





![]() | Hari ini : | 40 |
![]() | Kemarin : | 34 |
![]() | Minggu ini : | 181 |
![]() | Minggu Lalu : | 87 |
![]() | Bulan ini : | 262 |
![]() | Bulan Lalu | 185 |
![]() | Semua : | 20392 |
IP Anda : 38.107.191.117
,
Today: Mar 10, 2010
- Istri menggugat cerai...?
- Pemimpin dalam Islam
- Bolehkah menikah beda agama...?
- Tentang Do'a (Bag 2)
- Tentang Tafsir
- Hati, Niat & Istiqomah..
- Kisah Siti Khadijah
- Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanita
- Wanita pilihan Allah
- Kisah Siti Hajar
- Kiat mencetak anak yang sholeh
- Tentang Musibah
- Taubat dan cobaan ..
- Tentang Do'a
- Akhlaq kepada lingkungan
- Tentang Musibah
- Kenangan terindah..
- Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanita
- Lembaran kertas putih
- Belajar dari Alam
- Wanita pilihan Allah
- Lelaki Pilihan Allah
- Tentang Pernikahan
- Tentang Cinta
- Rahasia dan resep kecantikan Audrey Hepburn
- Narsisme..
- Kisah Siti Hajar
- Haji, Jihadnya kaum wanita
- Kisah Siti Khadijah
- Produktivitas dalam islam
Video Clip -Perjalanan Manusia
Tentang Tafsir
Tafsir
Ulama mengatakan bahwa, tafsir dalam konteks Al Qur’an adalah :Membuka secara maknawi dengan memperjelas arti-arti yang tertangkap dari zahir redaksional.
Tafsir secara garis besar ada dua macam :
• Tafsir bil ma’tsur atau dengan riyawat
• Tafsir bir Ro’yi atau dengan dirayah (ilmu pengetahuan).
• Tafsir yang diketahui oleh orang Arab dari kalamnya.
• Tafsir yang tidak seorangpun dimaafkan atas ketidaktahuannya.
• Tafsir yang diketahui oleh para ulama.
• Tafsir yang hanya diketahui oleh Allah saja.
Tafsir Al Qur’an
Dalam sebuah hadits tertulis ; Ketika Rasulullah saw mengutus Muadz bin jabbal ke yamman, Rasulullah bertanya, “dengan apa engkau akan memutuskan hukum”, Mu’adz menjawab “dengan kitab Allah”, Beliau bertanya, “jika engkau tidak mendapatkannya”, ia menjawab, “dengan sunnah Rasulullah”. Beliau berkata lagi, “jika tidak engkau dapatkan juga ?”. ia menjawab, “aku akan menggunakan rasioku (potensi pikiran, dan Aqal)”. Mendengar itu, Rasulullah saw menepuk dadanya dan bersabda” puji syukur kepada Allah yang telah menunjukkan utusan Rasul-Nya kepada apa yang membuat gembira Rasulullah saw.Melalui hadits ini, setidaknya kita bisa mendapatkan metode yang ideal dalam mentafsirkan Al Quran.
Metode yang ideal
Tafsirul ayat bil ayat (Ayat dengan Ayat)
Rasulullah saw bersabda; “apakah kalian diperintahkan untuk melakukan hal ini, ataukah kalian diciptakan untuk ini !. Kalian mengkonfrontasi satu bagian Al Qur’an dengan bagian lainnya, sementara Allah menurunkan kitab-Nya untuk saling membenarkan satu sama lainnya”. (HR Bukhari).
Imam Muhammad bin Ibrahim al-Yamani / Ibnul Wazir berkata :
Tafsir Al Qur’an dengan Al Qur’an adalah diulangnya penyebutan suatu hal dan dalam satu ayat diungkapkan dengan lebih jelas dan terperinci dari ayat lainnya.
Alfatihah ayat 1. Kata Rabb diterangkan dalam ayat ini pada surat Al a’la 1-3. Atau pada surat lainnya Asy-syu’aro :23-24.
Penjelasan tambahan dari ayat lainnya yang juga berhubungan dengan topik yang dibahas.
Rasulullah saw bersabda : “Ketahuilah, aku diberikan Al Qur’an dan semisalnya bersamanya”. (HR Ahmad dan Abu daud).
Kehati-hatian dalam hal ini adalah ; mencermati kedudukan hadits.
