Komentar
Suka Situs Ini...?
www.radiorisalah.com






![]() | Hari ini : | 44 |
![]() | Kemarin : | 497 |
![]() | Minggu ini : | 541 |
![]() | Minggu Lalu : | 3698 |
![]() | Bulan ini : | 11332 |
![]() | Bulan Lalu | 20235 |
![]() | Semua : | 285012 |
IP Anda : 38.107.179.240
,
Today: May 21, 2012
Artikel dibaca
Pengunjung dari..
German
- Über den Glauben
- Ist die Religion eine exakte Wissenschaft wie Mathematik ...?
- Produktivität im Islam
- Das Geheimnis und das Rezept der Schönheit von Audrey Hepburn
- Ist es erlaubt in verschiedenen Religionen zuheiraten…?
- ber die Interpretierung (Tafsir)
- Ratschläge für Frauen von Rasulullah SAW
- Herz, Absicht (Niat )& Standfestigkeit (istiqomah)
- Die Frau, die eine Scheidung fordert...?
- Führer im Islam
Indahnya Ukhuwwah Islamiyyah
Indahnya Ukhuwwah Islamiyyah
Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA
“Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka turutilah ia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), maka kalian bercerai-berai dari jalan-Nya. Demikianlah yang diperintahkan Allah kepada kalian agar kalian bertakwa” (QS. Al An’aam, 6:153).
Betapa sangat pahit jika kita rasakan, krisis “multidemensi” yang dihadapi dan dialami bangsa ini belumlah ada tanda-tanda yang menggembirakan untuk menuju ke arah perbaikan. Bahkan bila kita mau jujur, jangankan secara perlahan menuju ke arah perbaikan, tapi sebaliknya malah semakin hari semakin terasa bangsa ini makin terpuruk dalam jurang kenistaan.
Harga diri sebagai sebuah bangsa lambat-laun nyaris sirna. Bahkan, kini negara kita sudah termasuk kelompok negara “terkorup” di dunia. Ironisnya, targedi ini justru menimpa sebuah bangsa yang “mengklaim” dirinya menjadi sebuah bangsa dan negara yang “notabene” dihuni penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia.
Pertanyaannya, kenapa tragedi ini harus terjadi? Jawabnya, ini bisa terjadi karena sangat tidak menutup kemungkinan ummat Islam yang jumlahnya mayoritas di negeri ini perannya sangat terasa “belum” optimal, khususnya dalam membina “Azas Persatuan dan Kesatuan”. Padahal, azas ini merupakan salah satu azas yang sangat ditekankan oleh Islam. Tujuan dari azas ini tiada lain agar ummat yang jumlahnya mayoritas ini tidak lumpuh karena hilangnya kekuatan dan kewibawaan dan tidak terbinanya persatuan dan kesatuan dalam Ukhuwwah Imaaniyyah dan Islamiyyah. Kondisi ini membuat “musuh-musuh Islam tertawa mengejek”.
Ibarat kita tinggal di sebuah rumah di mana tetangga sebelah rumah kita memelihara seekor anjing yang dibiarkan berkeliaran. Setiap pagi, anjing milik tetangga kita itu selalu lewat di depan rumah kita. Atas dasar rasa “jijik” dan “najis” dari liur binatang tersebut kita pun mengambil sebuah batu kerikil dan melemparnya. Lemparan batu kerikil tepat mengenai kepala anjing tersebut. Namun, terkena lemparan kerikil “hanya” membuat anjing tersebut “menggeleng-gelengkan kepalanya” sambil “melirik dan tersenyum sinis”.
Jika setiap pagi kita melakukan hal yang sama, setiap kali anjing tersebut lewat kita lempar lagi dengan sebutir batu kerikil. Dan, anjing tersebut ditakdirkan Allah berusia panjang 15 tahun misalnya, “anjing itu akan terus tersenyum sinis menertawakan kita”, sama sekali tidak membuat anjing itu menjadi takut karena batu kerikil itu sama sekali tidak mengakibatkan rasa takut sedikit pun, maka akan tetap begitu seterusnya. Namun, jika batu kerikil yang selama 15 tahun itu kita kumpulkan dalam sebuah karung, lalu kita lemparkan ke anjing tersebut, maka Insya Allah anjing tersebut tidak akan menggeleng-gelengkan kepala lagi karena sudah mati.
