Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian." (Muslim)

Komentar

Suka Situs Ini...?

www.radiorisalah.com

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini :104
mod_vvisit_counterKemarin :248
mod_vvisit_counterMinggu ini :1523
mod_vvisit_counterMinggu Lalu :1518
mod_vvisit_counterBulan ini :4118
mod_vvisit_counterBulan Lalu5709
mod_vvisit_counterSemua :521723

Sedang Online: 4
IP Anda : 67.202.56.112
,
Today: Apr 19, 2014

Artikel dibaca

Content View Hits : 855820



Informasi & Registrasi : SMS : 0813-21204471 - 081-802003336 - Pin BB : 21A16470

User Rating: / 4
PoorBest 

Mensikapi bencana yang terjadi di Indonesia, melalui sudut pandang Al Quran

Kata musibah dalam Al Quran berarti, sesuatu yang menimpa manusia, baik berupa hal yang positif maupun yang negatif. Tetapi, dalam perkembangannya, kata musibah itu lebih berat pada konotasi negatif, yang sering di artikan bencana, padahal, jika kita kembalikan secara arti katanya, tidak selalu musibah itu berarti bencana, tetapi apa yang menimpa manusia, baik itu yang berdampak positif maupun negatif...

Dalam konteks musibah yang dimaknai dengan bencana, kita bisa menemukan dalam Al Quran beberapa kata yang berhubungan dengan bentuk bencana. Bentuk bencana yang menimpa manusia bisa berupa banjir, angin yang kencang, wabah penyakit, gempa bumi, dan lain sebagainya. Dalam kepentingannya (terjadinya semua itu), semua itu adalah musibah bagi manusia.

Musibah dalam yang baru-baru ini menimpa Indonesia dengan sangat dahsyat berupa gempa, bisa kita perjelas kedudukannya melalui Al Quran.

Gempa bumi, adalah salah satu musibah yang menimpa manusia. Dalam Al Quran, kita bisa menemukan kata yang berkaitan dengan gempa bumi melalui beberapa ayat ;

“Maka mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka”. (QS : 29 : 37)

“Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,” (QS : 7: 91)

“Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: "Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)." Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka”. (QS : 7 :77-78)

“Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya." (QS : 7 : 155)

Melalui ke-empat ayat diatas bisa kita simpulkan bahwa musibah yang Allah berikan bagi manusia terbagi menjadi dua bagian, Yang pertama ia adalah adzab, sedangkan yang kedua ia adalah ujian.

Adzab, Allah timpakan bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah, sebagaimana ayat diatas, yaitu kaum Nabi Syu’aib (QS : 29 : 37) dan Kaum Nabi Sholeh (QS : 7 :77-78) yang mendustakan para utusan Allah. Sedangkan ujian adalah sebagaimana kaum yang di utus oleh Nabi Musa untuk bertaubat (QS : 7 : 155).

Fakta dari kaum terdahulu

Berkaitan dengan musibah yang berupa adzab, banyak sekali bisa kita temukan ayat dalam Al Quran yang memberikan pelajaran kepada kita tentang hal ini. Jika kita perhatikan, dari sejarah kaum-kaum  terdahulu, ada hal menarik yang bisa ambil satu kesimpulan.

Allah tidaklah akan menurunkan adzab-Nya langsung (melalui berbagai mekanisme seperti bencana alam, banjir, angin kencang, gempa, dll) kecuali pasti sebelumnya Allah telah mengutus para pemberi peringatan kepada satu kaum atas berbagai macam pelanggaran yang telah mereka lakukan, agar mereka kembali kejalan yang di-ridhoi Allah.

