"Ada tiga orang yang tidak ditolak do'a mereka: (1) Orang yang berpuasa sampai dia berbuka; (2) Seorang penguasa yang adil; (3) Dan do'a orang yang dizalimi (teraniaya). Do'a mereka diangkat oleh Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, "Demi keperkasaanKu, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera."
(HR. Tirmidzi)

Komentar

Suka Situs Ini...?

www.radiorisalah.com

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini :27
mod_vvisit_counterKemarin :162
mod_vvisit_counterMinggu ini :949
mod_vvisit_counterMinggu Lalu :1143
mod_vvisit_counterBulan ini :2453
mod_vvisit_counterBulan Lalu0
mod_vvisit_counterSemua :546907

Sedang Online: 1
IP Anda : 50.16.165.62
,
Today: Oct 25, 2014

Artikel dibaca

Content View Hits : 908092



Informasi & Registrasi : SMS : 0813-21204471 - 081-802003336 - Pin BB : 21A16470

User Rating: / 52
PoorBest 
Tentunya, kita semua sudah tahu bahwa tujuan pernikahan itu adalah sebagai salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah. Keutamaan sebuah pernikahan sebagaimana yang disabdakan Rasulullah dapat menyelamatkan separuh dari agama seseorang. Tetapi, masih banyak memang, ibadah dalam konteks sebuah pernikahan hanya pada saat ritual akad nikah saja, sedangkan ketika dalam menjalani kehidupan rumah tangga, nilai-nilai ibadahnya sering terlupakan.

Hal ini memang sangat wajar, karena salah satu hal yang paling disenangi dari pada berbagai godaan maksiat yang dilakukan oleh manusia adalah menceraikan / memisahkan suami dari istrinya. Jadi dalam kehidupan rumah tangga, seorang muslim sangat harus senantiasa berdzikir agar syaitan tidak menguasai mereka dan terjadilah perpecahan dalam kehidupan rumah tangga. Hal ini sebagaimana dinyatakan melalui ayat ;
"Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi". (58:19)


Setidaknya melalui kedua dasar diatas, bisa kita simpulkan bahwa, mempertahankan pernikahan adalah satu hal yang perlu dilakukan dengan berbagai upaya, terutama dalam konteks beribadah kepada Allah.

Tetapi, sebagaimana tujuan utama dari pernikahan adalah ibadah, maka ketika nilai ibadah itu sudah dirasakan tidak akan terjadi, maka ulama berpendapat melalui hal ini seseorang (baik suami maupun istri) boleh membatalkan (bercerai) dari pernikahan tersebut.

Beberapa hal yang perlu dicermati dalam konteks ini adalah ;

1.Pembatalan pernikahan karena salah satu pasangan berbeda aqidah.
Untuk lebih jauh memahami hal ini silakan lihat inspirasi " Bolehkah, menikah berbeda agama...?"


2.Ketika salah seorang pasangan berpindah agama (murtad). Hampir sama dengan hal diatas, tetapi lebih disandarkan kepada ayat "...jangan berpegang pada tali perkawinan dengan orang yang kafir" dan hadits " Orang yang bertemu dan berpisah karena Allah".

3. Karena Kedzholiman dari salah satu pasangan.
“Janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian kecil dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata” [An-Nisa : 19]

Hal ini termasuk kewajiban suami dan istri yang di atur sesuai syariat yang tidak akan kita bahas lebih jauh dalam uraian ini.

4. Karena takut kufur (mengurangi nilai ibadah) hal ini sebagaimana  ;
“Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami-isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya” [Al-Baqarah : 229]

“Isteri Tsabit bin Qais bin Syammas mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata ; “Wahai Rasulullah, aku tidak membenci Tsabit dalam agama dan akhlaknya. Aku hanya takut kufur”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah kamu mengembalikan kepadanya kebunnya?”. Ia menjawab, “Ya”, maka ia mengembalikan kepadanya dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya, dan Tsabit pun menceraikannya” [HR Al-Bukhari]


Pada prinsipnya, pernikahan ini haruslah tetap menjadi satu nilai ibadah, dan bukan di dasari pada cinta semata-mata, atau tujuan tujuan tertentu, seperti harta, popularitas, jabatan, dll.


