Komentar
Suka Situs Ini...?
www.radiorisalah.com






![]() | Hari ini : | 409 |
![]() | Kemarin : | 456 |
![]() | Minggu ini : | 2221 |
![]() | Minggu Lalu : | 2338 |
![]() | Bulan ini : | 9898 |
![]() | Bulan Lalu | 16945 |
![]() | Semua : | 233797 |
IP Anda : 38.107.179.237
,
Today: Feb 22, 2012
Artikel dibaca
Pengunjung dari..
German
- Über den Glauben
- Ist die Religion eine exakte Wissenschaft wie Mathematik ...?
- Produktivität im Islam
- Das Geheimnis und das Rezept der Schönheit von Audrey Hepburn
- Ist es erlaubt in verschiedenen Religionen zuheiraten…?
- ber die Interpretierung (Tafsir)
- Ratschläge für Frauen von Rasulullah SAW
- Herz, Absicht (Niat )& Standfestigkeit (istiqomah)
- Die Frau, die eine Scheidung fordert...?
- Führer im Islam
Dekadensi Moral
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya" (Ali Imran, 3 : 118)
.
Dalam bukunya, Bahaya Zionisme Terhadap Dunia Islam, DR. Majid Kailani memaparkan tentang dekadensi moral yang terjadi di dunia Islam dulu dan masa kini. Dijelaskannya, bahwa akhlak suatu bangsa akan tegak apabila di dalam upaya pembinaannya ada keselarasan antara akal dan nafsul-mutmainah yang didukung oleh iman. Pembinaan seperti itu akan mampu menjawab panggilan akal dalam mencapai tujuan yang bernilai sangat mulia.
Sebaliknya, kalau orang menjauhi upaya itu dan menyimpang daripadanya, maka yang timbul adalah kebrutalan yang buta akan kebenaran, dan akal pun menjadi alat yang setia untuk melayani syahwat. Orang akan sulit menahan nafsunya, ia menjadi buta dan cenderung mengikuti rangsangan kejahatan, mudah tersalur kepada keonaran dan kerusakan. Jika hal demikian sudah merata hinggap pada masyarakat, maka itu suatu pertanda bahwa negara itu telah dijangkiti penyakit “dekadensi moral” dan menjadi bangsa yang lemah dan hina. Kaum Zionis menggunakan peluang ini sebagai senjata untuk meluaskan ekspansi subversinya ke seluruh dunia.
Para misionaris mereka telah menguasai berbagai lapangan pengembangan ilmu, sepertri Darwin dengan teori evolusinya, Freud dengan teori libido-nya (naluri seksual yang tak sadar), Marx dengan penafikan terhadap agama, dan lain-lain masih banyak lagi. Mereka pada umumnya menyerang dunia pemikiran, bahwa akhlak itu tidak wujud (subjektif), agama itu khurafat (dongeng tanpa dasar), sedangkan Freud menekankan kecenderungan hubungan kelamin antara pria dan wanita sebagai hakim kehidupan.
Menurut Freud, membatasi hubungan itu berarti membatasi pula keseluruhan kegiatan dan kemampuan manusia. Tanpa terasa persepsi ini mulai tersiar luas di kalangan muda-mudi. Susila mulai terbius dan moral pun hancur terpukul, sehingga nilai kemanusiaan meluncur ke jurang kehancuran. Untuk menyebarkan isu-isu mereka, kaum Yahudi menggunakan berbagai macam mass-media, termasuk di kampus-kampus saat Dies Natalis, dan juga dalam situasi kehidupan yang dihinggapi oleh gejala anomi (ketidakpastian aturan). Konsumerisme kemewahan yang membawa kebinasaan dikobarkan di mana-mana, dan sekaligus menciptakan kedengkian yang antagonistis (pertentangan) antara golongan atas dan golongan bawah. Maka dunia pun hendak ditenggelamkan ke lembah kerusakan moral secara total.
Pada tingkat puing-puing kerendahan akhlak itulah kaum Yahudi merintis jalan untuk menghujamkan pengaruhnya kepada para calon korbannya. Orang-orang yang berhasil dijauhkan dari Allah itu merupakan korban-korban yang mereka himpun dalam berbagai macam organisasi, yang kepada para korbannya itu terus-menerus dipompakan hukum ketentuan tidak menerima sesuatu kecuali yang bernilai materi.