Fakta sejarah dari kaum terdahulu, seperti kaum Nuh, Kaum ‘Aad, Kaum Tsamud, Fir’aun, dll, memberikan pelajaran kepada kita tentang hal ini. Adzab itu barulah akan diturunkan ketika mereka telah betul-betul melampaui batas dari aturan yang Allah berikan melalui ajaran agama), dan mendustakan para utusan Allah (para Nabi dan Rasul-Nya), dan kemungkaran tersebut telah mendominasi satu kaum (atau dalam satu kaum tersebut, lebih banyak orang yang ingkar, kufur dari pada mereka yang sholeh). Dengan demikian, maka Allah ‘langsung turun tangan’ untuk memberikan pelajaran kepada mereka, dengan memberikan idzin terjadinya sebuah bencana.

Hal ini serupa jika kita perhatikan dalam konteks yang lain dalam beberapa surat lain dalam Al Quran, seperti dalam surat Al Fiil. Dalam surat tersebut, sangat jelas dinyatakan, bagaimana Allah melindungi ‘langsung’ Ka’bah dari makar kaum bergajah untuk di hancurkan, dengan mengirimkan makhluk terbang Ababil. Karena pada saat itu, manusia disekitarnya (kaum Quraisy) sudah tidak memiliki kekuasaan untuk menghalangi kemungkaran dari Raja Abrahah, maka Allah sebagaimana ayat-Nya, langsung memberikan perlindungan dan memberikan adzab kepada Raja Abrahah dan para tentaranya.

Mekanisme ini, adalah satu hal yang pasti, dan berulang kali Allah peringatkan dalam Al Quran, apabila satu kaum mendustakan aturan Allah, lebih banyak kemaksiatan yang terjadi, maka tunggulah sampai Allah menurunkan adzabnya, mengapa demikian, karena fungsi dari saling menasihati di antara manusia sudah tidak berjalan dengan baik, dan melalui mekanisme ini, Allah ingin memberikan pelajaran, sekaligus mengganti manusia-manusia yang ingkar tersebut dengan hamba-hamba-Nya yang lebih baik.

Janji Allah bagi penduduk satu negeri

Sedangkan dalam ayat lain hal yang berhubungan dengan Allah, manusia dan alam selain dari pada bencana, Allah nyatakan pula melalui ayat ;

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS : 7 : 96)

Ayat diatas juga merupakan satu janji Allah dan sebuah kepastian, jika satu penduduk negeri beriman dan bertakwa maka Allah akan menurunkan berbagai macam kebaikan baik dari langit dan bumi. Dan mereka yang tertimpa musibah berupa bencana, ditegaskan pula dalam ayat ini karena perbuatan mereka sendiri.

Melalui sedikit dari tulisan ini, penulis tidak ingin memvonis, bahwa bencana yang terjadi di Indonesia karena disebabkan keingkaran mereka sebagaimana kaum terdahulu, tetapi, marilah kita lebih meng-introspeksi diri kita sebagai satu bangsa, sudahkah kita mewujudkan keimanan kita melalui ketakwaan yang sesuai dengan apa yang Allah perintahkan, dan juga sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw…?

Sudahkah dari para pemimpin bangsa sampai rakyat jelata menegakkan syariat sesuai dengan petunjuk Allah…?

Sebagaimana ayat ;

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS : 7 : 96)

Pastilah Allah tidak akan menurunkan berbagai macam bencana yang bersifat adzab, kecuali, bencana yang terjadi di Indonesia adalah ujian bagi bangsa Indonesia yang memang telah sebaik-baiknya beriman dan bertakwa, dan bencana tersebut bertujuan agar Allah melebihkan bangsa ini melalui berbagai macam ujian, termasuk salah satunya adalah bencana alam.

Akhir kata,

Bagi saudara-saudara kita yang tengah ditimpa musibah, semoga Allah memberikan kebaikan, menggantinya dengan yang lebih baik dari apa yang hilang dari mereka, menghapuskan dosa-dosa mereka, memberikan kesabaran dan ketabahan, dan memberikan kebaikan yang Allah lebih mengetahuinya dari pada kita semua. Aamin.

Wallahu’alam.

Lainnya..

