Komentar
Suka Situs Ini...?
www.radiorisalah.com






![]() | Hari ini : | 512 |
![]() | Kemarin : | 567 |
![]() | Minggu ini : | 2045 |
![]() | Minggu Lalu : | 3932 |
![]() | Bulan ini : | 3769 |
![]() | Bulan Lalu | 16945 |
![]() | Semua : | 227668 |
IP Anda : 38.107.179.240
,
Today: Feb 07, 2012
Artikel dibaca
Pengunjung dari..
German
- Über den Glauben
- Ist die Religion eine exakte Wissenschaft wie Mathematik ...?
- Produktivität im Islam
- Das Geheimnis und das Rezept der Schönheit von Audrey Hepburn
- Ist es erlaubt in verschiedenen Religionen zuheiraten…?
- ber die Interpretierung (Tafsir)
- Ratschläge für Frauen von Rasulullah SAW
- Herz, Absicht (Niat )& Standfestigkeit (istiqomah)
- Die Frau, die eine Scheidung fordert...?
- Führer im Islam
Antara Jiwa dan Jasad
Inilah jiwa, yang sesungguhnya ia adalah bagian dari diri manusia yang abadi. Jiwa tidak pernah mati, bahkan ia akan hidup abadi. Dalam proses keabadiannya, jiwa mengalami satu fase ujian yang harus ia lewati, yaitu kehidupan di bumi (alam dunia dengan tujuan pokoknya, baca buku perjalanan manusia, pen), dan untuk melakukan hal itu setiap jiwa harus hidup ‘terkurung’ dan tergantung dalam materi yang mengikatnya, yaitu jasad. Setiap jiwa, hanya hidup sesaat di bumi, hidup sementara bersama jasadnya yang semakin hari semakin bertambah tua, yang kemudian jasad yang digunakannya itu akan kembali lagi pada bentuk semula, yaitu tanah. Dan ketika jasad yang ia gunakan telah kembali menjadi tanah, maka jiwa setiap manusia akan mengalami fase kehidupan selanjutnya. Untuk selengkapnya silakan anda membaca buku perjalanan manusia yang telah diterbitkan.
Dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan hal yang berkaitan dengan hal jiwa dan jasad. Kita semua tahu, kalau saja jasad tidak diberi makan dan minum selama satu hari apa yang akan terjadi..? bagaimana jika 2 hari, 3 hari, atau 8 hari ?. Tentunya, kita semua sudah tahu jawabannya. Para dokter mengatakan rata-rata, manusia akan kuat untuk bertahan hidup dengan tidak makan dan minum adalah hanya 5 hari saja. Maka lebih dari itu, hampir jarang ditemukan manusia yang masih dalam keadaan hidup. Itulah jasad, setidaknya, jika ia masih hidup, pastilah jasadnya akan diketemukan dalam keadaan lemah, dan boleh jadi, tubuhnya rentan terkena penyakit, karena sistem pertahanan tubuhnya sudah tidak berfungsi dengan baik. Tentunya, kesadaran akan pentingnya makanan bagi jasad sudah merupakan satu hal yang menjadi pengetahuan umum, bahkan tidak perlu seseorang itu memperlajari teorinya secara alamiah, ia sudah melakukan hal ini. Hanya saja, yang dapat menggangu kesehatan jasadnya biasanya hanya tergantung dari pola makan, dan jenis makanan yang ia konsumsi. Itulah jasad. Orang yang menyadari pentingya makanan untuk jasad, maka ia akan senantiasa berusaha untuk mencari makanan untuk kelangsungan hidup jasadnya.
Setidaknya ada beberapa tingkatan dalam jasad manusia, yang pertama ia dalam keadaan lemah, yang kedua, ia dalam keadaan sakit, lalu kurang sehat, sehat, dan bugar, dan sangat sehat atau bersemangat. Jasad manusia senantiasa berada di antara kondisi-konsidi tersebut. Dan ketika seseorang menyadari pentingnya kondisi tersebut, tentunya ia akan melakukan sesuatu agar ia dapat mencapai kondisi tersebut. Jika ia dalam keadaan sakit, maka ia akan berobat, dan sudah menjadi satu hal kita maklumi, bahwa tidak semua obat yang kita minum enak rasanya. Tetapi karena kita tahu bahwa itu adalah obat, maka dengan harapan dan keyakinan akan sembuh, seseorang akan meminum / memakan obat untuk kesembuhan jasadnya, walaupun ia berasa pahit.
