





![]() | Hari ini : | 43 |
![]() | Kemarin : | 34 |
![]() | Minggu ini : | 184 |
![]() | Minggu Lalu : | 87 |
![]() | Bulan ini : | 265 |
![]() | Bulan Lalu | 185 |
![]() | Semua : | 20395 |
IP Anda : 38.107.191.117
,
Today: Mar 10, 2010
- Istri menggugat cerai...?
- Pemimpin dalam Islam
- Bolehkah menikah beda agama...?
- Tentang Do'a (Bag 2)
- Tentang Tafsir
- Hati, Niat & Istiqomah..
- Kisah Siti Khadijah
- Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanita
- Wanita pilihan Allah
- Kisah Siti Hajar
- Kiat mencetak anak yang sholeh
- Tentang Musibah
- Taubat dan cobaan ..
- Tentang Do'a
- Akhlaq kepada lingkungan
- Tentang Musibah
- Kenangan terindah..
- Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanita
- Lembaran kertas putih
- Belajar dari Alam
- Wanita pilihan Allah
- Lelaki Pilihan Allah
- Tentang Pernikahan
- Tentang Cinta
- Rahasia dan resep kecantikan Audrey Hepburn
- Narsisme..
- Kisah Siti Hajar
- Haji, Jihadnya kaum wanita
- Kisah Siti Khadijah
- Produktivitas dalam islam
Video Clip -Perjalanan Manusia
Tentang Do'a (Bag 2)
Apakah do'a orang kafir di kabulkan...?
"Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan doa orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka".(QS 13 : 14).
Melalui ayat ini kita bisa memahami, mereka yang menyembah selain Allah mereka do'a mereka tidaklah pernah di kabulkan sampai hari kiamat oleh sesembahan mereka. Tetapi pada kenyataannya, dalam keseharian, kita seringkali melihat ada teman atau orang yang berdo'a kepada selain Allah, lalu mereka menyatakan bahwa do'a mereka di kabulkan...?
ilustrasinya seperti seorang yang berdo'a (kepada selain Allah) agar ia dapat naik jabatan, dan tiba-tiba beberapa saat kemudian dia mengabarkan pada bahwa dirinya memang naik jabatan. Atau, ketika seseorang berdoa (kepada selain Allah) agar ia diberikan rezeki untuk membeli rumah baru dan mobil baru, lalu beberapa saat kemudian, ia datang ke hadapan kita dengan berita do'a-nya sudah dikabulkan karena rumahnya sekarang baru dan mobilnya juga baru.
Berkaitan dengan ayat ini dan fenomena ini, maka pertanyaannya adalah, apakah esensi dari do'a itu sendiri..?
Secara bahasa, do'a bermakna mengharapkan hadirnya satu kebaikan, permohonan, permintaan.
Dalam konteks berdo'a (mengharapkan satu kebaikan, permohonan, permintaan) hal ini sangat erat kaitannya setidaknya dengan dua hal, pengetahuan (ilmu) dan keinginan seseorang.
Ilustrasinya adalah ; seseorang loper koran berkeinginan membeli sepeda motor, karena sejauh pengetahuan (ilmu) yang ia miliki, jika ia memiliki sepeda motor, maka hal itu akan memberikan kebaikan untuk dirinya. Dengan ilmu dan keinginan yang ia miliki, maka ia berdoa kepada Allah, agar dimudahkan rezeki untuk membeli sepeda motor. Hal inilah yang biasanya terjadi pada kebanyakan manusia. Pemahaman umum dari ber-doa adalah, memohon kepada yang mereka sembah agar keinginannya (apapun juga) dapat tercapai.
Di dalam Al Quran hal ini dinyatakan dengan jelas melalui kisah Karun ;
"Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar". Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar". Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang- orang yang mengingkari (nikmat Allah)". (QS 28:79-82)
Ayat diatas memperlihatkan kepada kita tentang hubungan antara keterbatasan ilmu yang mendorong satu keinginan. Dan lebih jauh lagi, untuk mewujudkan keinginan tersebut seseorang akan melakukan berbagai upaya, dan salah satunya adalah doa. Hal ini sebagaimana yang mereka ucapkan, ""Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun".
Hal ini berbeda dengan orang yang diberi ilmu pengetahuan, ilmu dan keinginan mereka tersirat melalui ucapan mereka ""Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar".
Dan ketika Allah menenggelamkan Karun berserta seluruh hartanya, maka orang yang tadinya bercita-cita ingin seperti Karun, tersadarkan, bahwa Allah telah memberikan karunia-Nya kepada mereka, lebih baik dari apa yang mereka cita-citakan.
Kisah ini semakna dengan sabda sebuah hadits Rasulullah saw ;
“Tidak ada seorang muslim pun yang berdo'a dengan do'a yang tidak mengandung dosa dan memutuskan hubungan silaturahmi, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu dari tiga hal: dikabulkan do’anya; ditangguhkan hingga hari kiamat; atau dijauhkan dari suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri)
Setidaknya, ada 4 hal yang perlu kita cermati melalui hadits diatas ;
- Allah akan mengabulkan doa, selama doa itu tidak mengandung kemaksiatan.
- Allah akan mengabulkan doa seseorang jika syaratnya telah terpenuhi sedangkan cepat atau lambat doa-nya dikabulkan sudah di uraikan pada risalah sebelumnya.
- Allah akan menangguhkan do'anya hingga hari kiamat kelak.
- Allah akan mengganti doa tersebut dengan yang lebih baik. Hal ini sama seperti kisah mereka yang bercita-cita seperti Karun.