Menyikapi Musibah

Menyikapi Musibah Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Bagi seorang mu’min tentu meyakini bahwa, segala sesuatu hanya akan yang terjadi di dunia ini karena, “Kun Fayakun” Allah, sehingga segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan ini terutama yang ti...

Selengkapnya

Resah - Gelisah, Adakah Obatnya?

Resah-Gelisah, Adakah Obatnya? Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Syahdan pada suatu saat, Sayidina Ali ra, ditanyalah oleh para sahabat dengan sebuah pertanyaan, “Makhluk apakah yang paling kuat di dunia ini?” Beliau seketika pula menjawab, makhluk...

Selengkapnya

Krisis Ekonomi..?

Banyak manusia yang menjadi ketakutan karena disebabkan krisis ekonomi...Krisis ekonomi tentunya akan berpengaruh dan berkaitan terhadap harta seseorang..Hal ini tentunya akan sangat memperngaruhi kehidupan seseorang..., Bagaimanakah Islam memandang ...

Selengkapnya

Karakter Yahudi

Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Berbicara tentang karakter Bani Israil (orang-orang Yahudi), kita ketahui dalam sejarah memang orang-orang Yahudi tergolong orang yang telah banyak diberikan limpahan karunia-Nya, di antaranya telah diberikan mak...

Selengkapnya

Hakikat Mandul

Hakikat Mandul Oleh: Abu Muas T Ada hal yang sangat penting dan layak dipertanyakan kepada diri kita, khususnya bagi para orangtua perihal keturunan atau putra-putri kita. Sebab, mengenai hal ini melalui hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulu...

Selengkapnya

Memandang Poligami

Pada zaman sebelum diturunkannya Al Qur’an, kaum wanita boleh dikatakan, hampir tidak memiliki kemuliaan, rujuklah pada sejarah kaum wanita terdahulu yang banyak ditulis dalam berbagai risalah. Salah satu penyebabnya, boleh jadi karena adanya pemikir...

Selengkapnya

Transformasi Pribadi Muslim

Bab 1. Pendahuluan18-Mar-09 Transformasi Pribadi Muslim “Allah berfirman: Dan tiada suatu yang lebih Ku-sukaiDaripada pendekatan hamba-Ku kepada-Ku.Dengan menjalankan apa yang Aku wajibkan kepadanya.Disamping itu selama ...

Selengkapnya

Indahnya Rumah Laba-Laba

Indahnya Rumah Laba-Laba Oleh : Tardjono Abu M. Muas Dalam kehidupan keseharian kita, tentu kita pernah melihat dan atau mengenal salah satu makhluk Allah dari sekian banyak makhluk ciptaan-Nya yang hidup di sekeliling kita. Salah satu makhlu...

Selengkapnya

Kisah Siti Hajar

Risalah Wanita (EPS 19) Pada saat Nabi Ibrahim membawa Hajar dan puteranya menuju mekkah, Hajar dalam keadaan menyusui Ismail. Hingga Ibrahim menempatkan keduanya di sebuah rumah, dibawah pohon besar di dekat dimana mata air zam-zam nantinya ...

Selengkapnya

Valentine's Day=Virus Aqidah??

"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam...

Selengkapnya

Belajar dari Alam

Risalah Wanita (EPS 26) (Mencetak anak yang sholeh) Allah memberikan alam raya ini selain untuk dinikmati, tetapi juga untuk di tafakuri, marilah kita mengambil satu pelajaran dari buah yang tumbuh… Tentunya buah yang bagus bentuknya, man...

Selengkapnya

Kurang Percaya Diri, Adakah Solusinya?

Kurang Percaya Diri, Adakah Solusinya? Oleh: Abu Muas Tardjono Alhamdulillah, kini banyak generasi muda yang aktif berorganisasi, tapi tidak sedikit pula yang masih memiliki banyak kekurangan khususnya “Kurang Percaya Diri” (KPD) bila harus berbica...

Selengkapnya

Tentang Do'a (Bag 2)

Apakah do'a orang kafir di kabulkan...? "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?"(Q...

