Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian." (Muslim)

Komentar

Suka Situs Ini...?

www.radiorisalah.com

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini :71
mod_vvisit_counterKemarin :198
mod_vvisit_counterMinggu ini :71
mod_vvisit_counterMinggu Lalu :1617
mod_vvisit_counterBulan ini :4283
mod_vvisit_counterBulan Lalu5709
mod_vvisit_counterSemua :521888

Sedang Online: 4
IP Anda : 54.242.200.172
,
Today: Apr 20, 2014

Artikel dibaca

Content View Hits : 856059



Informasi & Registrasi : SMS : 0813-21204471 - 081-802003336 - Pin BB : 21A16470

User Rating: / 0
PoorBest 

Indahnya Ukhuwwah Islamiyyah

Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA

 

“Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka turutilah ia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), maka kalian bercerai-berai dari jalan-Nya. Demikianlah yang diperintahkan Allah kepada kalian agar kalian bertakwa” (QS. Al An’aam, 6:153).

 

Betapa sangat pahit jika kita rasakan, krisis “multidemensi” yang dihadapi dan dialami bangsa ini belumlah ada tanda-tanda yang menggembirakan untuk menuju ke arah perbaikan. Bahkan bila kita mau jujur, jangankan secara perlahan menuju ke arah perbaikan, tapi sebaliknya malah semakin hari semakin terasa bangsa ini makin terpuruk dalam jurang kenistaan.

Harga diri sebagai sebuah bangsa lambat-laun nyaris sirna. Bahkan, kini negara kita sudah termasuk kelompok negara “terkorup” di dunia. Ironisnya, targedi ini justru menimpa sebuah bangsa yang “mengklaim” dirinya menjadi sebuah bangsa dan negara yang “notabene” dihuni penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Pertanyaannya, kenapa tragedi ini harus terjadi? Jawabnya, ini bisa terjadi karena sangat tidak menutup kemungkinan ummat Islam yang jumlahnya mayoritas di negeri ini perannya sangat terasa “belum” optimal, khususnya dalam membina “Azas Persatuan dan Kesatuan”. Padahal, azas ini merupakan salah satu azas yang sangat ditekankan oleh Islam. Tujuan dari azas ini tiada lain agar ummat yang jumlahnya mayoritas ini tidak lumpuh karena hilangnya kekuatan dan kewibawaan dan tidak terbinanya persatuan dan kesatuan dalam Ukhuwwah Imaaniyyah dan Islamiyyah. Kondisi ini membuat “musuh-musuh Islam tertawa mengejek”.

Ibarat kita tinggal di sebuah rumah di mana tetangga sebelah rumah kita memelihara seekor anjing yang dibiarkan berkeliaran. Setiap pagi, anjing milik tetangga kita itu selalu lewat di depan rumah kita. Atas dasar rasa “jijik” dan “najis” dari liur binatang tersebut kita pun mengambil sebuah batu kerikil dan melemparnya. Lemparan batu kerikil tepat mengenai kepala anjing tersebut. Namun, terkena lemparan kerikil “hanya” membuat anjing tersebut “menggeleng-gelengkan kepalanya” sambil “melirik dan tersenyum sinis”.

Jika setiap pagi kita melakukan hal yang sama, setiap kali anjing tersebut lewat kita lempar lagi dengan sebutir batu kerikil. Dan, anjing tersebut ditakdirkan Allah berusia panjang 15 tahun misalnya, “anjing itu akan terus tersenyum sinis menertawakan kita”, sama sekali tidak membuat anjing itu menjadi takut karena batu kerikil itu sama sekali tidak mengakibatkan rasa takut sedikit pun, maka akan tetap begitu seterusnya. Namun, jika batu kerikil yang selama 15 tahun itu kita kumpulkan dalam sebuah karung, lalu kita lemparkan ke anjing tersebut, maka Insya Allah anjing tersebut tidak akan menggeleng-gelengkan kepala lagi karena sudah mati.