Orang-orang Yahudi melapangkan sarana hidup bermewah-mewah, melalui industri barang-barang lux yang beraneka ragam dengan tujuan merampas harta kekayaan manusia yang tergila-gila dengan barang lux itu. Para perancang modenya tak mau ketinggalan, mereka terus menampilkan mode-mode yang amat menggiurkan. Berjuta-juta dollar telah mereka hamburkan untuk sekadar reklame mode pakaian wanita atau pria. Sedikit demi sedikit tapi pasti mereka berhasil mengubah wajah kaum pria dan sekaligus membuka aurat wanitanya di balik mode busananya.
Tak kalah hebatnya, bahwa kaum Yahudi di dalam merusak moral, mereka mengusai berbagai media massa baik media cetak maupun elektronik. Para pembaca ataupun pirsawan akan mendapatkan berita, gambar-gambar atau tontonan yang sangat jelas dan terinci tahap demi tahap tentang praktek-praktek prostitusi.
Fenomena-fenomena di atas tak terasa nyaris melanda kehidupan di seantero dunia tak terkecuali dunia Islam pun terkena dampaknya. Segala sesuatunya terasa begitu cepat berubah seiring dengan perkembangan komunikasi dan maju pesatnya sarana transportasi pada semua sisi. Maka biasanya dekadensi moral lebih dulu terjadi di kota-kota besar, lantas bergerak lambat tapi pasti menuju ke desa-desa.
Kemajuan pesat ilmu dan teknologi justru melanda dan menggelisahkan sebagian ummat manusia yang tidak memiliki 'Investasi Ruhaniah', yang hidupnya tidak berpegang kepada tali Allah yang mutlak kokohnya. Orang-orang semacam ini akan mudah terhempas dalam gelombang besar kehidupan dan larut dalam skenario jahat kaum Zionis Yahudi.
Malapetaka yang amat berbahaya bagi kita adalah jika kita telah kehilangan makna hakikat kehidupan itu sendiri dan juga disertai hilangnya ni-lai-nilai akhlak. Padahal, ummat Islam di dalam lembaran sejarahnya memiliki kepekaan yang luar biasa akan nilai rasa itu. Sebuah nilai paling mulia yang tidak dimiliki oleh faham-faham lain karena Islam datang dari Allah.
Gejala-gejala yang mulai nampak yang menjadi kekhawatiran kita bersama adalah akibat mengalirnya budaya barat yang masuk celah-celah kehidupan kita. Fenomenanya, tidak sedikit kaum Ayah yang sudah tidak lagi mempedulikan kehormatan anak gadisnya. Terserah kemana mereka pergi. Terserah dengan siapa anak gadisnya berkelana. Sang Ayah pun tak pernah mempedulikan apakah yang pergi bersama anak gadisnya tadi berstatus sebagai mahromnya atau tidak dengan alasan olah raga atau studi tour.
Bahkan apa yang terjadi…? Hidup mereka menonton film berduaan. Sementara film yang diputar adalah adegan-adegan yang tidak pantas dilihat oleh seseorang yang masih melekat imannya. Film-film yang ditonton menggambarkan langkah-langkah fujur (kerusakan). Inilah salah satu usaha Zionis dalam merusak bangsa, dengan terlebih dahulu merusak generasi mudanya.
Tidak sedikit generasi muda kita yang telah hancur mental dan kepribadiannya. Mereka lebih suka datang ke tempat-tempat dansa daripada mendatangi tempat ibadah. Mereka lebih tertarik ke tempat-tempat prostitusi, ketimbang pergi ke tempat pengajian untuk membahas masalah-masalah yang dihadapi ummat. Tragis dan ironisnya, mereka sebagian besar pemuda-pemuda yang beridentitas sebagai muslim. Jelas saja, kaum Zionis terus bersorak gegap-gempita melihat pemandangan ini.
Dalam menghadapi situasi seperti ini, Drs. H. Toto Tasmara, dalam bukunya berjudul, Dajal & Simbol Setan, menjelaskan bahwa salah satu kunci untuk menghambat gerakan mereka (Zionis) adalah kesatuan ummat, satu komando, satu gerakan, dan satu visi yang jelas yaitu menanamkam satu etos perjuangan di dalam dada setiap pribadi muslim untuk memenangkan Islam.
Allah SWT berfirman: "Dia-lah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai" (At Taubah, 9 : 33). Demikian pula dalam firman-Nya: "Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi" (Al Fat-h, 48 : 28).