Demikian pula dengan jiwa setiap manusia. Jiwa juga memerlukan ‘makanan’. Jika makanan untuk jasad ini adalah segala sesuatu yang berasal dari bumi, maka jiwa memerlukan ‘makanan’ yang berasal dari tempat jiwa itu berasal, yaitu dari langit. Allah sebagai pencipta manusia, telah juga menyediakan ‘makanan’ bagi jiwa itu, yaitu dengan memberikan petunjuk agar manusia menjaga jiwa mereka dengan melakukan ritual, seperti yang dinyatakan dalam rukun iman dan islam. Melakukan berbagai perintah anjuran, dan larangan yang terkadang tidak dapat dipahami oleh jasad. Dalam beberapa ayatnya Al Qur’an menyatakan bahwa, bukan jasadnya yang mengalami kerusakan, tetapi jiwalah yang mengalami kerusakan. Seperti pada ayat yang secara makna menyatakan, bukan mata mereka yang buta, atau telinga mereka yang tuli, atau seperti pada ayat mereka memiliki mata dan telinga, tetapi mereka tidak bisa melihat dan tidak bisa mendengar. Dan disampaikan juga oleh Rasulullah, bahwa kedudukan hati (dalam jiwa, bukan hati dalam konteks fisik, seperti liver atau jantung) memiliki kedudukan yang sangat tinggi, jika hati seseorang itu baik, maka baiklah seluruh manusia itu.
Demikian pula kondisi jiwa seseorang, ia dapat berada pada kondisi lemah, sakit, kurang sehat, sehat dan bugar. Tentunya, ketika jasad untuk mencapai kondisi bugar perlu berbagai latihan dan juga makanan tambahan. Memang jasad tidak akan mati, jika ia hanya memakan makanan pokok saja, seperti nasi, tetapi juga dengan memakan makanan itu jasad juga tidak akan sampai pada tingkatan kesehatan yang maksimal atau bugar. Perlunya suplemen makanan (makanan tambahan) atas jasad sudah merupakan hal yang sangat penting, bagi mereka yang menyadari bagaimana harus menjaga jasar mereka. Dan, hal ini tidak ubahnya dengan jiwa, jiwa juga memerlukan suplemen makanan, boleh jadi, dalam kontes ritual, jiwa juga memerlukan banyak sekali amal tambahan agar ia menjadi bugar. Ritual yang diwajibkan oleh Allah seperti shalat lima waktu dalam konteks pembahasan ini kita katakan sebagai makanan pokok saja. Yang dengan itu, jiwa manusia tidak akan pernah mati, tetapi, akan jauh lebih baik lagi kondisi jiwa seseorang itu apabila ia juga ‘memakan suplemen’ makanan jiwa yang lain dengan memperbanyak perbuatan yang di sunnahkan oleh Rasulullah. Maka jika ia melakukan hal itu, tentunya hal itu hanya akan membawa kebaikan untuk kesehatan jiwa yang melakukannya.
Kesehatan jiwa, sangat berhubungan erat dengan kesehatan jasad. Inilah hubungan yang masih menjadi pertanyaan besar bagi para peneliti di dunia kedokteran. Hampir semua penyakit yang di derita oleh manusia, kecuali yang sifatnya fisik, itu disebabkan karena kondisi kejiwaan. Atau dengan isitlah populer, kita kenal dengan kata ‘stress’. Yang kemudian akan menghasilkan tindakan emosional yang tidak sehat, dan memicu berbagai penyakit yang kita kenal dengan kanker, stroke, serangan jantung, dan lain sebagainya. Dalam dunia kedokteran, metode placebo (memberikan keyakinan pada jiwa sang pasien) adalah hal yang sangat efekif untuk penyembuhan penyakit.
Dan pada faktanya, obat yang di konsumsi oleh pasien, ternyata efektifitasnya hanya sekitar 25%-30%. Juga melalui fakta tersebut, ada yang berpendapat bahwa, ketika seseorang mengalami ganguan kesehatan, maka sesungguhnya 60% yang ia alami adalah gangguan kejiwaan. Melalui fakta-fakta tersebut, dunia penyembuhan saat ini, tidak bisa tidak harus mencari sati terapi alternatif bagi sang pasien yang menderita satu penyakit, yaitu dengan menyehatkan jiwa mereka melalui pendekatan spiritual.
Hal ini tentunya bukan merupakan satu hal yang ‘baru’. Karena hal ini sudah dinyatakan dalam Al Qur’an dan pada prakteknya sudah dicontohkan secara kongkrit oleh Rasulullah saw 14 abad yang lalu. Kesehatan yang hakiki agar dapat mencapai kebahagiaan yang hakiki, yaitu keseimbangan antara kesehatan jiwa dan jasad. Kebaikan dunia dan akhirat.
