease, maka terkuaklah dengan cepat perhitungan yang mendekati akurat dan jelas memberi gambaran kepada rakyat. Partai ... Selengkapnya |
Wujud Ikhlas dalam ShalatEmpowering Spiritual Power Ikhlas merupakan kata kunci untuk mencapai kesuksesan hakiki, kesuksesan yang abadi, dan kesuksesan dalam pandangan Allah. Hal ini sebagaimana ayat : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah ... Selengkapnya |
Menjadi tuaSaya tertarik membaca satu artikel, dari seseorang yang menamakan dirinya Om Widy. Dia, berbicara mengenai ‘ketuaannya’… Saya hanya tertarik, karena saya memang sedang ingin mengetahui… apa yang dirasakan seseorang, di ... Selengkapnya |
Kiat mencetak anak yang sholehPada umumnya, setiap orang tua menginginkan anak yang sholeh, anak yang memiliki kepribadian yang baik. Secara singkat, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan anak yang sholeh ... Selengkapnya |
Bolehkah menikah beda agama...?Jika kita perhatikan, 'hidup bersama' atau 'kumpul kebo' pada prakteknya 'hampir tidak ada bedanya' dengan pasangan suami-istri yang sudah menikah. Hubungan secara manusia dalam konteks 'hidup bersama tanpa sebuah pernikahan' ... Selengkapnya |
Akhlaq kepada lingkunganMelalui air Allah jadikan segala sesuatu yang hidup, banyak sekali fakta dari hasil penelitian ilmu pengetahuan modern menyatakan, bahwa hampir seluruh makhluk di bumi ini memerlukan air sebagai salah satu ... Selengkapnya |
Wanita pilihan AllahRisalah Wanita (EPS 25) Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat... Selengkapnya |
Kisah MaryamRisalah Wanita (Eps 15) Surat Maryam yang tertera dalam Al Quran, merupakan bukti bahwa kaum wanita bukanlah kaum yang lemah, kaum tidak dapat dijadikan panutan. Kisah Maryam yang sekaligus ... Selengkapnya |
Ummat Rasulullah SAWSudahkah kita termasuk ummat Rasulullah Saw..?Dalam sebuah riwayat, ketika seorang hamba masuk ke dalam kuburnya lalu ia menjawab pertanyaan dengan benar, maka ia akan dilapangkan kuburnya dan dihindari dari adzab ... Selengkapnya |
Bahaya Kemunkaran IlmuBahaya Kemunkaran Ilmu Oleh : Tardjono Abu Muas "Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. ... Selengkapnya |
Tentang Do'aDo'a adalah hal yang sangat sering kita dengar, secara makna, do'a yang berasal dari da'a memiliki makna, mengharapkan kehadiran sesuatu atau mengharapkan kebaikan. Sedangkan secara umum, do'a berarti memohon, mengharap, ... Selengkapnya |
Tentang PernikahanRisalah Wanita (EPS 23) Dalam surat al a'roof ayat 16 di abadikan satu kejadian ; Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi
|
||
- + 9 |
||
Video dari kami
| Timbangan Lihat selengkapnya |
Amal Manusia Lihat selengkapnya |
Ucapan dan tindakan Lihat selengkapnya |
| Perjalanan Manusia Lihat selengkapnya |
Kemah di padang pasir |
Raja dan Ulama Lihat selengkapnya |