Demikianlah, diakui atau tidak, ternyata kita selama ini “belum” pernah mampu membina persatuan dan kesatuan “bak” batu kerikil dalam sebuah karung tadi. Sebaliknya, kita masih senang terpisah jauh antara batu kerikil yang satu dengan batu kerikil lainnya, hingga akhirnya walaupun jumlah kita mayoritas menjadi lumpuh dan tidak memiliki wibawa. Kita masih senang menjadi “batu kerikil” yang “terpisah-pisah” dalam beberapa kelompok, golongan atau partai. Setiap pemilu, ummat Islam terpecah dalam berbagai kelompok atau partai. Kondisi seperti ini sangat rentan terhadap timbulnya perselisihan karena menyangkut berbagai macam kepentingan. Bahkan, yang memprihatinkan tidak jarang antarkelompok atau partai pun saling menghujat. Ironisnya, kita yang mayoritas malah terkadang mengikuti keinginan kaum minoritas.
Bila kita mau cermati, sebenarnya perselisihan itu dapat menimbulkan kerusakan pada hubungan baik antarsesama yang pada gilirannya akan bisa merusak nama Islam dan ummatnya. Islam sendiri adalah satu-satunya agama yang mengajak ke dalam ikatan persaudaraan yang terwujud dalam persatuan dan solidaritas, saling tolong-menolong dan membantu serta mengecam perpecahan dan perselisihan. Karena perselisihan itu sendiri pada dasarnya akan bisa menyebabkan kegagalan dalam sebuah perjuangan yang pada gilirannya pula dapat mengakibatkan hilangnya kewibawaan dan rasa disegani baik oleh kawan atau lawan.
Padahal, azas persatuan dan kesatuan ini telah ditegaskan melalui seruan-Nya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal-mengenal” (Al Hujuraat,49:13). Disadari atau tidak, di negeri kita ini saja telah Allah SWT ciptakan berbagai suku, warna kulit, berbagai macam budaya dan berlainan pula status sosialnya. Semua ini bukan untuk kita saling membangga-banggakan diri. Tetapi, kita diciptakan berbeda-beda tiada lain hanya untuk, “Lita’aaraafu”, sekadar memudahkan kita untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya.
Al Qur’an juga telah menegaskan bahwa kaum muslimin, kendati pun berbeda jenis, warna kulit, bahasa, dan berbeda pula tingkatan status sosialnya adalah tetap satu ummat, yaitu menjadi ummat yang adil dan pilihan yang dijadikan Allah SWT sebagai saksi atas perbuatan manusia (Al Baqarah, 2:143). Menjadi pula ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran serta beriman kepada Allah (Ali Imran, 3:110).
Pertanyaannya, akankah kita mau berupaya menjadi ummat yang terbaik yang salah satunya dengan mau kembali belajar tentang sejarah kehidupan ummat-ummat terdahulu baik yang mengalami kemajuan maupun kemunduran? Allah SWT lewat firman-Nya mengingatkan: “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang memiliki akal” (Yusuf,12:111).
Diakui atau tidak, betapa tidak sedikit peran ummat Islam tempo dulu di negeri ini dalam ikut memperjuangkan satu tujuan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merdeka sekaligus menjadi bangsa yang bermatabat dan memiliki harga diri. Sejarah mencatat, betapa kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini bukanlah hadiah dari kaum penjajah dan bukan pula semata-mata anugerah dari Allah SWT yang sepi dari perjuangan dan pengorbanan. Bahkan lembaran sejarah itu sendiri tidak mampu menccatat lagi berapa banyak jiwa para syuhada dan pahlawan yang telah gugur. Berapa banyak darah yang telah ditumpahkan dan betapa tidak terkiranya jeritan, pekikkan dan rintihan penderitaan yang sempat menggema di bumi nusantara ini, karena di benak para pejuang kala itu hanya ada satu tekad, “Merdeka atau Mati”.