Tinggal yang menjadi persoalan adalah, apakah kita sudah memberikan suplemen makanan yang cukup untuk jiwa kita, lalu bagaimanakah kita mendeteksi ‘sakit’ yang di derita oleh jiwa kita. Tentunya, untuk melihat jasad yang sakit kita memerlukan cermin, atau pandangan orang lain terhadap diri kita. Demikian pula dengan jiwa, kita memerlukan cermin agar kita bisa melihat, di bagian manakah yang sakit pada jiwa kita. Ketika jasad memerlukan cermin yang berasal dari bumi, maka jiwa memerlukan cermin yang berasal dari langit, dan cermin itu, adalah Al Qur’an.
Bercerminlah dengan Al Qur’an untuk mengukur sejauh mana kesehatan jiwa kita. Hanya saja, tentunya, dalam prakteknya bercermin untuk memperbaiki jasad berbeda dengan bercermin untuk memperbaiki jiwa. Boleh jadi jiwa terasa tidak nyaman ketika sedang melihat pada cermin tersebut, sama seperti kita melihat bagian dari jasad kita yang tidak nyaman ketika kita mengetahui di mana tempat sakit itu berada. Dan boleh jadi ketika jiwa yang sakit tersebut di obati, maka akan terasa pahit pada awalnya, tetapi sesungguhnya ia memberikan penyembuhan, dan hal inilah proses yang telah di ajarkan Allah, sebagaimana proses penyembuhan jasad kita.
Ketika kesadaran akan hal ini timbul dalam diri kita, maka kita akan segera mengetahui manakah yang lebih penting, memenuhi kebutuhan jasad kita atau jiwa kita. Faktanya, banyak di antara mereka yang kebutuhan akan jasadnya (materil) sudah terpenuhi tetapi dalam kehidupannya mereka tidak bahagia, atau bahkan mereka hidup tersiksa, di amerika sendiri, pola hidup sehat secara fisik sudah banyak dilakukan, tetapi masih banyak pula yang terkena penyakit kanker. Keseimbangan, adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan, dan tentunya, kita hanya akan melakukannya untuk jasad sesuai dengan proporsinya, sesuai dengan episodenya, karena nanti, jasad akan kembali ke bumi, hanya jiwalah yang akan melanjutkan perjalanannya. Dan untuk melakukan perjalanan, tentunya jiwa memerlukan bekal ‘ kesehatan’ yang cukup.
Sudahkah kita memiliki hal itu…?
Lalu apakah yang akan kita lakukan…agar mencapai hal tersebut…?
Tentunya, ada metode yang sangat sempurna yang mengajarkan kita akan hal ini, insya Allah, Allah pertemukan kembali kita pada kesempatan yang lain. Wallahu’alam.
Lainnya..
Tentang Do'a (Bag 2)Apakah do'a orang kafir di kabulkan...? "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai ... Selengkapnya |
Kisah Siti KhadijahRisalah Wanita (EPS 17) Khadijah binti khuwailid, adalah nama yang sudah tidak asing lagi…. Beliau di juluki Ath-thohirah, yang berarti bersih dan suci. Beliau tumb... Selengkapnya |
Tentang AmalRisalah Wanita (Eps 9)Dalam ilustrasi lilin pada episode yang lalu, sebagai orang yang percaya bahwa api yang menyala pada lilin itu panas, maka dirinya tidak akan pernah membiarkan tangannya berada ... Selengkapnya |
Wanita pilihan AllahRisalah Wanita (EPS 25) Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat... Selengkapnya |
KomitmenEmpowering Spiritual Power: Komitmen Dalam uraian yang lalu, kita telah sedikit membahas tentang masa yang mengantarkan perjalanan manusia melalui surat Al Ashr. Surat dalam ayat ini diakhiri dengan mereka yang mendapatkan ... Selengkapnya |
Tentang PuasaRisalah Wanita (Eps 14) Jika saja ada…, Sebuah Mall terkenal yang menjual berbagai macam produk dari mulai rumah tangga, pakaian, alat kecantikan, makanan dan minuman, memberikan ... Selengkapnya |
Tentang IlmuRisalah Wanita (Eps 8)Ilmu adalah informasi yang masuk dalam pikiran kita, lalu informasi tersebut dikirimkan ke hati kita. Keimanan sebagaimana yang telah di bahas, bersemayan dalam hati, dan salah satu ... Selengkapnya |
Empowering Spiritual Power TrainingAlhamdulillah, selama bulan Ramadhan 1431 H Pelatihan singkat Empowering Spiritual Power telah di gelar beberapa tempat Bandung..... Sebelum bulan ramadhan, Forum Majelis Ta'lim Sebandung Raya menggelar acara Tarhib Ramadhan yang di ha... Selengkapnya |
