Komentar
Suka Situs Ini...?
www.radiorisalah.com






![]() | Hari ini : | 45 |
![]() | Kemarin : | 497 |
![]() | Minggu ini : | 542 |
![]() | Minggu Lalu : | 3698 |
![]() | Bulan ini : | 11333 |
![]() | Bulan Lalu | 20235 |
![]() | Semua : | 285013 |
IP Anda : 38.107.179.236
,
Today: May 21, 2012
Artikel dibaca
Pengunjung dari..
German
- Über den Glauben
- Ist die Religion eine exakte Wissenschaft wie Mathematik ...?
- Produktivität im Islam
- Das Geheimnis und das Rezept der Schönheit von Audrey Hepburn
- Ist es erlaubt in verschiedenen Religionen zuheiraten…?
- ber die Interpretierung (Tafsir)
- Ratschläge für Frauen von Rasulullah SAW
- Herz, Absicht (Niat )& Standfestigkeit (istiqomah)
- Die Frau, die eine Scheidung fordert...?
- Führer im Islam
Valentine's Day=Virus Aqidah??
"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali" (An Nisaa', 4 : 115)
Ayat di atas menggambarkan betapa besar kasih-sayang Allah terhadap kita sebagai manusia ciptaan-Nya dengan memberikan peringatan yang cukup tegas agar kita tidak terjerembab ke dalam lembah kehinaan, neraka jahannam tempatnya. Di balik peringatan itu, sebenarnya Allah SWT telah memberikan jalan kebebasan kepada manusia untuk bebas memilih jalan hidupnya masing-masing. Paling tidak, ada "dua" jalan yang bisa ditempuh manusia dalam menempuh perjalanan hidupnya, yakni jalan lurus (keselamatan) atau jalan yang sesat.
Setiap jalan hidup yang ditempuhnya, tentu terdapat risiko atau konsekuensi tersendiri baik di dunia maupun di akhirat, dan tidak terkecuali dalam memilih budaya atau tradisi. Bila ia memilih jalan hidup yang sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya, maka insya Allah akan diridhai-Nya. Namun, bila sebaliknya atau sekadar ikut-ikutan maka akan mendapat murka-Nya (An Nissa' 4 : 115). Demikian pula, budaya ikut-ikutan yang tak jelas rujukannya tak lepas juga membawa konsekuensi tersendiri bagi pelakunya, sebagaimana firman-Nya: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya" (Al Israa', 17 : 36).
Dalam kaitan fenomena perayaan datangnya satu hari yang mereka namakan dengan "Valentine's Day", tentu kita sebagai muslim layak pula mengetahui apa dan siapa Valentine's Day itu dan bagaimana hukumnya bila ummat Islam ikut-ikutan merayakannya ? Kisahnya, Valentine's Day yang biasa dirayakan pada bulan Februari jelas-jelas bukan budaya atau tradisi Islam. Ia berasal dari - dan dibudayakan oleh orang-orang Nasrani. Ia yang selalu diperingati setiap tanggal 14 Februari adalah suatu perayaan yang dilakukan untuk menghormati Santo Valentino yang dihukum mati pada tahun 270 Masehi. Suatu hari dimana orang yang sedang mabuk asmara secara tradisi saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah, demikianlah sekilas sejarah Valentine's Day.
Adapun, Santo Valentino sendiri adalah nama seorang pendeta kristen yang dianggap sebagai pelindung orang yang bercinta. Dia dihukum mati karena melanggar peraturan yang dibuat Emperior Claudius II Ghoticus. Sang Empirior melarang para pemuda berstatus bujangan untuk menikah. Bahkan dia menganggap tentara yang masih lajang jauh lebih berprestasi ketimbang yang sudah beristri. Hal ini tentu sangat tidak disetujui oleh Santo Valentino, tanpa sepengetahuan penguasa ia menikahkan pemuda-pemudi. Tak lama kemudian akibat perbuatannya itu, pendeta tersebut dipenggal di Roma pada tahun 270 M (sumber lain 268M) dan ia dikuburkan di tepi jalan Flaminta. Anehnya, pihak gereja malah menobatkan ia sebagai pahlawan bercinta.
Hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari selalu dikaitkan dengan hari 'kasih sayang'. Benarkah ia merupakan hari yang menyebarkan kasih-sayang ? Ternyata, bila diteliti lebih lanjut, Valentine's Day adalah sebuah upacara keagamaan Romawi yang menyembah Dewa Lupercus (Dewa kesuburan padang rumput dan hewan ternak). Juga dihubungkan dengan penyembahan Dewa Faunus yang konon dianggap sebagai dewa alam semesta dan pemberi wahyu yang dilaksanakan di bukit Falentine.
Ritual upacaranya, dimulai dengan mengorbankan beberapa ekor kambing dan seekor anjing. Lantas dua orang pemuda dibawa ke sebuah altar, sebuah pisau yang berlumuran darah disentuhkan di kening mereka dan mereka harus tertawa. Setelah itu darah di kening dibersihkan dengan kain wool yang dicelupkan ke dalam susu. Kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok dan berlari ke arah yang berlawanan mengelilingi bukit dan tembok kota Falentine. Mereka mencambuki wanita yang dijumpai guna mengembalikan kesuburannya. Namun anehnya, para wanita dengan senang hati menerima cambukan tersebut.
Baru pada masa Kaisar Constantin (280-337M) upacara tersebut mendapat tambahan. Kaisar pertama pemeluk agama Nasrani ini memberi peluang kepada gereja untuk memberi pengaruhnya. Upacara tambahannya dimulai dengan pesan-pesan cinta yang disampaikan oleh para gadis dan diletakkan dalam sebuah jambangan kemudian diambil oleh para pemuda. Setelah itu mereka berpasangan dan berdansa dan diakhiri dengan tidur bersama yang lengkap dengan perzinahannya. Pada tahun 494 M, dewan gereja yang dipimpin Paus Galsium I mengubah upacara Lupercalia itu dari tanggal 15 Februari menjadi 14 Februari yang pada tahun 496 M ditetapkanlah sebagai Valentine's Day sekaligus untuk menghormati Santo Valentino.
Bertitik tolak pada uraian di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa, pertama, Valentine's Day berakar dari upacara keagamaan ritual Romawi kuno menyembah dewa mereka yang dilakukan dengan penuh kemusyrikan. Kedua, yang biasa dilaksanakan 15 Februari tersebut pada tahun 495 M oleh Paus Galsium I diganti menjadi 14 Februari. Ketiga, masyarakat dunia menerima, lantas "hari" itu disebarluaskan dengan dalih "hari kasih sayang" yang kini telah tersebar di berbagai negeri yang mayoritas penduduknya Islam.
Kini, permasalahannya telah jelas bahwa Valentine hanyalah tradisi Nasrani yang bila kita telusuri ternyata berakar dari kebudayaan Romawi purba. Lantas, benarkah Valentine itu adalah hari menyebarkan kasih-sayang dan menyatakan cinta ? Memang, sangat memprihatinkan bila kita rasakan ! Bukankah dengan demikian seolah-olah Islam tidak mengenal cinta-kasih. Padahal, dalam Islam, ajaran cinta kasih memiliki kedudukan tersendiri dengan skala prioritas dan kemuliaan, sebagaimana firman-Nya dalam, ( Al Baqarah, 2 : 165; At Taubah, 9 : 24; Al Fat-h, 48 : 29; dan Al Midah, 5 : 54).
Kelicikan musuh Islam untuk menipu ummat Islam memang sangat luar biasa, karena mereka menghalalkan segala cara. Valentine's Day yang berbau syirik tersebut bisa terbungkus dan terpoles rapi hingga diminati dan digandrungi oleh sebagian kecil generasi muda Islam yang tidak memiliki Furqon. Invasi pemikiran (Ghazwul fikri) yang gencar ini tidak luput mendapat dukungan penyebarannya melalui media cetak dan elektronik. Keduanya ikut memromosikan Valentine's Day kepada para pembaca dan pemirsanya.