Kini, sudah selayaknyalah jika ummat Islam di negeri ini kembali menyamakan tujuan dan merapatkan barisan sebagaimana miniatur kesatuan dan persatuan ummat yang kita wujudkan melalui shalat berjamaah. Di mana kita sama-sama menuju “satu” titik tujuan yang sama yakni ridha Allah dengan barisan yang rapat dan lurus. Mampu dan maukah kita mewujudkan makna dan hakikat shalat berjamaah dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara? Mampu dan maukah kita menentukan “satu” titik tujuan yang sama yakni semata-mata bertujuan untuk mencapai ridha Allah dalam memperjuangkan tegaknya syariat Allah dalam kehidupan?
Kita harus merasa malu dan prihatin, Muhammad Rasulullah Saw, mulai menyusun “Shaaf” (barisan) dari “satu orang menjadi banyak”. Sementara kita, mulai dari banyak tapi satu demi satu mengundurkan diri dari barisan dan dari komitmennya kepada Islam. Karena langsung atau tidak langsung, kita keluarkan dari barisan hanya karena berbeda faham, bukan dalam “Ushul ad Dien” (pokok-pokok dan prinsip dasar Agama). Lalu kita bagi-bagi ummat kedalam kotak-kotak “Hizbussiyaasiyyuun” (Partai Politik) atau “Hizbusy-syar’iyyuun” (Golongan Faham Syari’ah Furu’iyyah).
Kita harus segera berhenti dari lagu lama ini. Sehingga tidak perlu terulang lagi ironi, Muslim memusuhi Muslim, Muslim mencurigai Muslim, Muslim yang satu sibuk memukul Muslim lainnya, atau saling memukul satu sama lain. Sehingga setelah masing-masing babak-belur habis energi dan wibawa, akhirnya tidak berdaya di hadapan lawan yang sesungguhnya.
Mari kita sama-sama renungkan firman Allah SWT: “Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak aIndahnyada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat” (Al An’aam, 6:159).
Mari kita jadikan organisasi atau partai “hanya sebagai alat” untuk mencapai tujuan. Sebagaimana yang diajarkan Allah lewat firman-Nya: “Dan berpeganglah kalian semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai” (Ali Imran, 3:103). Hanya bila kita telah berupaya secara optimal dalam melaksanakan hak-hak Allah SWT dalam kehidupan ini, barulah kita bisa berharap akan janji Allah SWT yang lewat firman-Nya: “Jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian” (Muhammad, 47:7).
Wallahu a’lam bish-shawab.
Lainnya..
Politik, psikotik dan neuroticKURSI KANG ADENG Pilih mana? Kursi dewan atau rumah sakit jiwa. Ketika quick count direalease, maka terkuaklah dengan cepat perhitungan yang mendekati akurat dan jelas memberi gambaran kepada rakyat. Partai ... Selengkapnya |
Taubat dan cobaan ..Mencoba sharing sesuai dengan pertanyaan salah satu sahabat di forum majelis ta’lim Al Ashr di FB, tentang, “Mengapa jika kita hendak bertaubat, banyak sekali cobaan yang kita hadapi”.Marilah kita mulai ... Selengkapnya |
Hati, Niat & Istiqomah..Tulisan ini adalah jawaban untuk share dengan salah satu sahabat yang mengajukan pertanyaan di forum majelis ta’lim Al Ashr di facebook.. Dalam pertanyaan ini setidaknya ada beberapa hal yang ... Selengkapnya |
Pemimpin dalam Islam"Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya ... Selengkapnya |
Penyebab keraguan dalam imanKomitmen merupakan kunci yang penting dalam membukan kesuksesan hakiki. Sebagaimana uraian yang lalu, salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan komitmen seseorang adalah keimanan seseorang kepada Allah dan hari ... Selengkapnya |
Tentang PernikahanRisalah Wanita (EPS 23) Dalam surat al a'roof ayat 16 di abadikan satu kejadian ; Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya... Selengkapnya |
