"Ada tiga orang yang tidak ditolak do'a mereka: (1) Orang yang berpuasa sampai dia berbuka; (2) Seorang penguasa yang adil; (3) Dan do'a orang yang dizalimi (teraniaya). Do'a mereka diangkat oleh Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, "Demi keperkasaanKu, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera."
(HR. Tirmidzi)

Komentar

Suka Situs Ini...?

www.radiorisalah.com

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini :22
mod_vvisit_counterKemarin :199
mod_vvisit_counterMinggu ini :747
mod_vvisit_counterMinggu Lalu :1778
mod_vvisit_counterBulan ini :5482
mod_vvisit_counterBulan Lalu2696
mod_vvisit_counterSemua :538944

Sedang Online: 3
IP Anda : 54.227.25.58
,
Today: Jul 24, 2014

Artikel dibaca

Content View Hits : 895086



Informasi & Registrasi : SMS : 0813-21204471 - 081-802003336 - Pin BB : 21A16470

User Rating: / 52
PoorBest 
Tentunya, kita semua sudah tahu bahwa tujuan pernikahan itu adalah sebagai salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah. Keutamaan sebuah pernikahan sebagaimana yang disabdakan Rasulullah dapat menyelamatkan separuh dari agama seseorang. Tetapi, masih banyak memang, ibadah dalam konteks sebuah pernikahan hanya pada saat ritual akad nikah saja, sedangkan ketika dalam menjalani kehidupan rumah tangga, nilai-nilai ibadahnya sering terlupakan.

Hal ini memang sangat wajar, karena salah satu hal yang paling disenangi dari pada berbagai godaan maksiat yang dilakukan oleh manusia adalah menceraikan / memisahkan suami dari istrinya. Jadi dalam kehidupan rumah tangga, seorang muslim sangat harus senantiasa berdzikir agar syaitan tidak menguasai mereka dan terjadilah perpecahan dalam kehidupan rumah tangga. Hal ini sebagaimana dinyatakan melalui ayat ;
"Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi". (58:19)


Setidaknya melalui kedua dasar diatas, bisa kita simpulkan bahwa, mempertahankan pernikahan adalah satu hal yang perlu dilakukan dengan berbagai upaya, terutama dalam konteks beribadah kepada Allah.

Tetapi, sebagaimana tujuan utama dari pernikahan adalah ibadah, maka ketika nilai ibadah itu sudah dirasakan tidak akan terjadi, maka ulama berpendapat melalui hal ini seseorang (baik suami maupun istri) boleh membatalkan (bercerai) dari pernikahan tersebut.

Beberapa hal yang perlu dicermati dalam konteks ini adalah ;

1.Pembatalan pernikahan karena salah satu pasangan berbeda aqidah.
Untuk lebih jauh memahami hal ini silakan lihat inspirasi " Bolehkah, menikah berbeda agama...?"


2.Ketika salah seorang pasangan berpindah agama (murtad). Hampir sama dengan hal diatas, tetapi lebih disandarkan kepada ayat "...jangan berpegang pada tali perkawinan dengan orang yang kafir" dan hadits " Orang yang bertemu dan berpisah karena Allah".

3. Karena Kedzholiman dari salah satu pasangan.
“Janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian kecil dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata” [An-Nisa : 19]

Hal ini termasuk kewajiban suami dan istri yang di atur sesuai syariat yang tidak akan kita bahas lebih jauh dalam uraian ini.

4. Karena takut kufur (mengurangi nilai ibadah) hal ini sebagaimana  ;
“Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami-isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya” [Al-Baqarah : 229]

“Isteri Tsabit bin Qais bin Syammas mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata ; “Wahai Rasulullah, aku tidak membenci Tsabit dalam agama dan akhlaknya. Aku hanya takut kufur”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah kamu mengembalikan kepadanya kebunnya?”. Ia menjawab, “Ya”, maka ia mengembalikan kepadanya dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya, dan Tsabit pun menceraikannya” [HR Al-Bukhari]


Pada prinsipnya, pernikahan ini haruslah tetap menjadi satu nilai ibadah, dan bukan di dasari pada cinta semata-mata, atau tujuan tujuan tertentu, seperti harta, popularitas, jabatan, dll.


Nah, melalui beberapa dasar-dasar ini, ada beberapa hal yang bisa kita cermati ;

1. Jika masih memungkinkan, mempertahankan pernikahan itu lebih baik. Karena memberi maaf memang jauh lebih sulit, sehingga ada ungkapan yang mengatakan "Mengapa engkau tidak mau memberikan maaf ?, apakah engkau tidak ingin dosamu dimaafkan oleh Allah ?".

Pemberian maaf kepada salah satu pihak dalam konteks ini bisa bermakna : Memaklumi kesalahan dan tidak ada kecenderungan untuk membalas dendam, walaupun dalam konteks hubungan, bisa dilanjutkan maupun tidak tergantung dari pertimbangan ;
a. Apakah dengan melanjutkan hubungan, manfaat dan mudhorot (dilihat dari berbagai     aspek) dalam konteks ibadah akan semakin membaik, atau semakin memburuk. Jika     semakin membaik, sebaiknya dilanjutkan (anggap saja ini adalah satu ujian berat),tetapi jika dikawatirkan semakin memburuk maka perceraian adalah jalan yang terbaik.