Jika di ilustrasikan, ada seseorang yang sangat menginginkan kekayaan, lalu pada setiap malam ia melaksanakan shalat tahajud, agar keinginannya untuk menjadi kaya dapat tercapai. Tetapi, waktu demi waktu, kekayaan yang dinantinya itu tidaklah kunjung datang. Melalui ilustrasi ini apakah do'a orang tersebut tidak dikabulkan..? Jawabannya, do'a tersebut sesungguhnya telah di kabulkan oleh Allah, tetapi, dimana Allah memilihkan yang terbaik untuk hamba-Nya tersebut, itulah yang kita tidak tahu, apakah memang akan terkabul dalam waktu yang tidak lama lagi, ataukah akan dikabulkannya pada hari kiamat, atau, Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang diminta oleh sang hamba.
Boleh jadi, Allah tidak segera memberikan kekayaan, karena jika kekayaan itu di titipkan kepada sang hamba, maka hamba itu akan berhenti melakukan shalat tahajud, atau hamba itu akan terlena dengan kekayaannya, dan lambat laun ia akan berhenti beribadah kepada Allah. Dan Allah tidak menghendaki hal itu terjadi pada hamba-Nya .
Inilah hakikat dari do'a yang perlu kita pahami, sehingga Rasulullah saw bersabda, "inti dari ibadah itu adalah do'a". Karena do'a adalah salah satu bentuk penyerahan diri, tawakal seorang hamba kepada Allah, Dzat yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya, baik untuk saat ini, maupun untuk kehidupan hamba-Nya di masa mendatang, bukan terwujudnya semua keinginan dari apa yang di inginkan oleh seseorang, karena manusia, sesungguhnya tidaklah mengetahui dengan pasti apa yang terbaik bagi dirinya sendiri, jika ia memandang kehidupan dunia ini hanyalah sementara.
Jika demikian, maka jelaslah fenomena yang kita lihat di sekitar kita, jika ada seseorang yang berdo'a kepada selain Allah, lalu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan di dunia ini, itu bukanlah satu bentuk dari terkabulnya do'a, walaupun ia mendapatkan apa yang di cita-citakannya. Karena belum tentu, ketika keinginan seseorang itu terpenuhi, hal itu akan berdampak baik baginya untuk kehidupan dunia dan akhirat. Sedangkan do'a, adalah harapan seseorang agar hadirnya satu kebaikan, dan hanya Allah sajalah yang paling mengetahui kebaikan apa yang terbaik untuk hamba-Nya, dan ketika permohonan atas satu kebaikan telah diminta oleh seorang hamba kepada Allah, maka wajiblah bagi dirinya untuk bertawakal kepada Allah, mempercayakan bahwa apa yang diberikan Allah adalah yang terbaik bagi dirinya.
Maka jelaslah apa yang dimaksud Allah melalui ayat-Nya ;
"Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?"(QS 46:5)
Karena yang mereka sembah (selain Allah) sama sekali tidak dapat memberikan manfaat dan mudhorot bagi kehidupan manusia yang memintanya, hanya Allah saja yang dapat mengabulkan do'a bagi mereka yang telah memenuhi persyaratannya.
Lalu seperti apakah persyaratan yang perlu kita ketahui..?,
Insya Allah akan di uraikan pada kesempatan yang lain..
Wallahu'alam
Lainnya..
Kisah MaryamRisalah Wanita (Eps 15) Surat Maryam yang tertera dalam Al Quran, merupakan bukti bahwa kaum wanita bukanlah kaum yang lemah, kaum tidak dapat dijadikan panutan. Kisah Maryam yang sekaligus ... Selengkapnya |
Akhlaq kepada lingkunganMelalui air Allah jadikan segala sesuatu yang hidup, banyak sekali fakta dari hasil penelitian ilmu pengetahuan modern menyatakan, bahwa hampir seluruh makhluk di bumi ini memerlukan air sebagai salah satu ... Selengkapnya |
Lembaran kertas putihRisalah Wanita (EPS 27)Tips dalam mendidik anakSeorang anak yang baru lahir itu ibarat sebuah kertas kosong, tinggal peran orang tua dan lingkungannya yang berpengaruh terhadap anak ters... Selengkapnya |
Al Quran & WatercycleWater Cycle adalah salah satu fenomena alam berputarnya air dari bumi ke langit yang terjadi terus menerus. Secara sederhana, apabila kita bagi ke dalam beberapa tahapan maka kita bisa simpulkan ... Selengkapnya |
|
Ummat Rasulullah SAWSudahkah kita termasuk ummat Rasulullah Saw..?Dalam sebuah riwayat, ketika seorang hamba masuk ke dalam kuburnya lalu ia menjawab pertanyaan dengan benar, maka ia akan dilapangkan kuburnya dan dihindari dari adzab ... Selengkapnya |
Wanita dlm pandangan duniaRisalah Wanita (Eps 5) “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri ... Selengkapnya |
Wanita, Wali dan Wakil AllahRisalah Wanita (Eps 3): Jika kita memperhatikan Al Quran, seringkali kita temukan kata kami pada ayatnya, misalnya… “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan”. ( Al... Selengkapnya |
Wanita pilihan AllahRisalah Wanita (EPS 25) Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat... Selengkapnya |
Hati, Niat & Istiqomah..Tulisan ini adalah jawaban untuk share dengan salah satu sahabat yang mengajukan pertanyaan di forum majelis ta’lim Al Ashr di facebook.. Dalam pertanyaan ini setidaknya ada beberapa hal yang ... Selengkapnya |
Ucapan dan tindakanPerkataan dan perbuatan adalah dua hal yang berbeda, dan keduanya merupakan juga hal yang penting untuk diperhatikan. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat : “Wahai orang-orang beriman, mengapa engkau mengatakan ... Selengkapnya |
Tentang PernikahanRisalah Wanita (EPS 23) Dalam surat al a'roof ayat 16 di abadikan satu kejadian ; Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi |
||
- + 12 |
||