Kini, tiba saatnya bagi kita untuk bersama-sama memikirkan tantangan yang semakin hari semakin merajalela dari kaum Zionis ini salah satunya dengan cara kita mempersatukan kekuatan sambil memberanikan diri membuat garis pemisah yang tegas, mana lawan mana kawan (Ali Imran, 3 : 118)
Tiba saatnya pula, ditanamkan sejak dini kepada generasi muda Islam, bahkan harus dijadikan satu etos kultural bahwa yang dimaksud dengan seorang muslim adalah, "seorang yang berpihak kepada Allah dan Rasul-Nya dan mempunyai misi untuk memenangkan agama Islam semata-mata" (At Taubah, 9:33; Al Fat-h, 48:28; Ash Shaff, 61:9)
Mesti ditanamkan pula, satu kesadaran bahwa memperjuangkan kejayaan Islam dan ummatnya adalah bagian dari darah daging seorang muslim, merupakan bagian dari jati dirinya. Karena, begitu seorang mengaku sebagai muslim, dia adalah pejuang Allah, partisan yang sekujur tubuhnya, mulai dari ujung rambut sampai ujung kakinya, dari relung jiwanya sampai bentuk kasar jasmaninya dicelup (di-sibghah) dengan semangat perjuangan/pengorbanan.
Jiwa muru'ah-nya hanya mempunyai sa-tu moto perjuangan, "isy kariman au mut syahidan" yang artinya, "menjadi muslim sejati atau mati sebagai syuhada" atau dalam bahasa Inggrisnya, 'be a good muslim or die as fighter'. Hidup tiada lain adalah sebuah perjuangan dan pengorbanan. Manusia yang berjiwa kardus akan segera tergusur dari derap perjalanan peradaban ini. Hanya manusia yang tangguh yang jiwanya telah dicelup (sibghah) mahabbah lillah, 'kecintaan kepada Allah' yang dapat berdiri tegar meraup debu-debu perjuangan / pengorbanan. Hanya manusia yang hatinya dibalut iman, rohnya membara disulut jihad yang pantas menghadang segala tantangan musuh.
Bagi kita tak mengenal kata "berhenti". Tempat perhentian seorang mujahid hanyalah kematian yang menjadi pintu awal kebahagiaan abadi. Semoga semangat perjuangan/pengorbanan kita tidak pernah lentur dan luntur menghadapi musuh-musuh Allah yang semakin berani menunjukkan eksistensinya baik masa kini ataupun masa mendatang. Amin !
Wallahu a'lam bish-shawab.
Lainnya..
Tentang AmalRisalah Wanita (Eps 9)Dalam ilustrasi lilin pada episode yang lalu, sebagai orang yang percaya bahwa api yang menyala pada lilin itu panas, maka dirinya tidak akan pernah membiarkan tangannya berada ... Selengkapnya |
Melayani dengan hatiPada 17 agustus tahun 1945, para pemimpin negara dengan berani mengumumkan proklamasi yang menjadikan bangsa Indonesia adalah bangsa yang merdeka di hadapan seluruh bangsa di dun... Selengkapnya |
|
Memandang PoligamiPada zaman sebelum diturunkannya Al Qur’an, kaum wanita boleh dikatakan, hampir tidak memiliki kemuliaan, rujuklah pada sejarah kaum wanita terdahulu yang banyak ditulis dalam berbagai risalah. Salah satu penyebabnya, boleh ... Selengkapnya |
Gerakan 7F..!Gerakan 7 F Bidik Islam, Bagian Pertama. Dalam sebuah hadits dijelaskan salah satu “tanda-tanda” segera tibanya Hari Kiamat adalah keluarnya binatang melata besar dari perut bumi. Pada bukunya ... Selengkapnya |
Untung Ada SayaMasih ingatkah kita dengan “Jargon” ungkapan seorang pelawak terkenal kita yang di sela-sela pertunjukkannya sering mengucapkan kata-kata, “Untung Ada Saya?” Mudah-mudahan kata-kata yang sering dia ucapkan tersebut hanya sekadar ... Selengkapnya |
Tentang PernikahanRisalah Wanita (EPS 23) Dalam surat al a'roof ayat 16 di abadikan satu kejadian ; Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya... Selengkapnya |
Menyembunyikan KebenaranMenyembunyikan Kebenaran Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA “Innal ladziina yaktumuuna maa anzalallaahu minal kitaabi wa yasytaruuna bihii tsamanan qaliilan ulaa-ika maa ya’kuluuna fii buthuunihim illaan naara wa laa yukallimuhumullaahu yaumal ... Selengkapnya |