2. Diperbolehkannya pihak wanita mengajukan gugatan cerai berdasarkan ayat dan hadits yang disampaikan di atas. Dengan catatan, bahwa perceraian yang dimaksud agar salah satu atau masing-masing dapat melaksanakan ibadah dengan lebih baik.

Sedangkan di tinjau dari kedudukan antara suami dan orang tua,
1. Ketika seorang wanita menikah, maka ia harus taat pada suami, sedangkan, orang tua wanita itu, harus pula diperlakukan oleh sang suami sama seperti orang tua sendiri, tidak ada pemisahan antara orang tua dan mertua. Demikian pula sebaliknya, bagi orang tua seorang suami / istri dari anaknya bukanlah jadi menantu, tetapi harus diperlakukan pula sebagaimana anak kandung mereka.

2. Perintah untuk berbuat baik pada orang tua adalah wajib, dan durhaka kepada orang tua adalah dosa terbesar setelah musyrik kepada Allah. Tetapi, hal yang perlu dicermati dalam konteks kepada orang tua disini adalah selama apa yang diperintahkan oleh orang tua itu tidak menyimpang dari aturan Allah. Jika ia memerintahkan sesuatu yang menyimpang dari aturan Allah dan Rasul-Nya, maka kita tidak wajib mengikutinya. Tetapi berbuat baik kepada mereka, walaupun, (katakanlah orang tua tidak seagama), harus tetap di lakukan sebatas tidak menyimpang dari aturan Allah.

Lalu pertanyaannya, mana yang harus di pilih oleh seorang istri, taat kepada orang tua, atau taat kepada suami...?

Bagi wanita, taat pada suami selama tidak bertentangan dengan syariat adalah hal yang utama, dari pada taat kepada orang tua kandungnya, karena tanggung jawab kepemimpinan sudah berada di tangan suami. Tetapi, suami harus taat kepada orang tua (baik orang tua kandung maupun mertua), sebagaimana tinjauan di atas.

Ketika suami berbuat zholim, maka istri tidak wajib taat kepada suami, dan apabila kezholiman itu pada akhirnya akan berdampak pada penurunan nilai ibadah, maka perceraian adalah jalan yang terbaik. Bahkan ada sebagian ulama yang mewajibkan perceraian seseorang ketika dalam konteks menjalankan syariat sudah tidak memungkinkan (misalnya suami melarang istrinya menutup aurat (jilbab), melarang shalat, dll).

Memang selama ini timbul anggapan bahwa hanya pihak laki-laki saja yang dapat menceraikan istrinya..Melalui tulisan sederhana ini, mudah-mudahan kita bisa lebih memahami, bahwa Islam sangat menghargai dan melindungi wanita...Wallahu'alam.

Lainnya..

Penyebab keraguan dalam iman

Komitmen merupakan kunci yang penting dalam membukan kesuksesan hakiki. Sebagaimana uraian yang lalu, salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan komitmen seseorang adalah keimanan seseorang kepada Allah dan hari Akhir.  

Selengkapnya

Kurang Percaya Diri, Adakah Solusinya?

Kurang Percaya Diri, Adakah Solusinya? Oleh: Abu Muas Tardjono Alhamdulillah, kini banyak generasi muda yang aktif berorganisasi, tapi tidak sedikit pula yang masih memiliki banyak kekurangan khususnya “Kurang Percaya Diri” (KPD) bila harus berbica...

Selengkapnya

Menyembunyikan Kebenaran

Menyembunyikan Kebenaran Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA “Innal ladziina yaktumuuna maa anzalallaahu minal kitaabi wa yasytaruuna bihii tsamanan qaliilan ulaa-ika maa ya’kuluuna fii buthuunihim illaan naara wa laa yukallimuhumullaahu yaumal qiy...

Selengkapnya

Tentang Syahadat

Risalah Wanita (Eps 10) Islam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi tanpa paksaan. Sedangkan islam secara makna, maka ...

Selengkapnya

Indahnya Ukhuwwah Islamiyyah

Indahnya Ukhuwwah Islamiyyah Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA   “Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka turutilah ia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), maka kalian bercerai-berai dari jalan-Nya. Demikianlah yang di...

Selengkapnya

Al Quran dan Wanita

Risalah Wanita (Eps 1) : Ada mitos yang beredar di kalangan masyarakat dahulu yang sangat erat kaitannya dengan diturunkannya Nabi Adam Dan Siti Hawa untuk menjadi khalifah di bumi. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, karena kedengkian Iblis ke...

Selengkapnya

Menjadi Orang Penting

Spiritual for Business #4 : Menjadi orang penting.. Saat ini, informasi memang sudah seperti banjir… ia hadir di tengah tengah kita melalui berbagai macam media… apalagi kemajuan teknolgi gadget saat ini membuat manusia, dimanapun dan kapanpun akan ...

