"Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab". (QS: 40:40)

Komentar

Suka Situs Ini...?

www.radiorisalah.com

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini :27
mod_vvisit_counterKemarin :201
mod_vvisit_counterMinggu ini :351
mod_vvisit_counterMinggu Lalu :1143
mod_vvisit_counterBulan ini :1855
mod_vvisit_counterBulan Lalu0
mod_vvisit_counterSemua :546309

Sedang Online: 5
IP Anda : 54.161.181.49
,
Today: Oct 21, 2014

Artikel dibaca

Content View Hits : 907060



Informasi & Registrasi : SMS : 0813-21204471 - 081-802003336 - Pin BB : 21A16470

User Rating: / 42
PoorBest 

Tulisan ini adalah jawaban untuk share dengan salah satu sahabat yang mengajukan pertanyaan di forum majelis ta’lim Al Ashr di facebook..

Dalam pertanyaan ini setidaknya ada beberapa hal yang perlu kita cermati,..

Yang pertama adalah hubungan antara hati dan niat..

Secara singkat, niat adalah salah satu bentuk keinginan yang datangya dari hati, dan hal ini sangat dipengaruhi oleh pikiran seseorang, yang juga dipengaruhi oleh ilmu seseorang..

Ilustrasinya...

Seorang ibu di datangi oleh seorang sales yang menawarkan kompor..

Pada tahapan yang pertama, Ibu tersebut belum tertarik atau berniat untuk membeli kompor tersebut..

Tetapi setelah sales tersebut menjelaskan kegunaan kompor tersebut dengan harga yang murah...

Maka, pada tahapan yang kedua, Ibu tersebut mulai sedikit tertarik untuk membeli kompor tersebut, tetapi masih ragu-ragu...

Dan pada tahapan yang ketiga, Ibu tersebut mulai bertanya-tanya tentang kompor tersebut, berapa harganya, bagaimana aftersalesnya, bagaimana perawatannya, dan segudang pertanyaan lainnya..

Setelah informasi yang diperlukan di dapatkan oleh Ibu tersebut, mulailah timbul niat untuk membeli kompor tersebut..

Sampai pada akhirnya, Ibu tersebut membeli kompor tersebut dan memanfaatkannya dalam kegiatan memasakan sehari-hari...

Ilustrasi di atas bisa kita gunakan juga untuk pendekatan dalam memahami hubungan antara informasi / ilmu yang mempengaruhi hati dan melahirkan niat sampai terbentuklah satu perbuatan (amal).

Melalui pendekatan dari ilustrasi di atas, dalam konteks ibadah, seseorang sebaiknya harus mengetahui (memiliki informasi / ilmu) yang cukup agar tergerak hatinya dan melahirkan niat untuk melakukan amal kebaikan. Jika ilmu yang ia miliki kurang, maka ibadah dapat dipastikan akan menjadi satu beban yang memberatkan dirinya. Tetapi, jika ilmu yang ia miliki cukup, maka ibadah merupakan satu kebutuhan bagi dirinya.

Hal ini sebagaimana dinyatakan melalui hadits Rasulullah ; “ Sesungguhnya amal (perbuatan) itu bergantung dari niatnya....”. Yang juga semakna dengan ungkapan ulama bahwa ‘amal (perbuatan) tanpa ilmu sesat, dan ilmu tanpa amal lumpuh”. Jadi bisa kita simpulkan, bahwa , ilmu sangat mempengaruhi hati, membentuk niat, dan mempengaruhi amal (perbuatan) seseorang dalam segala aspek kehidupannya.

Ibadah sesungguhnya merupakan satu kebutuhan bagi manusia, Al Quran menyatakan hal ini di banyak sekali ayat ayat-nya. Salah satunya bentuk ibadah adalah shalat. Hanya melalui informasi yang cukup (ilmu) yang dapat merubah paradigma kita tentang shalat. Dari shalat merupakan satu kewajiban, menjadi shalat merupakan satu kebutuhan. Satu kebutuhan sudah pasti wajib di penuhi, tetapi satu kewajiban belum tentu kita membutuhkannya. Terkadang, jika kita tidak merasa membutuhkan, maka kewajiban untuk memenuhinya pun boleh jadi sering di lalaikan. Maka, untuk tetap menjaga hati dan niat dalam beribadah, yang perlu kita lakukan adalah menambah informasi (ilmu) yang cukup agar dapat merubah paradigma kita tentang ibadah itu sendiri.

Hal yang kedua adalah istiqomah atau kontinuitas dalam beribadah...

Mari kita kembali pada ilustrasi seorang ibu dan sales yang menawarkan kompor.