Nah, melalui beberapa dasar-dasar ini, ada beberapa hal yang bisa kita cermati ;

1. Jika masih memungkinkan, mempertahankan pernikahan itu lebih baik. Karena memberi maaf memang jauh lebih sulit, sehingga ada ungkapan yang mengatakan "Mengapa engkau tidak mau memberikan maaf ?, apakah engkau tidak ingin dosamu dimaafkan oleh Allah ?".

Pemberian maaf kepada salah satu pihak dalam konteks ini bisa bermakna : Memaklumi kesalahan dan tidak ada kecenderungan untuk membalas dendam, walaupun dalam konteks hubungan, bisa dilanjutkan maupun tidak tergantung dari pertimbangan ;
a. Apakah dengan melanjutkan hubungan, manfaat dan mudhorot (dilihat dari berbagai     aspek) dalam konteks ibadah akan semakin membaik, atau semakin memburuk. Jika     semakin membaik, sebaiknya dilanjutkan (anggap saja ini adalah satu ujian berat),tetapi jika dikawatirkan semakin memburuk maka perceraian adalah jalan yang terbaik.

2. Diperbolehkannya pihak wanita mengajukan gugatan cerai berdasarkan ayat dan hadits yang disampaikan di atas. Dengan catatan, bahwa perceraian yang dimaksud agar salah satu atau masing-masing dapat melaksanakan ibadah dengan lebih baik.

Sedangkan di tinjau dari kedudukan antara suami dan orang tua,
1. Ketika seorang wanita menikah, maka ia harus taat pada suami, sedangkan, orang tua wanita itu, harus pula diperlakukan oleh sang suami sama seperti orang tua sendiri, tidak ada pemisahan antara orang tua dan mertua. Demikian pula sebaliknya, bagi orang tua seorang suami / istri dari anaknya bukanlah jadi menantu, tetapi harus diperlakukan pula sebagaimana anak kandung mereka.

2. Perintah untuk berbuat baik pada orang tua adalah wajib, dan durhaka kepada orang tua adalah dosa terbesar setelah musyrik kepada Allah. Tetapi, hal yang perlu dicermati dalam konteks kepada orang tua disini adalah selama apa yang diperintahkan oleh orang tua itu tidak menyimpang dari aturan Allah. Jika ia memerintahkan sesuatu yang menyimpang dari aturan Allah dan Rasul-Nya, maka kita tidak wajib mengikutinya. Tetapi berbuat baik kepada mereka, walaupun, (katakanlah orang tua tidak seagama), harus tetap di lakukan sebatas tidak menyimpang dari aturan Allah.

Lalu pertanyaannya, mana yang harus di pilih oleh seorang istri, taat kepada orang tua, atau taat kepada suami...?

Bagi wanita, taat pada suami selama tidak bertentangan dengan syariat adalah hal yang utama, dari pada taat kepada orang tua kandungnya, karena tanggung jawab kepemimpinan sudah berada di tangan suami. Tetapi, suami harus taat kepada orang tua (baik orang tua kandung maupun mertua), sebagaimana tinjauan di atas.

Ketika suami berbuat zholim, maka istri tidak wajib taat kepada suami, dan apabila kezholiman itu pada akhirnya akan berdampak pada penurunan nilai ibadah, maka perceraian adalah jalan yang terbaik. Bahkan ada sebagian ulama yang mewajibkan perceraian seseorang ketika dalam konteks menjalankan syariat sudah tidak memungkinkan (misalnya suami melarang istrinya menutup aurat (jilbab), melarang shalat, dll).

Memang selama ini timbul anggapan bahwa hanya pihak laki-laki saja yang dapat menceraikan istrinya..Melalui tulisan sederhana ini, mudah-mudahan kita bisa lebih memahami, bahwa Islam sangat menghargai dan melindungi wanita...Wallahu'alam.

