Komentar
Suka Situs Ini...?
www.radiorisalah.com






![]() | Hari ini : | 531 |
![]() | Kemarin : | 567 |
![]() | Minggu ini : | 2064 |
![]() | Minggu Lalu : | 3932 |
![]() | Bulan ini : | 3788 |
![]() | Bulan Lalu | 16945 |
![]() | Semua : | 227687 |
IP Anda : 38.107.179.238
,
Today: Feb 07, 2012
Artikel dibaca
Pengunjung dari..
German
- Über den Glauben
- Ist die Religion eine exakte Wissenschaft wie Mathematik ...?
- Produktivität im Islam
- Das Geheimnis und das Rezept der Schönheit von Audrey Hepburn
- Ist es erlaubt in verschiedenen Religionen zuheiraten…?
- ber die Interpretierung (Tafsir)
- Ratschläge für Frauen von Rasulullah SAW
- Herz, Absicht (Niat )& Standfestigkeit (istiqomah)
- Die Frau, die eine Scheidung fordert...?
- Führer im Islam
Melayani dengan hati
Pada 17 agustus tahun 1945, para pemimpin negara dengan berani mengumumkan proklamasi yang menjadikan bangsa Indonesia adalah bangsa yang merdeka di hadapan seluruh bangsa di dunia. Hari itu merupakan saat yang sangat penting, melalui foto-foto yang hampir dimakan usia, kita bisa melihat para pejuang pendiri bangsa berbaris mendampingi dan sang proklamator yang dengan lantang mengumandangkan proklamasi kemerdekaan bangsa indonesia. Tentunya, saat itu adalah saat yang sangat penting, sangat besar bagi sejarah bangkitnya sebuah bangsa, untuk dikenal di dunia sebagai bangsa yang merdeka setelah di jajah selama kurang lebih 350 tahun.
Dalam perisitiwa yang sangat penting tersebut (detik-detik proklamasi), ada satu hal yang juga sangat penting yang mendukung peristiwa penting tersebut terjadi yang tidak terlihat oleh manusia. Kecuali hanya sedikit dari mereka yang dapat melihat hal penting tersebut. Hal yang sangat penting tersebut dalam detik-detik proklamasi itu adalah sebuah jarum. Ya…sebuah jarum yang digunakan untuk menjahit baju para pendiri bangsa dan para proklamator yang dengan lantang menyuarakan kemerdakaan bangsa Indonesia. Tanpa sebuah jarum jahit, boleh jadi para pendiri bangsa ini tidaklah ‘dapat’ berdiri dengan gagah dan berani ketika membacakan proklamasi kemerdekaan, bahkan mungkin acaranya akan ‘di undur’ sesaat untuk merampungkan pakaian kebesaran yang akan digunakan dan di abadikan untuk dikenang dalam tinta emas sejarah bangsa di dunia.
Jarum jahit, ia adalah satu hal yang kecil, yang sering tidak diperhatikan oleh kebanyakan manusia. Padahal, hampir semua kejadian di dunia ini, sangat membutuhkan jarum jahit. Mungkin akan menggelikan bagi kita, ketika seorang presiden melambaikan tangan kepada rakyatnya tanpa menggunakan baju, atau bagian pakaian pada lengannya pendek sebelah, ketika dua orang milyarder akan saling menandatangi kontrak yang diabadikan (difoto) dengan menggunakan pakaian dari tumbuh-tumbuhan…? Atau film yang dibintangi oleh artis-artis terkenal, tetapi semua artis tersebut tidak ada yang menggunakan sehelai baju pun…? Apa jadinya dunia tanpa sehelai kain yang menutupi dan memperindah manusia yang hidup di dalamnya ?, dan apa pula jadinya sehelai kain, jarum jahit…?. Maha Suci Allah, yang telah menciptakan sebuah jarum jahit, yang dengan itu dunia adalah tempat yang indah seperti yang kita lihat saat ini.
Jarum jahit dalam kehidupan adalah satu hal yang sangat kecil, tetapi ia memiliki dampak yang sangat besar terhadap peradaban manusia. Seperti halnya pula sebuah senyuman. Senyuman seringkali dianggap sepele, sama seperti sepelenya sebuah jarum jahit dibandingkan dengan sebuah jas yang berharga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah. Padahal kenyataan tidaklah demikian.