Lembaran kertas putihRisalah Wanita (EPS 27)Tips dalam mendidik anakSeorang anak yang baru lahir itu ibarat sebuah kertas kosong, tinggal peran orang tua dan lingkungannya yang berpengaruh terhadap anak ters... Selengkapnya |
Kisah Siti KhadijahRisalah Wanita (EPS 17) Khadijah binti khuwailid, adalah nama yang sudah tidak asing lagi…. Beliau di juluki Ath-thohirah, yang berarti bersih dan suci. Beliau tumb... Selengkapnya |
Kiat mencetak anak yang sholehPada umumnya, setiap orang tua menginginkan anak yang sholeh, anak yang memiliki kepribadian yang baik. Secara singkat, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan anak yang sholeh ... Selengkapnya |
Bahaya Kemunkaran IlmuBahaya Kemunkaran Ilmu Oleh : Tardjono Abu Muas "Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. ... Selengkapnya |
Akhlaq kepada lingkunganMelalui air Allah jadikan segala sesuatu yang hidup, banyak sekali fakta dari hasil penelitian ilmu pengetahuan modern menyatakan, bahwa hampir seluruh makhluk di bumi ini memerlukan air sebagai salah satu ... Selengkapnya |
Menjadi tuaSaya tertarik membaca satu artikel, dari seseorang yang menamakan dirinya Om Widy. Dia, berbicara mengenai ‘ketuaannya’… Saya hanya tertarik, karena saya memang sedang ingin mengetahui… apa yang dirasakan seseorang, di ... Selengkapnya |
Transformasi Pribadi MuslimBab 1. Pendahuluan18-Mar-09 Transformasi Pribadi Muslim “Allah berfirman: ... Selengkapnya |
Untung Ada SayaMasih ingatkah kita dengan “Jargon” ungkapan seorang pelawak terkenal kita yang di sela-sela pertunjukkannya sering mengucapkan kata-kata, “Untung Ada Saya?” Mudah-mudahan kata-kata yang sering dia ucapkan tersebut hanya sekadar ... Selengkapnya |
Tentang Do'a (Bag 2)Apakah do'a orang kafir di kabulkan...? "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai ... Selengkapnya |
Ilmu dan ImanRisalah Wanita (EPS 7)Tentunya, kita pernah mendengar, bagaimana perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan hak wanita..Salah satu perjuangan yang Beliau anggap penting adalah mendirikan sekolah bagi kaum wanita.Karena pada waktu itu, ... Selengkapnya |
Surat Dari Sang KekasihRisalah Wanita (Eps 13) Dalam pertemuan yang lalu, kita telah membahas sedikit tentang shalat yang merupakan wujud dari syahadat, tentunya… bahasan mengenai shalat ini merupakan ... Selengkapnya |
Indahnya Rumah Laba-LabaIndahnya Rumah Laba-Laba Oleh : Tardjono Abu M. Muas Dalam kehidupan keseharian kita, tentu kita pernah melihat dan atau mengenal salah satu makhluk Allah dari sekian banyak makhluk ciptaan-Nya yang ... Selengkapnya |
Tentang IslamIslam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi tanpa paksaan. Sedangkan islam secara makna, maka ... Selengkapnya |
Yes, I am… wanna to be happy, always…!“Kebahagiaan tidak dicapai dengan jerih payah; kebahagiaan diperoleh dengan mengurangi keinginan.” Perilaku kita akan memperlihatkan, bahwa kita bahagia. Jika dalam pandangan kita tidak ada bedanya, hidup dan mati, penjara dan i... Selengkapnya |
K r i s i s K e t e l a d a nK r i s i s K e t e l a d a n Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Disadari atau tidak, dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara ... Selengkapnya |
|
|
Valentine's Day=Virus Aqidah??"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ... Selengkapnya |
Dekadensi Moral"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata ... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi
|
||
- + 9 |
||
Video dari kami
| Timbangan Lihat selengkapnya |
Amal Manusia Lihat selengkapnya |
Ucapan dan tindakan Lihat selengkapnya |
| Perjalanan Manusia Lihat selengkapnya |
Kemah di padang pasir |
Raja dan Ulama Lihat selengkapnya |









