"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mencatat kebaikan dan keburukan kemudian Dia menerangkannya, maka barang siapa yang bertekad melakukan kebaikan namun tidak jadi mengerjakannya, maka Allah akan mencatat baginya satu kebaikan yang sempurna, dan jika ia mengerjakannya maka akan dicatat baginya sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan lebih banyak dari itu. Dan barangsiapa yang bertekad hendak melakukan keburukan namun tidak ia kerjakan, maka Allah mencatat baginya satu kebaikan yang sempurna, lalu jika ia mengerjakannya maka akan dicatat baginya satu keburukan."
(Bukhari, Muslim, Ahmad)

Komentar

Suka Situs Ini...?

www.radiorisalah.com

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini :134
mod_vvisit_counterKemarin :129
mod_vvisit_counterMinggu ini :894
mod_vvisit_counterMinggu Lalu :1143
mod_vvisit_counterBulan ini :2398
mod_vvisit_counterBulan Lalu0
mod_vvisit_counterSemua :546852

Sedang Online: 2
IP Anda : 54.226.191.80
,
Today: Oct 24, 2014

Artikel dibaca

Content View Hits : 908006



Informasi & Registrasi : SMS : 0813-21204471 - 081-802003336 - Pin BB : 21A16470

User Rating: / 1
PoorBest 

Islam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi tanpa paksaan. Sedangkan islam secara makna, maka akan menjadi sangat luas jika dikaitkan dengan beberapa arti di atas.

Makna dalam arti kata selamat, maka islam adalah jalan hidup (way of life) satu-satunya yang paling selamat mengantarkan manusia sampai tujuan akhirnya..yaitu kehidupan akhirat. Dalam konteks perjalanan, tujuan hanya dapat dicapai melalui jalan yang ditempuh. Sedangkan sebuah jalan, ia memiliki cara dan aturan.

 

Akhirat adalah tujuan akhir dari perjalanan manusia, cara yang terbaik adalah cara Rasulullah, dan aturan yang digunakan adalah berdasarkan Al Quran dan Sunnah, dan islam adalah bentuk dari gabungan antara aturan dan cara tersebut (Al Quran & Sunnah + Cara Rasulullah) yang membetuk jalan yang paling selamat untuk mencapai tujuan akhir dari perjalanan manusia.

Makna kedamaian, adalah dengan mengikuti jalan islam untuk mencapai tujuan, seseorang pasti akan mendapatkan kedamaian dalam menjalani kehidupanya. Damai dalam konteks internal (dari sisi dirinya sendiri) dan dalam konteks eksternal (dalam hubungan bermasyarakat). Islam adalah agama yang menyukai kedamaian, kecuali jika hak Allah, dan hak azai manusia dihina dan di dzholimi, maka Islam dalam ajarannya menganjurkan untuk melakukan tindakan yang proporsional dan sesuai dengan perlakuan tersebut.
Makna sentausa, hanya akan dicapai jika ada keselamatan dan kedamaian, ini juga merupakan arti dalam islam yang berkaitan dengan 2 makna  di atas. yang berkaitan dengan pelaksanaan islam secara internal (diri sendiri) maupun external (lingkungan, masyarakat, dll).

Makna berserah diri, adalah ketika seseorang menyerahkan seluruh jalan hidupnya (tunduk patuh) sesuai dengan aturan-aturan (syariat) dalam islam. Pendekatan untuk memahami hal ini bisa kita pahami melalui uraian singkat berikut.
Pada umumnya, manusia itu akan mengikuti seseorang yang ia anggap lebih dari dirinya, itu sebabnya, maka di dunia ini ada kegiatan belajar dan mengajar (murid dan guru). Orang yang lebih rendah ilmuya, pasti akan mengikuti seseorang yang lebih tinggi ilmunya. Kaidah ini adalah kaidah yang universal, berlaku bagi setiap manusia.

Marilah kita melihat hal ini dalam konteks ilmu pengetahuan.
Ketika ketinggian ilmu pengetahuan manusia telah mencapai satu titik yang paling tinggi dari ilmunya, maka pada titik puncaknya, manusia pasti akan menemukan kekuasaan dan keagungan Allah sebagai pemilik ilmu sesuai yang sesuai dengan sifat-Nya.

Contohnya seperti para pakar dan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan pada abad ini telah mengungkapkan fakta dari kebenaran penelitian mereka, yang ternyata semuanya ada di dalam Al Quran yang disampaikan oleh Rasulullah +/- 14 abad yang lalu.

Sebuah contoh, dalam surat Al Alaq, Allah menyatakan menciptakan manusia dari Alaq. Alaq dalam Al Quran terjemahan DEPAG diartikan segumpal darah (dan ini juga tidak salah), tetapi jika mengambil arti Alaq dalam arti bahasa arab, maka ia berarti , sesuatu yang hidup dari sesuatu yang ditempelinya (seperti benalu, jamur, dll).
Dan jika kita lihat fakta ilmu embriologi (berdasarkan penelitian dengan peralatan dan kemajuan teknologi modern) di dunia saat ini mengatakan bahwa manusia itu pada awalnya berasal dari zygote, yaitu kumpulan sel-sel yang hidup dan berkembang yang untuk kehidupannya sel tersebut harus menempel pada dinding rahim. Jadi zygote memiliki sifat persis seperti jamur atau benalu yang tumbuh dari sesuatu yang di tempelinya, yaitu dinding rahim.

