





![]() | Hari ini : | 96 |
![]() | Kemarin : | 149 |
![]() | Minggu ini : | 890 |
![]() | Minggu Lalu : | 997 |
![]() | Bulan ini : | 4529 |
![]() | Bulan Lalu | 4586 |
![]() | Semua : | 40944 |
IP Anda : 38.107.191.114
,
Today: Jul 30, 2010
- Pemimpin dalam Islam
- Kisah Siti Khadijah
- Istri menggugat cerai...?
- Hati, Niat & Istiqomah..
- Bolehkah menikah beda agama...?
- Tentang Do'a (Bag 2)
- Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanita
- Tentang Tafsir
- Wanita pilihan Allah
- Kisah Siti Hajar
- Kiat mencetak anak yang sholeh
- Tentang Do'a
- Tentang Musibah
- Taubat dan cobaan ..
- Tentang Cinta
- Wujud Ikhlas dalam Shalat
- Syarat Mencapai Kesuksesan Hakiki
- Kesuksesan
- Hak Cipta adalah Milik Allah..
- Dia begitu Muda… Dia berani Berbicara…
- Yes, I am… wanna to be happy, always…!
- Menjadi tua
- Hidup Adalah Ujian
- Tentang Musibah
- Kenangan terindah..
- Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanita
- Lembaran kertas putih
- Belajar dari Alam
- Wanita pilihan Allah
- Lelaki Pilihan Allah
Video Clip -Perjalanan Manusia
Tentang Do'a (Bag 2)
Apakah do'a orang kafir di kabulkan...?
"Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan doa orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka".(QS 13 : 14).
Melalui ayat ini kita bisa memahami, mereka yang menyembah selain Allah mereka do'a mereka tidaklah pernah di kabulkan sampai hari kiamat oleh sesembahan mereka. Tetapi pada kenyataannya, dalam keseharian, kita seringkali melihat ada teman atau orang yang berdo'a kepada selain Allah, lalu mereka menyatakan bahwa do'a mereka di kabulkan...?
ilustrasinya seperti seorang yang berdo'a (kepada selain Allah) agar ia dapat naik jabatan, dan tiba-tiba beberapa saat kemudian dia mengabarkan pada bahwa dirinya memang naik jabatan. Atau, ketika seseorang berdoa (kepada selain Allah) agar ia diberikan rezeki untuk membeli rumah baru dan mobil baru, lalu beberapa saat kemudian, ia datang ke hadapan kita dengan berita do'a-nya sudah dikabulkan karena rumahnya sekarang baru dan mobilnya juga baru.
Berkaitan dengan ayat ini dan fenomena ini, maka pertanyaannya adalah, apakah esensi dari do'a itu sendiri..?
Secara bahasa, do'a bermakna mengharapkan hadirnya satu kebaikan, permohonan, permintaan.
Dalam konteks berdo'a (mengharapkan satu kebaikan, permohonan, permintaan) hal ini sangat erat kaitannya setidaknya dengan dua hal, pengetahuan (ilmu) dan keinginan seseorang.
Ilustrasinya adalah ; seseorang loper koran berkeinginan membeli sepeda motor, karena sejauh pengetahuan (ilmu) yang ia miliki, jika ia memiliki sepeda motor, maka hal itu akan memberikan kebaikan untuk dirinya. Dengan ilmu dan keinginan yang ia miliki, maka ia berdoa kepada Allah, agar dimudahkan rezeki untuk membeli sepeda motor. Hal inilah yang biasanya terjadi pada kebanyakan manusia. Pemahaman umum dari ber-doa adalah, memohon kepada yang mereka sembah agar keinginannya (apapun juga) dapat tercapai.
Di dalam Al Quran hal ini dinyatakan dengan jelas melalui kisah Karun ;
"Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar". Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar". Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang- orang yang mengingkari (nikmat Allah)". (QS 28:79-82)
Ayat diatas memperlihatkan kepada kita tentang hubungan antara keterbatasan ilmu yang mendorong satu keinginan. Dan lebih jauh lagi, untuk mewujudkan keinginan tersebut seseorang akan melakukan berbagai upaya, dan salah satunya adalah doa. Hal ini sebagaimana yang mereka ucapkan, ""Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun".
Hal ini berbeda dengan orang yang diberi ilmu pengetahuan, ilmu dan keinginan mereka tersirat melalui ucapan mereka ""Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar".
Dan ketika Allah menenggelamkan Karun berserta seluruh hartanya, maka orang yang tadinya bercita-cita ingin seperti Karun, tersadarkan, bahwa Allah telah memberikan karunia-Nya kepada mereka, lebih baik dari apa yang mereka cita-citakan.
Kisah ini semakna dengan sabda sebuah hadits Rasulullah saw ;
“Tidak ada seorang muslim pun yang berdo'a dengan do'a yang tidak mengandung dosa dan memutuskan hubungan silaturahmi, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu dari tiga hal: dikabulkan do’anya; ditangguhkan hingga hari kiamat; atau dijauhkan dari suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri)
Setidaknya, ada 4 hal yang perlu kita cermati melalui hadits diatas ;
- Allah akan mengabulkan doa, selama doa itu tidak mengandung kemaksiatan.