Lainnya..

Balada Musafir

B a l a d a   M u s a f i r Oleh : K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Rasulullah Saw bersabda: “Aku dan dunia ibarat orang dalam perjalanan menunggang kendaraan, lalu berteduh di bawah pohon untuk berisitirahat dan setelah itu meninggalkannya“ (HR. Ibnu M...

Selengkapnya

Istri menggugat cerai...?

Tentunya, kita semua sudah tahu bahwa tujuan pernikahan itu adalah sebagai salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah. Keutamaan sebuah pernikahan sebagaimana yang disabdakan Rasulullah dapat menyelamatkan separuh dari agama seseorang. Tetapi, masih ...

Selengkapnya

Spiritual for Business #3

(Empowering Spiritual Power for Entreupreneur)Komitmen sebagai modal utama Kita semua tahu, Thomas Alva Edison merupakan salah satu ilmuwan paling terkenal sebagai penemu lampu pijar. Padahal hanya tiga tahun dia belajar melalaui pendidikan formal, ...

Selengkapnya

Resah - Gelisah, Adakah Obatnya?

Resah-Gelisah, Adakah Obatnya? Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Syahdan pada suatu saat, Sayidina Ali ra, ditanyalah oleh para sahabat dengan sebuah pertanyaan, “Makhluk apakah yang paling kuat di dunia ini?” Beliau seketika pula menjawab, makhluk...

Selengkapnya

Indahnya Ukhuwwah Islamiyyah

Indahnya Ukhuwwah Islamiyyah Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA   “Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka turutilah ia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), maka kalian bercerai-berai dari jalan-Nya. Demikianlah yang di...

Selengkapnya

Tentang Shalat

Risalah Wanita (Eps 12) Jika pada suatu saat kita di undang oleh seseorang untuk datang ke rumahnya, dan dalam undangan itu kita hanya mengenal nama orang yang mengundang kita. Karena ketidaktahuan kita akan banyak hal yang berkaitan dengan und...

Selengkapnya

Karakter Yahudi

Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Berbicara tentang karakter Bani Israil (orang-orang Yahudi), kita ketahui dalam sejarah memang orang-orang Yahudi tergolong orang yang telah banyak diberikan limpahan karunia-Nya, di antaranya telah diberikan mak...

Selengkapnya

Lembaran kertas putih

Risalah Wanita (EPS 27) Tips dalam mendidik anak Seorang anak yang baru lahir itu ibarat sebuah kertas kosong, tinggal peran orang tua dan lingkungannya yang berpengaruh terhadap anak tersebut. Apabila diatas kertas tersebut dituliskan tentang...

Selengkapnya

Surat Dari Sang Kekasih

Risalah Wanita (Eps 13) Dalam pertemuan yang lalu, kita telah membahas sedikit tentang shalat yang merupakan wujud dari syahadat, tentunya… bahasan mengenai shalat ini merupakan bahasan tersendiri yang sangat luas kajiannya. Menambah ilmu menge...

Selengkapnya

Melupakan seseorang...

Mencoba sharing sesuai dengan pertanyaan salah satu sahabat FB, tentang, “Bagaimana cara melupakan seseorang agar dirinya menjadi tenang”. Ada dua hal yang ingin saya garis bawahi ; Yang pertama, sebagaimana ayat ;"(yaitu) orang-orang yang beriman ...

Selengkapnya

Wanita pilihan Allah

Risalah Wanita (EPS 25) Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia." (Muttafaq...

Selengkapnya

Wujud Ikhlas dalam Shalat

Empowering Spiritual Power Ikhlas merupakan kata kunci untuk mencapai kesuksesan hakiki,  kesuksesan yang  abadi, dan kesuksesan  dalam pandangan Allah.  Hal ini sebagaimana ayat : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan...