Marilah kita bayangkan sejenak, jika anda masuk ke sebuah supermarket yang besar, dengan gedung yang sangat mewah, dan seluruh produknya merupakan produk nomor satu di dunia. Tetapi, ketika anda memasuki supermarket tersebut, anda disambut dengan muka yang asam tanpa senyuman oleh seluruh karyawan supermarket tersebut…? Apa yang terasa dalam hati anda…? Apalagi anda seorang konsumen yang seharusnya diperlakukan seperti seorang raja…? Akankah anda kembali lagi ke supermarket tersebut dengan mengajak keluarga, saudara dan semua teman-teman anda …? Tentu, TIDAK !.
Jika anda mengambil sikap seperti itu, pastilah pula semua orang yang datang ke supermarket yang megah itu akan mengambil sikap seperti anda. Dan bukanlah satu hal yang tidak mungkin jika sebuah supermarket akan mendapatkan kerugian yang besar, bahkan bangkrut, hanya karena satu hal yang sering dianggap sepele, yaitu sebuah senyuman.
Perasaan yang menyakitkan bisa ditimbulkan dari segaris bibir yang ada pada wajah manusia, segaris bibir tersebut ibarat sebuah jarum, ia bisa digunakan untuk menusuk hingga menyakitkan atau digunakan untuk membuat pakaian yang menyenangkan hati pemesannya.
Senyuman adalah bahasa hati, ia berasal dari hati dan dirasakan pula hati. Senyuman tidak melukai badan seseorang, tetapi melukai seseorang, tidak mengenyangkan perut seseorang tetapi lebih menyenangkan dari pada sepiring nasi goreng spesial. Senyuman yang tulus dari hati akan menyenangkan siapa saja yang melihatnya, mengakrabkan suasana, dan membuat keadaan jadi lebih nyaman.
Melayani para pelanggan dengan senyum lebih berarti dari pada promosi di koran, majalah bahkan televisi yang berharga ratusan juta. Biaya iklan yang sangat besar di sebuah surat kabar tidak berarti sama sekali, ketika sang pelanggan datang dan disambut dengan muka yang masam. Dalam hal ini mungkin kita harus belajar dari artis. Walaupun hati mereka sedang sedih, mereka harus tetap tersenyum di hadapan kamera untuk menyenangkan hati para pemirsa, sang sutradara terutama para penyandang dana.
Perusahaan besar di seluruh dunia meneliti dan menyimpulkan bahwa senyuman adalah sebuah senjata yang ampuh dalam meraih kesuksesan, dan mereka harus menerapkannya dalam seluruh tingkat karyawan dalam perusahaan mereka. Tentunya, senyuman tidak hanya mengantarkan manusia dalam kebaikan di dunia saja, karena Islam melalui akhlaq Rasulullah sudah mengajarkan hal ini kepada manusia, hal ini sebagaimana hadits ;
“Senyumanmu dihadapan saudaramu adalah sedekah”. (HR : Tirmidzi)
“Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah”. (HR : Tirmidzi).
Tidaklah berarti kehebatan seseorang jika tampil tanpa pakaian dari sehelai kain, dan tidaklah berarti sehelai kain tanpa jarum jahit, dan tidaklah berati pula sebuah jarum jahit tanpa ketrampilan sang penjahit, dan tidaklah pula berati keterampilan yang sangat hebat dari sang penjahit tanpa senyuman sang penjahit kepada para pelanggannya. Senyuman itu menyenangkan, mengandung berkah, bekerja dengan senyum pertanda keikhlasan hati, dan bekerja dengan hati yang ikhlas, akan menghasilkan karya yang terbaik, yang dapat memuaskan setiap pelanggan, terlebih lagi melalui hadits Rasulullah diatas, melalui senyuman seseorang bisa mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat. Dengan catatan, jangan senyum sendirian. Wallahu’Allam.
Lainnya..