Selengkapnya

Tentang Surat

Risalah Wanita (Eps 2) Surat adalah salah satu bentuk komunikasi antar manusia yang lebih khusus untuk hubungan yang khusus dan memilik arti tersendiri bagi si penulis dan penerima. Seperti surat keputusan, surat berharga, surat permohonan, surat la...

Selengkapnya

Tentang Do'a

Do'a adalah hal yang sangat sering kita dengar, secara makna, do'a yang berasal dari da'a memiliki makna, mengharapkan kehadiran sesuatu atau mengharapkan kebaikan. Sedangkan secara umum, do'a berarti memohon, mengharap, meminta kepada Allah. Dalam A...

Selengkapnya

Wanita dalam Al Quran

Risalah Wanita (Eps 4) Al Quran adalah bentuk kasih sayang Allah, yang bertjuan untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Bukan untuk membebani manusia, atau menyulitkan manusia. Para ulama sepakat, bahwa secara garis besar, Al Quran ...

Selengkapnya

Belajar Agama Koq Bayar..?

Kalo saat ini, banyak lapisan masyarakat tidak mampu menuntut agar biaya pendidikan tidak terlalu mahal, bahkan kalo bisa sih GRATIS..!!...tetapi di sisi lain, banyak masyarakat yang justru akan mengejar biaya pendidikan yang mahal, karena berbagai a...

Selengkapnya

Wujud Ikhlas dalam Zakat

Ikhlas merupakan kata kunci untuk mencapai kesuksesan hakiki,  kesuksesan yang  abadi, dan kesuksesan  dalam pandangan Allah. Dalam risalah yang lalu (Wujud Ikhlas dalam Shalat) kita sudah sedikit membahas tentang shalat, yang merupakan wujud dari ke...

Selengkapnya

Menjadi Orang Penting

Spiritual for Business #4 : Menjadi orang penting.. Saat ini, informasi memang sudah seperti banjir… ia hadir di tengah tengah kita melalui berbagai macam media… apalagi kemajuan teknolgi gadget saat ini membuat manusia, dimanapun dan kapanpun akan ...

Selengkapnya

Jalan Inspirasi "Pengusaha Sukses Dunia

Alhamdulillah... Terima kasih kepada sahabat yang telah berpartisipasi pada kegiatan kami, Semoga ilmu yang disampaikan dapat memberikan manfaat bagi kita semua... Semoga Allah memberikan keberkahan pada kita semua dan mempertemukan kembali pada ...

Selengkapnya

Al Quran & Watercycle

Water Cycle adalah salah satu fenomena alam berputarnya air dari bumi ke langit yang terjadi terus menerus. Secara sederhana, apabila kita bagi ke dalam beberapa tahapan maka kita bisa simpulkan : 1. Air kembali turun ke bumi yang kita kenal dengan ...

Selengkapnya

Taubat dan cobaan ..

Mencoba sharing sesuai dengan pertanyaan salah satu sahabat di forum majelis ta’lim Al Ashr di FB, tentang, “Mengapa jika kita hendak bertaubat, banyak sekali cobaan yang kita hadapi”. Marilah kita mulai dulu dari pengertian kata taubat. Taubat berm...

Selengkapnya

Ilmu dan Iman

Risalah Wanita (EPS 7) Tentunya, kita pernah mendengar, bagaimana perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan hak wanita..Salah satu perjuangan yang Beliau anggap penting adalah mendirikan sekolah bagi kaum wanita.Karena pada waktu itu, salah satu pe...

Selengkapnya

Gerakan 7F..!

Gerakan 7 F Bidik Islam, Bagian Pertama. Dalam sebuah hadits dijelaskan salah satu “tanda-tanda” segera tibanya Hari Kiamat adalah keluarnya binatang melata besar dari perut bumi. Pada bukunya berjudul, Dajal & Simbol Setan, Toto Tasmara menaf...

Selengkapnya

More in: Inspirasi

-
+
9

Video Jalan Inspirasi..