Menggunakan tafsir para sahabat dan tabi’in
Perbedaan dan kedudukan para sahabat dan tabi’in adalah mereka adalah yang dibimbing langsung oleh Rasulullah saw, dan mereka adalah yang melihat langsung ‘qoroin’ (indikator) sebab turunnya ayat, mereka terlibat langsung dengan ayat-ayat itu, ditambah lagi dengan ketinggian ilmu mereka dalam bahasa yang terakumulasi dari pergaulan dan lingkungan hidup mereka, kejernihan pemahaman mereka, keaslian fitrah mereka, dan kekuatan keyakinan mereka.Ibnu Taimiyah berkata; jika engkau tidak menemukan tafsir suatu ayat dalam Al Qur’an dan juga dalam Sunnah, maka engkau harus mencari hal itu dalam perkataan sahabat. Karena mereka adalah orang yang paling mengetahui qoroin (indikator) turunya satu ayat. Juga karena mereka memiliki pemahaman yang sempurna dan ilmu yang benar. Terutama para ulama dan tokoh mereka, seperti Al Khulafa ar-rasyidin (Abu bakar, Umar bin khatab, Utsman bin Affan, Ali bin abi tholib), imam yang mendapatkan hidayat.
Rasulullah saw bersabda; “Ya Allah, berilah ia pemahaman dalam urusan agama, dan ajarkanlah dia takwil (ilmu tafsir)”. (HR Bukhari, muslim, Ahmad). Yang dimaksud dengan do’a ini adalah Abdullah bin Abbas (Ibnu Abbas).
Selanjutnya, jika tidak mendapatkan dari imam yang empat diatas, maka kembalilah kepada para tabi’in, ibnu taimiyah mengatakan mereka antara lain adalah: Mujahid bin jabbar, Qotadah, Sa’id bin Jubair, Ikrimah, Ibnu Abbas, Atha’, Hasan Al Basri, Masruq, Ibnu Musayab, Abi Al-Aliah, Dhahhak bin muzhim dan lainnya.
Mengambil kemutlakan bahasa
Al Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, maka mengambil kemutlakan, istilah, kekhususan, akar kata yang sesuai dengan konteks pada zaman diturunkannya Al Qur’an adalah yang dimaksud dalam hal ini.Banyak kata yang berkembang sesuai dengan sejalannya waktu dan zaman, maka kata-kata itu tidak dapat kita gunakan dalam memahami Al Qur’an, tetapi kita tetap harus mengambilnya sesuai dengan konteks dan kaidah bahasa yang digunakan pada masa itu.Hal ini juga menunjukkan kepada kita bahwa kita harus memperhatikan kata-kata dalam memahami ayat Al Qur’an, disamping keumuman bahasa arab pada waktu itu.
Memperhatikan konteks kalimat
Az-Zarkasyi mengatakan : Petunjuk konteks, hal ini sangat membantu untuk memperjelas sesuatu yang mujmal (global), dan menentukan tidak adanya kemungkinan makna lain selain yang dikehendaki, mengkhususkan yang umum, mengikat yang mutlak dan keberagaman pengertian. Ia adalah petunjuk paling kuat untuk mengetahui tujuan dari kalimat tersebut.
Contoh lainnnya adalah seperti kata Al Kitab, banyak sekali ditemukan di dalam Al Qur’an, ada yang menunjuk kepada Al Qur’an itu sendiri, ada yang menunjuk kepada kitab lain, ada juga yang menunjuk kepada catatan amal, dll. Untuk memahami yang mana kata ini digunakan dan ditujukan, maka konteks kalimat adalah cara yang paling tepat dalam hal ini.
Kekhususan sebab dan generalitas lafal.
Dengan adanya hal ini maka, Al Qur’an adalah satu bacaan yang bersifat universal dan berlaku sepanjang masa.
Memperhatikan asbabun nuzul
“Mengetahui Asbabun nuzul adalah wajib bagi mereka yang ingin mengetahui ilmu Al Qur’an”.Asbabun nuzul digunakan dalam : Tujuan dari ayat tersebut kepada siapa, konteks turunnya ayat tersebut, pelaku yang di tuju dalam ayat tesebut, redaksional ayat tersebut dan banyak hal lainnya.
Ketidak tahuan terhadap asbabun nuzul ini akan membawa kepada kesamaran dan kesulitan, dan sifat nash-nash yang tampak adalah general, sehingga bisa saja terjadi perselisihan pendapat karena hal tersebut.