Ternyata, setelah timbul niat untuk membeli kompor tersebut, harganya cukup mahal, dan sang ibu tersebut hanya bisa membeli kompor tersebut dengan pembayaran angsuran. Katakanlah, harga kompor tersebut Rp. 500.000, dan si ibu harus membayar angsuran sebesar Rp. 50.000 setiap bulannya.

Karena niat yang teguh untuk mendapatkan kompor tersebut, maka Ibu tadi memberikan komitmennya untuk membeli kompor tersebut dengan pembayaran angsuran sebesar Rp. 50.000 setiap bulannya, selama 10 bulan.

Ilustrasi ini bisa kita gunakan sebagi pendekatan untuk memahami istiqomah dalam konteks ibadah. Salah satu makna dari Istiqomah adalah melakukan kebaikan secara terus-menerus (berkesinambungan / konsisten). Kebaikan yang dilakukan oleh manusia terus menerus disebabkan karena manusia juga membutuhkan kebaikan terus menerus selama hidupnya di dunia. Dan yang lebih besar lagi adalah mendapatkan kebaikan yang ia lakukan di dunia secara terus menerus itu untuk kehidupan di akhirat.

Surga adalah tempat yang di idamkan oleh setiap manusia, tempat kembali yang penuh dengan kenikmatan, keindahan yang belum pernah manusia rasakan. Ini adalah satu pencapaian besar yang perlu upaya dan pengorbanan. Dan untuk melakukan hal itu, tiada kata lain selain istiqomah.

Jika disimpulkan, maka untuk menjaga hati dan niat dalam istiqomah dalam beribadah adalah ;

1. Perbanyaklah ilmu melalui majelis ta’lim, buku-buku, dll. Karena ilmu akan membentuk keyakinan, dan keyakinan akan mendorong amal. Niat termasuk dalam amal yang berasal dari hati. Dan pada akhirnya, hanya dengan ilmu, ibadah merupakan satu kebutuhan, dan bukan merupakan kewajiban yang membebani diri kita.

2. Dalam konteks perjalanan manusia, surga adalah tempat kembali bagi mereka yang mendapatkan ridho Allah. Dan ini merupakan satu hal yang besar, yang tidak bisa kita dapatkan kecuali dengan istiqomah, mendapatkan kebaikan terus menerus adalah satu hal yang kita inginkan, dengan demikian, lakukanlah kebaikan secara terus menerus.

Segala kebaikan datangnya dari Allah, segala kekhilafan datangnya dari penulis, mohon di maafkan. Wallahu ‘alam.

Lainnya..

Wujud Syahadat

Risalah Wanita (Eps 11)Kisah Wanita Sholehah : Menantu 'Umar Bin Khatab Pada satu saat ketika ‘Umar Bin Khatab sedang mengadakan inspeksi di Madina, Beliau merasa kelelahan, dan pada tengah malam itu ia bersandar pada sebuah dinding. Tiba-tiba ...

Selengkapnya

Dekadensi Moral

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebenci...

Selengkapnya

Karakter Yahudi

Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Berbicara tentang karakter Bani Israil (orang-orang Yahudi), kita ketahui dalam sejarah memang orang-orang Yahudi tergolong orang yang telah banyak diberikan limpahan karunia-Nya, di antaranya telah diberikan mak...

Selengkapnya

Tentang Puasa

Risalah Wanita (Eps 14) Jika saja ada…, Sebuah Mall terkenal yang menjual berbagai macam produk dari mulai rumah tangga, pakaian, alat kecantikan, makanan dan minuman, memberikan diskon khusus tanpa ketentuan dan syarat belaku, bagi setiap pemb...

Selengkapnya

Memandang Poligami

Pada zaman sebelum diturunkannya Al Qur’an, kaum wanita boleh dikatakan, hampir tidak memiliki kemuliaan, rujuklah pada sejarah kaum wanita terdahulu yang banyak ditulis dalam berbagai risalah. Salah satu penyebabnya, boleh jadi karena adanya pemikir...

Selengkapnya

Belajar dari Alam

Risalah Wanita (EPS 26) (Mencetak anak yang sholeh) Allah memberikan alam raya ini selain untuk dinikmati, tetapi juga untuk di tafakuri, marilah kita mengambil satu pelajaran dari buah yang tumbuh… Tentunya buah yang bagus bentuknya, man...

Selengkapnya

Bahaya Kemunkaran Ilmu

  Bahaya Kemunkaran Ilmu Oleh : Tardjono Abu Muas   "Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selal...

Selengkapnya

Kiat mencetak anak yang sholeh

Pada umumnya, setiap orang tua menginginkan anak yang sholeh, anak yang memiliki kepribadian yang baik. Secara singkat, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan anak yang sholeh :

Selengkapnya

Yes, I am… wanna to be happy, always…!