Berlatih Ikhlash...Mencoba sharing sesuai dengan pertanyaan salah satu sahabat di di FB, “Apakah ada do'a untuk tidak berpikiran negatif kepada orang yang telah di bantu....dan agar hati tidak gusar.....?”. Alhamdulillah, semoga ... Selengkapnya |
Dekadensi Moral"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata ... Selengkapnya |
Wanita dlm pandangan duniaRisalah Wanita (Eps 5) “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri ... Selengkapnya |
Penyebab keraguan dalam imanKomitmen merupakan kunci yang penting dalam membukan kesuksesan hakiki. Sebagaimana uraian yang lalu, salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan komitmen seseorang adalah keimanan seseorang kepada Allah dan hari ... Selengkapnya |
Menyembunyikan KebenaranMenyembunyikan Kebenaran Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA “Innal ladziina yaktumuuna maa anzalallaahu minal kitaabi wa yasytaruuna bihii tsamanan qaliilan ulaa-ika maa ya’kuluuna fii buthuunihim illaan naara wa laa yukallimuhumullaahu yaumal ... Selengkapnya |
K r i s i s K e t e l a d a nK r i s i s K e t e l a d a n Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Disadari atau tidak, dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara ... Selengkapnya |
|
|
Invasi Pemikiran(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya" ... Selengkapnya |
Tentang ImanRisalah Wanita (Eps 6)Sering kali kita mendengar kata-kata iman. Dalam bahasa arab, semua kata yang terdiri dari alif, mim, dan nun, mengandung makna pembenaran, percaya, dan ketenangan hati. Orang beriman, ... Selengkapnya |
Tentang ShalatRisalah Wanita (Eps 12) Jika pada suatu saat kita di undang oleh seseorang untuk datang ke rumahnya, dan dalam undangan itu kita hanya mengenal nama ... Selengkapnya |
Wujud SyahadatRisalah Wanita (Eps 11)Kisah Wanita Sholehah : Menantu 'Umar Bin Khatab Pada satu saat ketika ‘Umar Bin Khatab sedang mengadakan inspeksi di Madina, Beliau ... Selengkapnya |
Menjadi tuaSaya tertarik membaca satu artikel, dari seseorang yang menamakan dirinya Om Widy. Dia, berbicara mengenai ‘ketuaannya’… Saya hanya tertarik, karena saya memang sedang ingin mengetahui… apa yang dirasakan seseorang, di ... Selengkapnya |
Tentang SyahadatRisalah Wanita (Eps 10) Islam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi ... Selengkapnya |
Kemuliaan WanitaKatakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. ... Selengkapnya |
Surat Dari Sang KekasihRisalah Wanita (Eps 13) Dalam pertemuan yang lalu, kita telah membahas sedikit tentang shalat yang merupakan wujud dari syahadat, tentunya… bahasan mengenai shalat ini merupakan ... Selengkapnya |
Transformasi Pribadi MuslimBab 1. Pendahuluan18-Mar-09 Transformasi Pribadi Muslim “Allah berfirman: ... Selengkapnya |
KomitmenEmpowering Spiritual Power: Komitmen Dalam uraian yang lalu, kita telah sedikit membahas tentang masa yang mengantarkan perjalanan manusia melalui surat Al Ashr. Surat dalam ayat ini diakhiri dengan mereka yang mendapatkan ... Selengkapnya |
Kiat mencetak anak yang sholehPada umumnya, setiap orang tua menginginkan anak yang sholeh, anak yang memiliki kepribadian yang baik. Secara singkat, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan anak yang sholeh ... Selengkapnya |
Gerakan 7F..!Gerakan 7 F Bidik Islam, Bagian Pertama. Dalam sebuah hadits dijelaskan salah satu “tanda-tanda” segera tibanya Hari Kiamat adalah keluarnya binatang melata besar dari perut bumi. Pada bukunya ... Selengkapnya |
Tentang CintaRisalah Wanita (EPS 22) Cinta yang bersemayan dalam hati, merupakan hal yang banyak mengandung misteri… Pembahasannya tidaklah pernah berakhir…sampai tidak ada lagi manusia yang memi... Selengkapnya |
Syarat Mencapai Kesuksesan HakikiEmpowering Spiritual Power Kesuksesan dalam pandangan manusia adalah keberhasilan dari sebuah upaya yang telah di tempuh…atau hasil yang sesuai dengan harapan yang di dapatkan dengan upaya dan pengorbanan. Dalam konteks kesuksesan ... Selengkapnya |
Bolehkah menikah beda agama...?Jika kita perhatikan, 'hidup bersama' atau 'kumpul kebo' pada prakteknya 'hampir tidak ada bedanya' dengan pasangan suami-istri yang sudah menikah. Hubungan secara manusia dalam konteks 'hidup bersama tanpa sebuah pernikahan' ... Selengkapnya |
Mengingat Kehidupan AkhiratMengingat Kehidupan Akhirat Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA “Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih” (Al Israa’, 17:10) Untuk mengingat kehidupan ... Selengkapnya |
Hidup Adalah UjianSekelompok Malaikat ditugaskan mengangkat Arsy, ternyata mereka tak mampu melakukannya, sampai Allah mengajarkan kalimat : ALLOHU AKBAR..!!! Dan langit pun terangkat oleh para Malaikat…!!! Maka serulah ALLOHU AKBAR, agar kita ... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi
|
||
- + 9 |
||
Video dari kami
| Timbangan Lihat selengkapnya |
Amal Manusia Lihat selengkapnya |
Ucapan dan tindakan Lihat selengkapnya |
| Perjalanan Manusia Lihat selengkapnya |
Kemah di padang pasir |
Raja dan Ulama Lihat selengkapnya |