- Allah akan mengabulkan doa seseorang jika syaratnya telah terpenuhi sedangkan cepat atau lambat doa-nya dikabulkan sudah di uraikan pada risalah sebelumnya.
- Allah akan menangguhkan do'anya hingga hari kiamat kelak.
- Allah akan mengganti doa tersebut dengan yang lebih baik. Hal ini sama seperti kisah mereka yang bercita-cita seperti Karun.
Jika di ilustrasikan, ada seseorang yang sangat menginginkan kekayaan, lalu pada setiap malam ia melaksanakan shalat tahajud, agar keinginannya untuk menjadi kaya dapat tercapai. Tetapi, waktu demi waktu, kekayaan yang dinantinya itu tidaklah kunjung datang. Melalui ilustrasi ini apakah do'a orang tersebut tidak dikabulkan..? Jawabannya, do'a tersebut sesungguhnya telah di kabulkan oleh Allah, tetapi, dimana Allah memilihkan yang terbaik untuk hamba-Nya tersebut, itulah yang kita tidak tahu, apakah memang akan terkabul dalam waktu yang tidak lama lagi, ataukah akan dikabulkannya pada hari kiamat, atau, Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang diminta oleh sang hamba.
Boleh jadi, Allah tidak segera memberikan kekayaan, karena jika kekayaan itu di titipkan kepada sang hamba, maka hamba itu akan berhenti melakukan shalat tahajud, atau hamba itu akan terlena dengan kekayaannya, dan lambat laun ia akan berhenti beribadah kepada Allah. Dan Allah tidak menghendaki hal itu terjadi pada hamba-Nya .
Inilah hakikat dari do'a yang perlu kita pahami, sehingga Rasulullah saw bersabda, "inti dari ibadah itu adalah do'a". Karena do'a adalah salah satu bentuk penyerahan diri, tawakal seorang hamba kepada Allah, Dzat yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya, baik untuk saat ini, maupun untuk kehidupan hamba-Nya di masa mendatang, bukan terwujudnya semua keinginan dari apa yang di inginkan oleh seseorang, karena manusia, sesungguhnya tidaklah mengetahui dengan pasti apa yang terbaik bagi dirinya sendiri, jika ia memandang kehidupan dunia ini hanyalah sementara.
Jika demikian, maka jelaslah fenomena yang kita lihat di sekitar kita, jika ada seseorang yang berdo'a kepada selain Allah, lalu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan di dunia ini, itu bukanlah satu bentuk dari terkabulnya do'a, walaupun ia mendapatkan apa yang di cita-citakannya. Karena belum tentu, ketika keinginan seseorang itu terpenuhi, hal itu akan berdampak baik baginya untuk kehidupan dunia dan akhirat. Sedangkan do'a, adalah harapan seseorang agar hadirnya satu kebaikan, dan hanya Allah sajalah yang paling mengetahui kebaikan apa yang terbaik untuk hamba-Nya, dan ketika permohonan atas satu kebaikan telah diminta oleh seorang hamba kepada Allah, maka wajiblah bagi dirinya untuk bertawakal kepada Allah, mempercayakan bahwa apa yang diberikan Allah adalah yang terbaik bagi dirinya.
Maka jelaslah apa yang dimaksud Allah melalui ayat-Nya ;
"Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?"(QS 46:5)
Karena yang mereka sembah (selain Allah) sama sekali tidak dapat memberikan manfaat dan mudhorot bagi kehidupan manusia yang memintanya, hanya Allah saja yang dapat mengabulkan do'a bagi mereka yang telah memenuhi persyaratannya.
Lalu seperti apakah persyaratan yang perlu kita ketahui..?,
Insya Allah akan di uraikan pada kesempatan yang lain..
Wallahu'alam
Lainnya..