“Kebahagiaan tidak dicapai dengan jerih payah; kebahagiaan diperoleh dengan mengurangi keinginan.” Perilaku kita akan memperlihatkan, bahwa kita bahagia. Jika dalam pandangan kita tidak ada bedanya, hidup dan mati, penjara dan istana, miskin dan ka...

Selengkapnya

Empowering Spiritual Power Training

Alhamdulillah, selama bulan Ramadhan 1431 H Pelatihan singkat Empowering Spiritual Power telah di gelar beberapa tempat Bandung..... Sebelum bulan ramadhan, Forum Majelis Ta'lim Sebandung Raya menggelar acara Tarhib Ramadhan yang di hadiri oleh pa...

Selengkapnya

Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanita

Risalah Wanita (EPS 28) “Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. (HR. Bukhari dan Muslim) Surga dan n...

Selengkapnya

Pentingnya Proses

Empowering Spiritual Power Dalam ayat : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demi...

Selengkapnya

Jalan Inspirasi "Pengusaha Sukses Dunia

Alhamdulillah... Terima kasih kepada sahabat yang telah berpartisipasi pada kegiatan kami, Semoga ilmu yang disampaikan dapat memberikan manfaat bagi kita semua... Semoga Allah memberikan keberkahan pada kita semua dan mempertemukan kembali pada ...

Selengkapnya

Mengingat Kehidupan Akhirat

Mengingat Kehidupan Akhirat Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA   “Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih” (Al Israa’, 17:10)   Untuk mengingat kehidupan akhirat, kini...

Selengkapnya

Narsisme..

Risalah Wanita (EPS 20) “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka den...

Selengkapnya

Indahnya Ukhuwwah Islamiyyah

Indahnya Ukhuwwah Islamiyyah Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA   “Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka turutilah ia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), maka kalian bercerai-berai dari jalan-Nya. Demikianlah yang di...

Selengkapnya

Tentang Surat

Risalah Wanita (Eps 2) Surat adalah salah satu bentuk komunikasi antar manusia yang lebih khusus untuk hubungan yang khusus dan memilik arti tersendiri bagi si penulis dan penerima. Seperti surat keputusan, surat berharga, surat permohonan, surat la...

Selengkapnya

Antara Jiwa dan Jasad

Kejadian ketika Allah mengambil kesaksian dan sumpah dari setiap jiwa memberikan informasi kepada kita, bahwa pada hakikatnya, manusia adalah makhluk spiritual. Kemudian, setelah kesaksian setiap jiwa di alam ruh / jiwa itu, maka Allah melalui mekani...

Selengkapnya

Warisan Berharga

Warisan Berharga Oleh : Abu Muas Tardjono Alangkah bahagianya, selaku orangtua yang pada saat-saat akhir hayatnya dapat meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi putra-putrinya. Saat-saat akhir hayatnya, ia bukan harus sibuk dengan pembagian h...

Selengkapnya

Kesuksesan

Empowering Spiritual Power (1) Kita sering mendengar kata sukses. Tentunya kita semua ingin menjadi orang yang sukses. Dalam pandangan manusia, mungkin kesuksesan itu adalah, menjadi kaya, memiliki keluarga yang terlihat harmonis, mendapatkan pujia...

Selengkapnya

Tentang Musibah

Mensikapi bencana yang terjadi di Indonesia, melalui sudut pandang Al Quran Kata musibah dalam Al Quran berarti, sesuatu yang menimpa manusia, baik berupa hal yang positif maupun yang negatif. Tetapi, dalam perkembangannya, kata musibah itu lebih be...

Selengkapnya

Tentang Do'a (Bag 2)

Apakah do'a orang kafir di kabulkan...? "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?"(Q...

Selengkapnya

Transformasi Pribadi Muslim

Bab 1. Pendahuluan18-Mar-09 Transformasi Pribadi Muslim “Allah berfirman: Dan tiada suatu yang lebih Ku-sukaiDaripada pendekatan hamba-Ku kepada-Ku.Dengan menjalankan apa yang Aku wajibkan kepadanya.Disamping itu selama ...

Selengkapnya

Al Quran & Watercycle

Water Cycle adalah salah satu fenomena alam berputarnya air dari bumi ke langit yang terjadi terus menerus. Secara sederhana, apabila kita bagi ke dalam beberapa tahapan maka kita bisa simpulkan : 1. Air kembali turun ke bumi yang kita kenal dengan ...

Selengkapnya

More in: Inspirasi

-
+
9

Video Jalan Inspirasi..