Demikianlah, diakui atau tidak, ternyata kita selama ini “belum” pernah mampu membina persatuan dan kesatuan “bak” batu kerikil dalam sebuah karung tadi. Sebaliknya, kita masih senang terpisah jauh antara batu kerikil yang satu dengan batu kerikil lainnya, hingga akhirnya walaupun jumlah kita mayoritas menjadi lumpuh dan tidak memiliki wibawa. Kita masih senang menjadi “batu kerikil” yang “terpisah-pisah” dalam beberapa kelompok, golongan atau partai. Setiap pemilu, ummat Islam terpecah dalam berbagai kelompok atau partai. Kondisi seperti ini sangat rentan terhadap timbulnya perselisihan karena menyangkut berbagai macam kepentingan. Bahkan, yang memprihatinkan tidak jarang antarkelompok atau partai pun saling menghujat. Ironisnya, kita yang mayoritas malah terkadang mengikuti keinginan kaum minoritas.

Bila kita mau cermati, sebenarnya perselisihan itu dapat menimbulkan kerusakan pada hubungan baik antarsesama yang pada gilirannya akan bisa merusak nama Islam dan ummatnya. Islam sendiri adalah satu-satunya agama yang mengajak ke dalam ikatan persaudaraan yang terwujud dalam persatuan dan solidaritas, saling tolong-menolong dan membantu serta mengecam perpecahan dan perselisihan. Karena perselisihan itu sendiri pada dasarnya akan bisa menyebabkan kegagalan dalam sebuah perjuangan yang pada gilirannya pula dapat mengakibatkan hilangnya kewibawaan dan rasa disegani baik oleh kawan atau lawan.

Padahal, azas persatuan dan kesatuan ini telah ditegaskan melalui seruan-Nya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal-mengenal” (Al Hujuraat,49:13). Disadari atau tidak, di negeri kita ini saja telah Allah SWT ciptakan berbagai suku, warna kulit, berbagai macam budaya dan berlainan pula status sosialnya. Semua ini bukan untuk kita saling membangga-banggakan diri. Tetapi, kita diciptakan berbeda-beda tiada lain hanya untuk, “Lita’aaraafu”, sekadar memudahkan kita untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya.

Al Qur’an juga telah menegaskan bahwa kaum muslimin, kendati pun berbeda jenis, warna kulit, bahasa, dan berbeda pula tingkatan status sosialnya adalah tetap satu ummat, yaitu menjadi ummat yang adil dan pilihan yang dijadikan Allah SWT sebagai saksi atas perbuatan manusia (Al Baqarah, 2:143). Menjadi pula ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran serta beriman kepada Allah (Ali Imran, 3:110).

Pertanyaannya, akankah kita mau berupaya menjadi ummat yang terbaik yang salah satunya dengan mau kembali belajar tentang sejarah kehidupan ummat-ummat terdahulu baik yang mengalami kemajuan maupun kemunduran? Allah SWT lewat firman-Nya mengingatkan: “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang memiliki akal” (Yusuf,12:111).

Diakui atau tidak, betapa tidak sedikit peran ummat Islam tempo dulu di negeri ini dalam ikut memperjuangkan satu tujuan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merdeka sekaligus menjadi bangsa yang bermatabat dan memiliki harga diri. Sejarah mencatat, betapa kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini bukanlah hadiah dari kaum penjajah dan bukan pula semata-mata anugerah dari Allah SWT yang sepi dari perjuangan dan pengorbanan. Bahkan lembaran sejarah itu sendiri tidak mampu menccatat lagi berapa banyak jiwa para syuhada dan pahlawan yang telah gugur. Berapa banyak darah yang telah ditumpahkan dan betapa tidak terkiranya jeritan, pekikkan dan rintihan penderitaan yang sempat menggema di bumi nusantara ini, karena di benak para pejuang kala itu hanya ada satu tekad, “Merdeka atau Mati”.

Kini, sudah selayaknyalah jika ummat Islam di negeri ini kembali menyamakan tujuan dan merapatkan barisan sebagaimana miniatur kesatuan dan persatuan ummat yang kita wujudkan melalui shalat berjamaah. Di mana kita sama-sama menuju “satu” titik tujuan yang sama yakni ridha Allah dengan barisan yang rapat dan lurus. Mampu dan maukah kita mewujudkan makna dan hakikat shalat berjamaah dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara? Mampu dan maukah kita menentukan “satu” titik tujuan yang sama yakni semata-mata bertujuan untuk mencapai ridha Allah dalam memperjuangkan tegaknya syariat Allah dalam kehidupan?