Selengkapnya

Kebenaran Yang Bisu Bukanlah Kebenaran

Kebenaran Yang Bisu Bukanlah Kebenaran Oleh : Abu Muas Tardjono Suatu saat, tatkala Rasulullah Saw hijrah ke Madinah, salah seorang sahabat Rasul, Abu Dzar Al Ghifari menghadap Rasul dengan membawa rombongan orang-orang dari Ghifar dan Aslam yang s...

Selengkapnya

Tentang Islam

Islam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi tanpa paksaan. Sedangkan islam secara makna, maka akan menjadi sangat luas jika ...

Selengkapnya

Perjalanan Manusia

Empowering Spiritual Power Pentingnya sebuah proses, Allah ajarkan melalui beberapa ayat yang telah disampaikan dalam risalah yang lalu. Sesungguhnya, jika kita cermati, ada satu hal yang sangat penting yang berkaitan dengan proses,…. ia adalah wa...

Selengkapnya

Penyebab keraguan dalam iman

Komitmen merupakan kunci yang penting dalam membukan kesuksesan hakiki. Sebagaimana uraian yang lalu, salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan komitmen seseorang adalah keimanan seseorang kepada Allah dan hari Akhir.  

Selengkapnya

Kisah Siti Hajar

Risalah Wanita (EPS 19) Pada saat Nabi Ibrahim membawa Hajar dan puteranya menuju mekkah, Hajar dalam keadaan menyusui Ismail. Hingga Ibrahim menempatkan keduanya di sebuah rumah, dibawah pohon besar di dekat dimana mata air zam-zam nantinya ...

Selengkapnya

Tentang Amal

Risalah Wanita (Eps 9) Dalam ilustrasi lilin pada episode yang lalu, sebagai orang yang percaya bahwa api yang menyala pada lilin itu panas, maka dirinya tidak akan pernah membiarkan tangannya berada di atas api tersebut. Berbeda dengan seorang anak...

Selengkapnya

Memandang Poligami

Pada zaman sebelum diturunkannya Al Qur’an, kaum wanita boleh dikatakan, hampir tidak memiliki kemuliaan, rujuklah pada sejarah kaum wanita terdahulu yang banyak ditulis dalam berbagai risalah. Salah satu penyebabnya, boleh jadi karena adanya pemikir...

Selengkapnya

Tentang Iman

Risalah Wanita (Eps 6) Sering kali kita mendengar kata-kata iman. Dalam bahasa arab, semua kata yang terdiri dari alif, mim, dan nun, mengandung makna pembenaran, percaya, dan ketenangan hati. Orang beriman, adalah mereka yang percaya, membenark...

Selengkapnya

Jalan Inspirasi "Pengusaha Sukses Dunia

Alhamdulillah... Terima kasih kepada sahabat yang telah berpartisipasi pada kegiatan kami, Semoga ilmu yang disampaikan dapat memberikan manfaat bagi kita semua... Semoga Allah memberikan keberkahan pada kita semua dan mempertemukan kembali pada ...

Selengkapnya

Melayani dengan hati

Pada 17 agustus tahun 1945, para pemimpin negara dengan berani mengumumkan proklamasi yang menjadikan bangsa Indonesia adalah bangsa yang merdeka di hadapan seluruh bangsa di dunia. Hari itu merupakan saat yang sangat penting, melalui foto-foto ...

Selengkapnya

Yes, I am… wanna to be happy, always…!

“Kebahagiaan tidak dicapai dengan jerih payah; kebahagiaan diperoleh dengan mengurangi keinginan.” Perilaku kita akan memperlihatkan, bahwa kita bahagia. Jika dalam pandangan kita tidak ada bedanya, hidup dan mati, penjara dan istana, miskin dan ka...

Selengkapnya

Empowering 7 Training

Alhamdulillah pelatihan reguler pada tanggal 25/06/2011 telah selesai dilaksanakan... Kami mengucapkan terima kasih kepada peserta yang telah bersedia mengikuti Empowering Spiritual Power.. Semoga apa yang disampaikan dapat memberikan manfaat bagi ki...

Selengkapnya

More in: Inspirasi

-
+
9

Video Jalan Inspirasi..