Satu hari Umar bin khatab duduk merenung, mengapa umat ini akan berbeda-beda pendapatnya, sedangkan Nabi-Nya satu dan kiblatnya satu”. Ibnu Abbas berkata, “ Wahai Amirul mu’minin, Al Qur’an diturunkan kepada kita, dan kita membacanya, serta mengetahui mengapa ia diturunkan. Sedangkan orang setelah kita adalah orang-orang yang membaca Al Qur’an namun mereka tidak tahu tentang apa ia di turunkan, kemudian mereka mengutarakan pendapat tentang hal itu. Dan jika mereka mulai mengeluarkan pendapat, maka merekapun mulai berselisih, dan jika mereka telah berselisih pendapat, maka merekapun akan berperang”.
Memang saat ini mendapat asbabun nuzul dengan riwayat yang shohih sangat sedikit sekali, dan jika kita tidak temukan asbabun nuzul dari sati ayat secara jelas, maka kita bisa menggunakan beberapa hal yang telah di uraikan di atas. Namun, jika asbabun nuzul itu bertentangan dengan apa yang ada di dalam Al Qur’an itu sendiri, ulama mengatakan bahwa asbabun nuzul tidak dapat dijadikan pegangan dalil, karena boleh jadi kemungkinannya karena lemahnya periwayatan. Kehati-hatian terhadap periwayatan ini perlu menjadi perhatian bagi kita semua. Dan kembali kepada pendapat para imam, dan tabi’in adalah cara terbaik dan teraman dalam mensikapi hal ini.
Menggabungkan kedua metode tafsir (riwayat dan dirayah)
Berijtihad adalah jalan terakhir.
(Disarikan dari tulisan DR. Yusuf Qorodhowi, Interaksi dengan Al Quran, dan dari materi Training Tadabur Al Quran)
Lainnya..
Lembaran kertas putihRisalah Wanita (EPS 27)Tips dalam mendidik anakSeorang anak yang baru lahir itu ibarat sebuah kertas kosong, tinggal peran orang tua dan lingkungannya yang berpengaruh terhadap anak ters... Selengkapnya |
Memandang PoligamiPada zaman sebelum diturunkannya Al Qur’an, kaum wanita boleh dikatakan, hampir tidak memiliki kemuliaan, rujuklah pada sejarah kaum wanita terdahulu yang banyak ditulis dalam berbagai risalah. Salah satu penyebabnya, boleh ... Selengkapnya |
Ucapan dan tindakanPerkataan dan perbuatan adalah dua hal yang berbeda, dan keduanya merupakan juga hal yang penting untuk diperhatikan. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat : “Wahai orang-orang beriman, mengapa engkau mengatakan ... Selengkapnya |
Haji, Jihadnya kaum wanitaRisalah Wanita (EPS 18) Setiap orang tentunya akan senang jika ia diperlakukan dengan perlakuan yang khusus, atau spesial. Biasanya, satu bentuk perlakuan khusus sangat berkaitan erat deng... Selengkapnya |
Tentang TafsirTafsirTafsir menurut bahasa adalah menjelaskan dan menerangkan. Terambil dari kata al-fasr yang bermakna menjelasakan dan membuka. Dalam kamus dikatakan bahwa makna al-fasru adalah menjelaskan dan membuka sesuatu yang tertutup. Ulama ... Selengkapnya |
Ilmu dan ImanRisalah Wanita (EPS 7)Tentunya, kita pernah mendengar, bagaimana perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan hak wanita..Salah satu perjuangan yang Beliau anggap penting adalah mendirikan sekolah bagi kaum wanita.Karena pada waktu itu, ... Selengkapnya |
Berlatih Ikhlash...Mencoba sharing sesuai dengan pertanyaan salah satu sahabat di di FB, “Apakah ada do'a untuk tidak berpikiran negatif kepada orang yang telah di bantu....dan agar hati tidak gusar.....?”. Alhamdulillah, semoga ... Selengkapnya |
Tentang Do'a (Bag 2)Apakah do'a orang kafir di kabulkan...? "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai ... Selengkapnya |
Tentang PuasaRisalah Wanita (Eps 14) Jika saja ada…, Sebuah Mall terkenal yang menjual berbagai macam produk dari mulai rumah tangga, pakaian, alat kecantikan, makanan dan minuman, memberikan ... Selengkapnya |
Wanita dlm pandangan duniaRisalah Wanita (Eps 5) “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri ... Selengkapnya |
Produktivitas dalam islamRisalah Wanita (Eps 16) Zakat, termasuk dalam rukun islam yang juga merupakan dari wujud keimanan seseorang. Dalam konteks rukun islam, Zakat sangat berkaitan dengan syahadat, shalat dan puasa yang ... Selengkapnya |
Tentang IslamIslam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi tanpa paksaan. Sedangkan islam secara makna, maka ... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi |
||
- + 12 |
||