Untuk itulah penting bagi kita menghindarkan dan menjauhkan diri dari taqlid buta, agar tidak terpedaya oleh musuh-musuh Islam dan hanyut dalam peniruan yang membabi buta kepada mereka tentang hal yang membahayakan aqidah dan tidak bermanfaat. Diriwayatkan dari Abi Sa'id Al-Hudzri, bersabda Rasulullah Saw:: "Sungguh kamu akan mengikuti sunnah (acara-cara tradisi, sikap, kebiasaan) orang-orang sebelum kamu selangkah demi selangkah hingga mereka masuk lubang biawak pun kamu akan memasukinya. Para sahabat bertanya, "Yahudi dan Nasrani?" "Lalu siapa lagi", jawab Rasulullah Saw.(HR. Bukhari-Muslim)
Kini layaklah kiranya, bila masalah ini agaknya menjadi permasalahan penting bagi ummat, khususnya generasi muda Islam. Dalam arti bahwa masalah ini mendesak dicarikan jalan keluar. Betapa tidak, karena taqlid buta yang merasuki jiwa generasi muda muslim dan menegakkan dienullah. Untuk itu, kita tidak boleh terkecoh dengan kemasan Valentine's Day yang tidak lain merupakan piranti efektif musuh-musuh Islam untuk menjauhkan, menggerogoti aqidah dan mengoyak akhlak serta tali ikatan generasi muda Muslim dengan Rabb-nya. Kini, jelaslah bahwa Valentine's Day merupakan budaya asing (non-Islam).
Mengikutinya berarti ikut serta menghidupkan dan melestarikan budaya Jahiliyyah yang nyata-nyata bertentangan dengan syariat Islam. Sabda Rasulullah Saw.: "Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia tergolong kaum itu" (HR. Ahmad dan Abu Daud). Pertanyaannya, akan relakah putra-putri kita, generasi muda Muslim kita digerogoti aqidah dan dicabik-cabik akhlaknya serta dijauhkan tali ikatannya dengan Rabb-nya ?. Padahal, Allah telah mengingatkan kita melalui firman-Nya : "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" (At Tahriim, 66 : 6)
Wallahu a'lam bish-shawab
Lainnya..
Dekadensi Moral"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata ... Selengkapnya |
Empowering Spiritual Power TrainingAlhamdulillah, selama bulan Ramadhan 1431 H Pelatihan singkat Empowering Spiritual Power telah di gelar beberapa tempat Bandung..... Sebelum bulan ramadhan, Forum Majelis Ta'lim Sebandung Raya menggelar acara Tarhib Ramadhan yang di ha... Selengkapnya |
Memandang PoligamiPada zaman sebelum diturunkannya Al Qur’an, kaum wanita boleh dikatakan, hampir tidak memiliki kemuliaan, rujuklah pada sejarah kaum wanita terdahulu yang banyak ditulis dalam berbagai risalah. Salah satu penyebabnya, boleh ... Selengkapnya |
Wanita dalam Al QuranRisalah Wanita (Eps 4)Al Quran adalah bentuk kasih sayang Allah, yang bertjuan untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Bukan untuk membebani manusia, atau menyulitkan manusia. Para ulama sepakat, bahwa ... Selengkapnya |
Penyebab keraguan dalam imanKomitmen merupakan kunci yang penting dalam membukan kesuksesan hakiki. Sebagaimana uraian yang lalu, salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan komitmen seseorang adalah keimanan seseorang kepada Allah dan hari ... Selengkapnya |
Kisah MaryamRisalah Wanita (Eps 15) Surat Maryam yang tertera dalam Al Quran, merupakan bukti bahwa kaum wanita bukanlah kaum yang lemah, kaum tidak dapat dijadikan panutan. Kisah Maryam yang sekaligus ... Selengkapnya |
Syarat Mencapai Kesuksesan HakikiEmpowering Spiritual Power Kesuksesan dalam pandangan manusia adalah keberhasilan dari sebuah upaya yang telah di tempuh…atau hasil yang sesuai dengan harapan yang di dapatkan dengan upaya dan pengorbanan. Dalam konteks kesuksesan ... Selengkapnya |
Gerakan 7F..!Gerakan 7 F Bidik Islam, Bagian Pertama. Dalam sebuah hadits dijelaskan salah satu “tanda-tanda” segera tibanya Hari Kiamat adalah keluarnya binatang melata besar dari perut bumi. Pada bukunya ... Selengkapnya |