Wanita dlm pandangan duniaRisalah Wanita (Eps 5) “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri ... Selengkapnya |
Tentang SyahadatRisalah Wanita (Eps 10) Islam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi ... Selengkapnya |
Krisis Ekonomi..?Banyak manusia yang menjadi ketakutan karena disebabkan krisis ekonomi...Krisis ekonomi tentunya akan berpengaruh dan berkaitan terhadap harta seseorang..Hal ini tentunya akan sangat memperngaruhi kehidupan seseorang..., Bagaimanakah Islam memandang hal ... Selengkapnya |
Istri menggugat cerai...?Tentunya, kita semua sudah tahu bahwa tujuan pernikahan itu adalah sebagai salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah. Keutamaan sebuah pernikahan sebagaimana yang disabdakan Rasulullah dapat menyelamatkan separuh dari agama ... Selengkapnya |
Kisah Siti KhadijahRisalah Wanita (EPS 17) Khadijah binti khuwailid, adalah nama yang sudah tidak asing lagi…. Beliau di juluki Ath-thohirah, yang berarti bersih dan suci. Beliau tumb... Selengkapnya |
Ummat Rasulullah SAWSudahkah kita termasuk ummat Rasulullah Saw..?Dalam sebuah riwayat, ketika seorang hamba masuk ke dalam kuburnya lalu ia menjawab pertanyaan dengan benar, maka ia akan dilapangkan kuburnya dan dihindari dari adzab ... Selengkapnya |
Belajar dari AlamRisalah Wanita (EPS 26) (Mencetak anak yang sholeh) Allah memberikan alam raya ini selain untuk dinikmati, tetapi juga untuk di tafakuri, marilah kita mengambil satu pela... Selengkapnya |
Wanita dalam Al QuranRisalah Wanita (Eps 4)Al Quran adalah bentuk kasih sayang Allah, yang bertjuan untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Bukan untuk membebani manusia, atau menyulitkan manusia. Para ulama sepakat, bahwa ... Selengkapnya |
Kepanikan Zionis IsraelKedunguan, kebebalan dan kekebalan Zionis-Israel terhadap kutukan masyarakat dunia atas kebiadabannya terhadap rakyat Palestina dan Libanon, rupanya kini bisa dibuat “paranoid” (ketakutan) oleh Randa Ghazi seorang gadis belia yang menulis ... Selengkapnya |
Kemuliaan WanitaKatakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. ... Selengkapnya |
Orientasi hidup manusiaWaktu adalah sesuatu yang mengantarkan manusia, dan dengan waktu, setidaknya manusia selalu dihadapkan pada TUJUAN, dan untuk mencapai tujuan, manusia perlu memerlukan CARA, dan CARA adalah berasal dari ATURAN, yang ... Selengkapnya |
Tentang TafsirTafsirTafsir menurut bahasa adalah menjelaskan dan menerangkan. Terambil dari kata al-fasr yang bermakna menjelasakan dan membuka. Dalam kamus dikatakan bahwa makna al-fasru adalah menjelaskan dan membuka sesuatu yang tertutup. Ulama ... Selengkapnya |
Kisah MaryamRisalah Wanita (Eps 15) Surat Maryam yang tertera dalam Al Quran, merupakan bukti bahwa kaum wanita bukanlah kaum yang lemah, kaum tidak dapat dijadikan panutan. Kisah Maryam yang sekaligus ... Selengkapnya |
Pentingnya ProsesEmpowering Spiritual Power Dalam ayat : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan ... Selengkapnya |
Wujud Ikhlas dalam ZakatIkhlas merupakan kata kunci untuk mencapai kesuksesan hakiki, kesuksesan yang abadi, dan kesuksesan dalam pandangan Allah. Dalam risalah yang lalu (Wujud Ikhlas dalam Shalat) kita sudah sedikit membahas tentang shalat, ... Selengkapnya |
Tentang ShalatRisalah Wanita (Eps 12) Jika pada suatu saat kita di undang oleh seseorang untuk datang ke rumahnya, dan dalam undangan itu kita hanya mengenal nama ... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi
|
||
- + 9 |
||
Video dari kami
| Timbangan Lihat selengkapnya |
Amal Manusia Lihat selengkapnya |
Ucapan dan tindakan Lihat selengkapnya |
| Perjalanan Manusia Lihat selengkapnya |
Kemah di padang pasir |
Raja dan Ulama Lihat selengkapnya |