Selengkapnya

Wanita, Wali dan Wakil Allah

Risalah Wanita  (Eps 3): Jika kita memperhatikan Al Quran, seringkali kita temukan kata kami pada ayatnya, misalnya… “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan”. ( Al Qadr : 97 : ) Atau dalam ayat lain, “Sesung...

Selengkapnya

Al Quran & Watercycle

Water Cycle adalah salah satu fenomena alam berputarnya air dari bumi ke langit yang terjadi terus menerus. Secara sederhana, apabila kita bagi ke dalam beberapa tahapan maka kita bisa simpulkan : 1. Air kembali turun ke bumi yang kita kenal dengan ...

Selengkapnya

Ummat Rasulullah SAW

Sudahkah kita termasuk ummat Rasulullah Saw..? Dalam sebuah riwayat, ketika seorang hamba masuk ke dalam kuburnya lalu ia menjawab pertanyaan dengan benar, maka ia akan dilapangkan kuburnya dan dihindari dari adzab kubur, demikian pula sebaliknya. S...

Selengkapnya

Wujud Syahadat

Risalah Wanita (Eps 11)Kisah Wanita Sholehah : Menantu 'Umar Bin Khatab Pada satu saat ketika ‘Umar Bin Khatab sedang mengadakan inspeksi di Madina, Beliau merasa kelelahan, dan pada tengah malam itu ia bersandar pada sebuah dinding. Tiba-tiba ...

Selengkapnya

Jalan Inspirasi "Pengusaha Sukses Dunia

Alhamdulillah... Terima kasih kepada sahabat yang telah berpartisipasi pada kegiatan kami, Semoga ilmu yang disampaikan dapat memberikan manfaat bagi kita semua... Semoga Allah memberikan keberkahan pada kita semua dan mempertemukan kembali pada ...

Selengkapnya

Empowering Spiritual Power Training

Alhamdulillah, selama bulan Ramadhan 1431 H Pelatihan singkat Empowering Spiritual Power telah di gelar beberapa tempat Bandung..... Sebelum bulan ramadhan, Forum Majelis Ta'lim Sebandung Raya menggelar acara Tarhib Ramadhan yang di hadiri oleh pa...

Selengkapnya

Spiritual for Business #1

You Will get What You Give..! Para pengguna internet  pasti tahu google atau yahoo.. Google dan yahoo adalah dua diantara portal pencari terbesar saat ini yang banyak memberikan manfaat dan kemudahan pada para pengguna internet..Kemudahan yang mere...

Selengkapnya

Pentingnya Proses

Empowering Spiritual Power Dalam ayat : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demi...

Selengkapnya

Akidah & Akhlak Mulia

Akidah & Akhlak Mulia Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA   “Kalian tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kalian menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai. Dan apa pun yang kalian infakkan, tentang hal itu sungguh Allah Maha Mengetahui” ...

Selengkapnya

Tentang Ilmu

Risalah Wanita (Eps 8) Ilmu adalah informasi yang masuk dalam pikiran kita, lalu informasi tersebut dikirimkan ke hati kita. Keimanan sebagaimana yang telah di bahas, bersemayan dalam hati, dan salah satu faktor yang sangat penting yang mempengaruhi...

Selengkapnya

Pemimpin dalam Islam

"Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atasnya. Seo...

Selengkapnya

Tentang Pernikahan

Risalah Wanita (EPS 23) Dalam surat al a'roof ayat 16 di abadikan satu kejadian ; Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,  (7 :16) Aya...

Selengkapnya

Untung Ada Saya

Masih ingatkah kita dengan “Jargon” ungkapan seorang pelawak terkenal kita yang di sela-sela pertunjukkannya sering mengucapkan kata-kata, “Untung Ada Saya?” Mudah-mudahan kata-kata yang sering dia ucapkan tersebut hanya sekadar memancing gelak tawa...

Selengkapnya

Invasi Pemikiran

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadany...

Selengkapnya

Belajar Agama Koq Bayar..?

Kalo saat ini, banyak lapisan masyarakat tidak mampu menuntut agar biaya pendidikan tidak terlalu mahal, bahkan kalo bisa sih GRATIS..!!...tetapi di sisi lain, banyak masyarakat yang justru akan mengejar biaya pendidikan yang mahal, karena berbagai a...

Selengkapnya

Kepanikan Zionis Israel

Kedunguan, kebebalan dan kekebalan Zionis-Israel terhadap kutukan masyarakat dunia atas kebiadabannya terhadap rakyat Palestina dan Libanon, rupanya kini bisa dibuat “paranoid” (ketakutan) oleh Randa Ghazi seorang gadis belia yang menulis novel berju...

Selengkapnya

Yes, I am… wanna to be happy, always…!

“Kebahagiaan tidak dicapai dengan jerih payah; kebahagiaan diperoleh dengan mengurangi keinginan.” Perilaku kita akan memperlihatkan, bahwa kita bahagia. Jika dalam pandangan kita tidak ada bedanya, hidup dan mati, penjara dan istana, miskin dan ka...

Selengkapnya

More in: Inspirasi

-
+
9

Video Jalan Inspirasi..