Kiat mencetak anak yang sholehPada umumnya, setiap orang tua menginginkan anak yang sholeh, anak yang memiliki kepribadian yang baik. Secara singkat, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan anak yang sholeh ... Selengkapnya |
Berlatih Ikhlash...Mencoba sharing sesuai dengan pertanyaan salah satu sahabat di di FB, “Apakah ada do'a untuk tidak berpikiran negatif kepada orang yang telah di bantu....dan agar hati tidak gusar.....?”. Alhamdulillah, semoga ... Selengkapnya |
Al Quran & WatercycleWater Cycle adalah salah satu fenomena alam berputarnya air dari bumi ke langit yang terjadi terus menerus. Secara sederhana, apabila kita bagi ke dalam beberapa tahapan maka kita bisa simpulkan ... Selengkapnya |
Bolehkah menikah beda agama...?Jika kita perhatikan, 'hidup bersama' atau 'kumpul kebo' pada prakteknya 'hampir tidak ada bedanya' dengan pasangan suami-istri yang sudah menikah. Hubungan secara manusia dalam konteks 'hidup bersama tanpa sebuah pernikahan' ... Selengkapnya |
Tentang SyahadatRisalah Wanita (Eps 10) Islam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi ... Selengkapnya |
Wujud SyahadatRisalah Wanita (Eps 11)Kisah Wanita Sholehah : Menantu 'Umar Bin Khatab Pada satu saat ketika ‘Umar Bin Khatab sedang mengadakan inspeksi di Madina, Beliau ... Selengkapnya |
Politik, psikotik dan neuroticKURSI KANG ADENG Pilih mana? Kursi dewan atau rumah sakit jiwa. Ketika quick count direalease, maka terkuaklah dengan cepat perhitungan yang mendekati akurat dan jelas memberi gambaran kepada rakyat. Partai ... Selengkapnya |
Tentang ImanRisalah Wanita (Eps 6)Sering kali kita mendengar kata-kata iman. Dalam bahasa arab, semua kata yang terdiri dari alif, mim, dan nun, mengandung makna pembenaran, percaya, dan ketenangan hati. Orang beriman, ... Selengkapnya |
Lembaran kertas putihRisalah Wanita (EPS 27)Tips dalam mendidik anakSeorang anak yang baru lahir itu ibarat sebuah kertas kosong, tinggal peran orang tua dan lingkungannya yang berpengaruh terhadap anak ters... Selengkapnya |
Hak Cipta adalah Milik Allah..“Manusia tidaklah menciptakan sebagaimana sifat Allah yang menciptakan segala sesuatu, dari tidak ada menjadi ada” Pada hakikatnya, manusia tidaklah menciptakan sebagaimana sifat Allah yang menciptakan segala sesuatu, dari tidak ada menjadi ... Selengkapnya |
Ummat Rasulullah SAWSudahkah kita termasuk ummat Rasulullah Saw..?Dalam sebuah riwayat, ketika seorang hamba masuk ke dalam kuburnya lalu ia menjawab pertanyaan dengan benar, maka ia akan dilapangkan kuburnya dan dihindari dari adzab ... Selengkapnya |
Al Quran dan WanitaRisalah Wanita (Eps 1) :Ada mitos yang beredar di kalangan masyarakat dahulu yang sangat erat kaitannya dengan diturunkannya Nabi Adam Dan Siti Hawa untuk menjadi khalifah di bumi. Sebagaimana yang ... Selengkapnya |
Pentingnya ProsesEmpowering Spiritual Power Dalam ayat : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan ... Selengkapnya |
Lelaki Pilihan AllahRisalah Wanita (EPS 24) Banyak sekali ayat-ayat Allah dan hadits Rasulullah yang mengajarkan kepada kaum wanita, agar mereka mendapatkan laki-laki yang Allah pilihkan untuk menjadi suam... Selengkapnya |
Tentang SuratRisalah Wanita (Eps 2) Surat adalah salah satu bentuk komunikasi antar manusia yang lebih khusus untuk hubungan yang khusus dan memilik arti tersendiri bagi si penulis dan penerima. Seperti ... Selengkapnya |
Spiritual for Business #2Kiat memecahkan masalah yang rumit dalam pekerjaan.. Jika kita perhatikan… sebuah lukisan yang baik itu dimulai dari satu goresan kuas pada kanvas, ditambah satu goresan… dan seterusnya.. dan seterusnya… maka j... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi
|
||
- + 9 |
||
Video dari kami
| Timbangan Lihat selengkapnya |
Amal Manusia Lihat selengkapnya |
Ucapan dan tindakan Lihat selengkapnya |
| Perjalanan Manusia Lihat selengkapnya |
Kemah di padang pasir |
Raja dan Ulama Lihat selengkapnya |