Kita harus merasa malu dan prihatin, Muhammad Rasulullah Saw, mulai menyusun “Shaaf” (barisan) dari “satu orang menjadi banyak”. Sementara kita, mulai dari banyak tapi satu demi satu mengundurkan diri dari barisan dan dari komitmennya kepada Islam. Karena langsung atau tidak langsung, kita keluarkan dari barisan hanya karena berbeda faham, bukan dalam “Ushul ad Dien” (pokok-pokok dan prinsip dasar Agama). Lalu kita bagi-bagi ummat kedalam kotak-kotak “Hizbussiyaasiyyuun” (Partai Politik) atau “Hizbusy-syar’iyyuun” (Golongan Faham Syari’ah Furu’iyyah).

Kita harus segera berhenti dari lagu lama ini. Sehingga tidak perlu terulang lagi ironi, Muslim memusuhi Muslim, Muslim mencurigai Muslim, Muslim yang satu sibuk memukul Muslim lainnya, atau saling memukul satu sama lain. Sehingga setelah masing-masing babak-belur habis energi dan wibawa, akhirnya tidak berdaya di hadapan lawan yang sesungguhnya.

Mari kita sama-sama renungkan firman Allah SWT: “Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak aIndahnyada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat” (Al An’aam, 6:159).

Mari kita jadikan organisasi atau partai “hanya sebagai alat” untuk mencapai tujuan. Sebagaimana yang diajarkan Allah lewat firman-Nya: “Dan berpeganglah kalian semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai” (Ali Imran, 3:103). Hanya bila kita telah berupaya secara optimal dalam melaksanakan hak-hak Allah SWT dalam kehidupan ini, barulah kita bisa berharap akan janji Allah SWT yang lewat firman-Nya: “Jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian” (Muhammad, 47:7).

Wallahu a’lam bish-shawab.


Lainnya..

Tentang Shalat

Risalah Wanita (Eps 12) Jika pada suatu saat kita di undang oleh seseorang untuk datang ke rumahnya, dan dalam undangan itu kita hanya mengenal nama orang yang mengundang kita. Karena ketidaktahuan kita akan banyak hal yang berkaitan dengan und...

Selengkapnya

Krisis kepercayaan

Disorientasi manusia dalam kehidupannya dapat menimbulkan sebuah dampak yang sangat berarti, yaitu krisis kepercayaan..

Selengkapnya

Wanita dlm pandangan dunia

Risalah Wanita (Eps 5) “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pa...

Selengkapnya

Tentang Do'a

Do'a adalah hal yang sangat sering kita dengar, secara makna, do'a yang berasal dari da'a memiliki makna, mengharapkan kehadiran sesuatu atau mengharapkan kebaikan. Sedangkan secara umum, do'a berarti memohon, mengharap, meminta kepada Allah. Dalam A...

Selengkapnya

Hakikat Mandul

Hakikat Mandul Oleh: Abu Muas T Ada hal yang sangat penting dan layak dipertanyakan kepada diri kita, khususnya bagi para orangtua perihal keturunan atau putra-putri kita. Sebab, mengenai hal ini melalui hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulu...

Selengkapnya

Al Quran & Watercycle

Water Cycle adalah salah satu fenomena alam berputarnya air dari bumi ke langit yang terjadi terus menerus. Secara sederhana, apabila kita bagi ke dalam beberapa tahapan maka kita bisa simpulkan : 1. Air kembali turun ke bumi yang kita kenal dengan ...

Selengkapnya

K r i s i s K e t e l a d a n

K r i s i s   K e t e l a d a n Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Disadari atau tidak, dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara kita saat ini sedang dilanda “krisis keteladanan”, di mana dalam kehidupan keseharian kita masih sering melihat...

Selengkapnya

Resah - Gelisah, Adakah Obatnya?

Resah-Gelisah, Adakah Obatnya? Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Syahdan pada suatu saat, Sayidina Ali ra, ditanyalah oleh para sahabat dengan sebuah pertanyaan, “Makhluk apakah yang paling kuat di dunia ini?” Beliau seketika pula menjawab, makhluk...

Selengkapnya

Tentang Amal

Risalah Wanita (Eps 9) Dalam ilustrasi lilin pada episode yang lalu, sebagai orang yang percaya bahwa api yang menyala pada lilin itu panas, maka dirinya tidak akan pernah membiarkan tangannya berada di atas api tersebut. Berbeda dengan seorang anak...