Tentang IslamIslam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi tanpa paksaan. Sedangkan islam secara makna, maka ... Selengkapnya |
Politik, psikotik dan neuroticKURSI KANG ADENG Pilih mana? Kursi dewan atau rumah sakit jiwa. Ketika quick count direalease, maka terkuaklah dengan cepat perhitungan yang mendekati akurat dan jelas memberi gambaran kepada rakyat. Partai ... Selengkapnya |
Produktivitas dalam islamRisalah Wanita (Eps 16) Zakat, termasuk dalam rukun islam yang juga merupakan dari wujud keimanan seseorang. Dalam konteks rukun islam, Zakat sangat berkaitan dengan syahadat, shalat dan puasa yang ... Selengkapnya |
Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanitaRisalah Wanita (EPS 28) “Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan peng... Selengkapnya |
Taubat dan cobaan ..Mencoba sharing sesuai dengan pertanyaan salah satu sahabat di forum majelis ta’lim Al Ashr di FB, tentang, “Mengapa jika kita hendak bertaubat, banyak sekali cobaan yang kita hadapi”.Marilah kita mulai ... Selengkapnya |
Kemuliaan WanitaKatakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. ... Selengkapnya |
Ilmu dan ImanRisalah Wanita (EPS 7)Tentunya, kita pernah mendengar, bagaimana perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan hak wanita..Salah satu perjuangan yang Beliau anggap penting adalah mendirikan sekolah bagi kaum wanita.Karena pada waktu itu, ... Selengkapnya |
Berlatih Ikhlash...Mencoba sharing sesuai dengan pertanyaan salah satu sahabat di di FB, “Apakah ada do'a untuk tidak berpikiran negatif kepada orang yang telah di bantu....dan agar hati tidak gusar.....?”. Alhamdulillah, semoga ... Selengkapnya |
Syarat Mencapai Kesuksesan HakikiEmpowering Spiritual Power Kesuksesan dalam pandangan manusia adalah keberhasilan dari sebuah upaya yang telah di tempuh…atau hasil yang sesuai dengan harapan yang di dapatkan dengan upaya dan pengorbanan. Dalam konteks kesuksesan ... Selengkapnya |
Perjalanan ManusiaEmpowering Spiritual Power Pentingnya sebuah proses, Allah ajarkan melalui beberapa ayat yang telah disampaikan dalam risalah yang lalu. Sesungguhnya, jika kita cermati, ada satu hal yang sangat penting yang berkaitan dengan proses,…. ia ... Selengkapnya |
Surat Dari Sang KekasihRisalah Wanita (Eps 13) Dalam pertemuan yang lalu, kita telah membahas sedikit tentang shalat yang merupakan wujud dari syahadat, tentunya… bahasan mengenai shalat ini merupakan ... Selengkapnya |
Kepanikan Zionis IsraelKedunguan, kebebalan dan kekebalan Zionis-Israel terhadap kutukan masyarakat dunia atas kebiadabannya terhadap rakyat Palestina dan Libanon, rupanya kini bisa dibuat “paranoid” (ketakutan) oleh Randa Ghazi seorang gadis belia yang menulis ... Selengkapnya |
KesuksesanEmpowering Spiritual Power (1) Kita sering mendengar kata sukses. Tentunya kita semua ingin menjadi orang yang sukses. Dalam pandangan manusia, mungkin kesuksesan itu adalah, menjadi kaya, memiliki keluarga yang terlihat harmonis, mendapatkan ... Selengkapnya |
Menyembunyikan KebenaranMenyembunyikan Kebenaran Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA “Innal ladziina yaktumuuna maa anzalallaahu minal kitaabi wa yasytaruuna bihii tsamanan qaliilan ulaa-ika maa ya’kuluuna fii buthuunihim illaan naara wa laa yukallimuhumullaahu yaumal ... Selengkapnya |
Transformasi Pribadi MuslimBab 1. Pendahuluan18-Mar-09 Transformasi Pribadi Muslim “Allah berfirman: ... Selengkapnya |
Penyebab keraguan dalam imanKomitmen merupakan kunci yang penting dalam membukan kesuksesan hakiki. Sebagaimana uraian yang lalu, salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan komitmen seseorang adalah keimanan seseorang kepada Allah dan hari ... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi
|
||
- + 9 |
||
Video dari kami
| Timbangan Lihat selengkapnya |
Amal Manusia Lihat selengkapnya |
Ucapan dan tindakan Lihat selengkapnya |
| Perjalanan Manusia Lihat selengkapnya |
Kemah di padang pasir |
Raja dan Ulama Lihat selengkapnya |