Ummat Rasulullah SAWSudahkah kita termasuk ummat Rasulullah Saw..?Dalam sebuah riwayat, ketika seorang hamba masuk ke dalam kuburnya lalu ia menjawab pertanyaan dengan benar, maka ia akan dilapangkan kuburnya dan dihindari dari adzab ... Selengkapnya |
Tentang CintaRisalah Wanita (EPS 22) Cinta yang bersemayan dalam hati, merupakan hal yang banyak mengandung misteri… Pembahasannya tidaklah pernah berakhir…sampai tidak ada lagi manusia yang memi... Selengkapnya |
Krisis Ekonomi..?Banyak manusia yang menjadi ketakutan karena disebabkan krisis ekonomi...Krisis ekonomi tentunya akan berpengaruh dan berkaitan terhadap harta seseorang..Hal ini tentunya akan sangat memperngaruhi kehidupan seseorang..., Bagaimanakah Islam memandang hal ... Selengkapnya |
Hidup Adalah UjianSekelompok Malaikat ditugaskan mengangkat Arsy, ternyata mereka tak mampu melakukannya, sampai Allah mengajarkan kalimat : ALLOHU AKBAR..!!! Dan langit pun terangkat oleh para Malaikat…!!! Maka serulah ALLOHU AKBAR, agar kita ... Selengkapnya |
Ilmu dan ImanRisalah Wanita (EPS 7)Tentunya, kita pernah mendengar, bagaimana perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan hak wanita..Salah satu perjuangan yang Beliau anggap penting adalah mendirikan sekolah bagi kaum wanita.Karena pada waktu itu, ... Selengkapnya |
Lembaran kertas putihRisalah Wanita (EPS 27)Tips dalam mendidik anakSeorang anak yang baru lahir itu ibarat sebuah kertas kosong, tinggal peran orang tua dan lingkungannya yang berpengaruh terhadap anak ters... Selengkapnya |
Dia begitu Muda… Dia berani Berbicara…Sebut saja namanya Wandy. Dia masih begitu muda, usianya mungkin belum menginjak 30 tahun. Tapi tulisan, membuat saya termenung sejenak. Saya tidak tahu apakah dia mengadopsi dari beberapa sumber… atau ... Selengkapnya |
Produktivitas dalam islamRisalah Wanita (Eps 16) Zakat, termasuk dalam rukun islam yang juga merupakan dari wujud keimanan seseorang. Dalam konteks rukun islam, Zakat sangat berkaitan dengan syahadat, shalat dan puasa yang ... Selengkapnya |
Istri menggugat cerai...?Tentunya, kita semua sudah tahu bahwa tujuan pernikahan itu adalah sebagai salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah. Keutamaan sebuah pernikahan sebagaimana yang disabdakan Rasulullah dapat menyelamatkan separuh dari agama ... Selengkapnya |
Tentang ImanRisalah Wanita (Eps 6)Sering kali kita mendengar kata-kata iman. Dalam bahasa arab, semua kata yang terdiri dari alif, mim, dan nun, mengandung makna pembenaran, percaya, dan ketenangan hati. Orang beriman, ... Selengkapnya |
Lelaki Pilihan AllahRisalah Wanita (EPS 24) Banyak sekali ayat-ayat Allah dan hadits Rasulullah yang mengajarkan kepada kaum wanita, agar mereka mendapatkan laki-laki yang Allah pilihkan untuk menjadi suam... Selengkapnya |
Melayani dengan hatiPada 17 agustus tahun 1945, para pemimpin negara dengan berani mengumumkan proklamasi yang menjadikan bangsa Indonesia adalah bangsa yang merdeka di hadapan seluruh bangsa di dun... Selengkapnya |
Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanitaRisalah Wanita (EPS 28) “Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan peng... Selengkapnya |
Hati, Niat & Istiqomah..Tulisan ini adalah jawaban untuk share dengan salah satu sahabat yang mengajukan pertanyaan di forum majelis ta’lim Al Ashr di facebook.. Dalam pertanyaan ini setidaknya ada beberapa hal yang ... Selengkapnya |
Antara Jiwa dan JasadKejadian ketika Allah mengambil kesaksian dan sumpah dari setiap jiwa memberikan informasi kepada kita, bahwa pada hakikatnya, manusia adalah makhluk spiritual. Kemudian, setelah kesaksian setiap jiwa di alam ruh / ... Selengkapnya |
Tentang AmalRisalah Wanita (Eps 9)Dalam ilustrasi lilin pada episode yang lalu, sebagai orang yang percaya bahwa api yang menyala pada lilin itu panas, maka dirinya tidak akan pernah membiarkan tangannya berada ... Selengkapnya |
Kiat mencetak anak yang sholehPada umumnya, setiap orang tua menginginkan anak yang sholeh, anak yang memiliki kepribadian yang baik. Secara singkat, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan anak yang sholeh ... Selengkapnya |
|
Wanita dalam Al QuranRisalah Wanita (Eps 4)Al Quran adalah bentuk kasih sayang Allah, yang bertjuan untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Bukan untuk membebani manusia, atau menyulitkan manusia. Para ulama sepakat, bahwa ... Selengkapnya |
Surat Dari Sang KekasihRisalah Wanita (Eps 13) Dalam pertemuan yang lalu, kita telah membahas sedikit tentang shalat yang merupakan wujud dari syahadat, tentunya… bahasan mengenai shalat ini merupakan ... Selengkapnya |
Transformasi Pribadi MuslimBab 1. Pendahuluan18-Mar-09 Transformasi Pribadi Muslim “Allah berfirman: ... Selengkapnya |
Tentang ShalatRisalah Wanita (Eps 12) Jika pada suatu saat kita di undang oleh seseorang untuk datang ke rumahnya, dan dalam undangan itu kita hanya mengenal nama ... Selengkapnya |
Tentang TafsirTafsirTafsir menurut bahasa adalah menjelaskan dan menerangkan. Terambil dari kata al-fasr yang bermakna menjelasakan dan membuka. Dalam kamus dikatakan bahwa makna al-fasru adalah menjelaskan dan membuka sesuatu yang tertutup. Ulama ... Selengkapnya |
Tentang IslamIslam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi tanpa paksaan. Sedangkan islam secara makna, maka ... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi
|
||
- + 24 |
||