Selengkapnya

Syarat Mencapai Kesuksesan Hakiki

Empowering Spiritual Power Kesuksesan dalam pandangan manusia adalah keberhasilan dari sebuah upaya yang telah di tempuh…atau hasil yang sesuai dengan harapan yang di dapatkan dengan upaya dan pengorbanan. Dalam konteks kesuksesan atau keberhasilan ...

Selengkapnya

Kurang Percaya Diri, Adakah Solusinya?

Kurang Percaya Diri, Adakah Solusinya? Oleh: Abu Muas Tardjono Alhamdulillah, kini banyak generasi muda yang aktif berorganisasi, tapi tidak sedikit pula yang masih memiliki banyak kekurangan khususnya “Kurang Percaya Diri” (KPD) bila harus berbica...

Selengkapnya

Tentang Iman

Risalah Wanita (Eps 6) Sering kali kita mendengar kata-kata iman. Dalam bahasa arab, semua kata yang terdiri dari alif, mim, dan nun, mengandung makna pembenaran, percaya, dan ketenangan hati. Orang beriman, adalah mereka yang percaya, membenark...

Selengkapnya

Tentang Pernikahan

Risalah Wanita (EPS 23) Dalam surat al a'roof ayat 16 di abadikan satu kejadian ; Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,  (7 :16) Aya...

Selengkapnya

Kemuliaan Wanita

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadany...

Selengkapnya

Taubat dan cobaan ..

Mencoba sharing sesuai dengan pertanyaan salah satu sahabat di forum majelis ta’lim Al Ashr di FB, tentang, “Mengapa jika kita hendak bertaubat, banyak sekali cobaan yang kita hadapi”. Marilah kita mulai dulu dari pengertian kata taubat. Taubat berm...

Selengkapnya

Empowering 7 Training

Alhamdulillah pelatihan reguler pada tanggal 25/06/2011 telah selesai dilaksanakan... Kami mengucapkan terima kasih kepada peserta yang telah bersedia mengikuti Empowering Spiritual Power.. Semoga apa yang disampaikan dapat memberikan manfaat bagi ki...

Selengkapnya

Pemimpin dalam Islam

"Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atasnya. Seo...

Selengkapnya

Yes, I am… wanna to be happy, always…!

“Kebahagiaan tidak dicapai dengan jerih payah; kebahagiaan diperoleh dengan mengurangi keinginan.” Perilaku kita akan memperlihatkan, bahwa kita bahagia. Jika dalam pandangan kita tidak ada bedanya, hidup dan mati, penjara dan istana, miskin dan ka...

Selengkapnya

Tentang Musibah

Mensikapi bencana yang terjadi di Indonesia, melalui sudut pandang Al Quran Kata musibah dalam Al Quran berarti, sesuatu yang menimpa manusia, baik berupa hal yang positif maupun yang negatif. Tetapi, dalam perkembangannya, kata musibah itu lebih be...

Selengkapnya

Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanita

Risalah Wanita (EPS 28) “Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. (HR. Bukhari dan Muslim) Surga dan n...

Selengkapnya

Lembaran kertas putih

Risalah Wanita (EPS 27) Tips dalam mendidik anak Seorang anak yang baru lahir itu ibarat sebuah kertas kosong, tinggal peran orang tua dan lingkungannya yang berpengaruh terhadap anak tersebut. Apabila diatas kertas tersebut dituliskan tentang...

Selengkapnya

Fenomena Syirik

Fenomena Syirik   Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah ...

Selengkapnya

Ucapan dan tindakan

Perkataan dan perbuatan adalah  dua hal yang berbeda, dan keduanya merupakan juga hal yang penting untuk diperhatikan.  Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat : “Wahai orang-orang beriman, mengapa engkau mengatakan apa yang  tidak engkau laku...

Selengkapnya

Tentang Puasa

Risalah Wanita (Eps 14) Jika saja ada…, Sebuah Mall terkenal yang menjual berbagai macam produk dari mulai rumah tangga, pakaian, alat kecantikan, makanan dan minuman, memberikan diskon khusus tanpa ketentuan dan syarat belaku, bagi setiap pemb...

Selengkapnya

More in: Inspirasi

-
+
9

Video Jalan Inspirasi..