Di dalam Al Quran ia menggunakan kata ‘alaq, dan menurut ilmu pengetahuan modern saat ini, ia menggunakan kata zygote, yang keduanya memiliki arti dan makna pada satu kejadian dan fakta yang sama yaitu ; sesuatu yang hidup dari sesuatu yang ditempelinya, dan alam bentuknya secara sederhana ia terlihat seperti bentuk segumpal darah. Hasil akhir (ujung dari penelitian ilmiah) dari ilmu embriology menunjukan fakta bahwa apa mereka (para peneliti tersebut) temukan dan di akui oleh seluruh dunia, adalah sama dengan apa yang dinyatakan di alam Al Quran 14 abad yang lalu, padahal pada saat itu Rasulullah sama sekali belum memiliki perangkat atau teknologi modern seperti saat ini.

Ini adalah salah satu dari banyak sekali fakta yang telah ditemukan saat ini bahwa titik tertinggi dari ilmu pengetahuan modern yang mengatakan tentang kebenaran yang haq, sama dengan apa yang dinyatakan di dalam Al Quran, dan tentunya berbagai fakta yang sangat mendetail tersebut menepis anggapat bahwa hal itu hanyalah sebuah kebetulan saja, tetapi lebih kepada satu mukjizat Al Quran yang menambah keimanan seseorang bahwa ia bukanlah kata-kata buatan Muhammad, tetapi ia adalah firman Allah dan petunjuk bagi seluruh manusia.

Hal ini tentunya akan membuat orang yang berilmu akan merasa takjub (kagum)  terhadap Al Quran yang demikian akuratnya mengatakan kebenaran yang hakiki dari sebuah peristiwa. Tentunya, uraian diatas hanyalah satu fakta dari banyak sekali fakta yang menunjukkan mukjizat Al Quran dari kebenaran yang hakiki. Yang kemudian, fakta itu tidak hanya berada dalam ranah ilmu pengetahuan saja, tetapi juga dalam seluruh aspek kehidupan manusia.

Jika satu fakta atau sekian banyak fakta sudah benar adanya (dalam konteks kehidupan di dunia), dan hal itu adalah sebuah kebenaran yang hakiki yang tidak dapat terbantahkan oleh pikiran yang sehat, maka demikian pula dengan berita-berita tentang kejadian di masa yang akan datang (tentang hari kiamat, hari penghisaban, surga & neraka, dll), ia memiliki bobot kebenaran yang sama benarnya, sama nyatanya dengan apa yang dirasakan oleh manusia ketika hidup di dunia ini. Inilah juga termasuk yang disebutkan di dalam Al Quran, yaitu orang-orang yang beriman terhadap yang ghaib (sesuatu yang belum diketahui oleh manusia sampai waktu yang ditetapkan oleh Allah).

Ketika dia menyadari hal ini dengan kesadarannya, dengan menggunakan potesinya (pikiran dan akalnya), maka tidak ada alasan lain selain ia berserah diri, tunduk dan patuh terhadap seluruh aturan yang Allah berikan kepadanya melalui Al Quran dan contoh nyata dalam bentuk manusia yaitu Rasulullah saw.

Tidak ada paksaan sedikitpun bagi manusia untuk masuk kedalam islam, tetapi sudah jelas mana jalan yang benar dan mana jalan yang sesat, jalan yang selamat dan jalan yan celaka, sudah jelas siapa yang membutuhkan dan siapa yang dibutuhkan..dengan catatan, hal ini hanya berlaku bagi mereka yang mau mencari kebenaran yang hakiki.


Dengan pemahaman yang singkat ini, maka kita bisa melihat, di dalam Al Quran, semua Nabi memilih islam (jalan yang selamat) sebagai dien mereka untuk mencapai tujuan akhir dari kehidupan mereka, yaitu kehidupan akhirat. Dien sering di artikan dengan arti agama, tetapi dien memiliki makna yang lebih luas dari pada sekedar ritual saja, dien bisa kita maknai dengan ‘the way of life’ (cara seseorang menjalankan kehidupannya). Dan dien yang diridhoi di sisi Allah adalah ISLAM tidak ada dien yang diterima oleh Allah selain itu, sebagaimana firman-Nya;
"Barang siapa mencari agama selain Islam, maka tidaklah akan diterima (agama itu)..." (Ali Imran: 85).


Wallahu’alam.

Lainnya..

Berlatih Ikhlash...

Mencoba sharing sesuai dengan pertanyaan salah satu sahabat di di FB, “Apakah ada do'a untuk tidak berpikiran negatif kepada orang yang telah di bantu....dan agar hati tidak gusar.....?”. Alhamdulillah, semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan pa...

Selengkapnya

Orientasi hidup manusia

Waktu adalah sesuatu yang mengantarkan manusia, dan dengan waktu, setidaknya manusia selalu dihadapkan pada TUJUAN, dan untuk mencapai tujuan, manusia perlu memerlukan CARA, dan CARA adalah berasal dari ATURAN, yang kemudian keduanya adalah JALAN unt...

Selengkapnya

Tentang Cinta

Risalah Wanita (EPS 22) Cinta yang bersemayan dalam hati, merupakan hal yang banyak mengandung misteri… Pembahasannya tidaklah pernah berakhir…sampai tidak ada lagi manusia yang memiliki hati tersisa di atas bumi ini… Manusia diciptakan...

Selengkapnya

Resah - Gelisah, Adakah Obatnya?

Resah-Gelisah, Adakah Obatnya? Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Syahdan pada suatu saat, Sayidina Ali ra, ditanyalah oleh para sahabat dengan sebuah pertanyaan, “Makhluk apakah yang paling kuat di dunia ini?” Beliau seketika pula menjawab, makhluk...

Selengkapnya

Kesuksesan

Empowering Spiritual Power (1) Kita sering mendengar kata sukses. Tentunya kita semua ingin menjadi orang yang sukses. Dalam pandangan manusia, mungkin kesuksesan itu adalah, menjadi kaya, memiliki keluarga yang terlihat harmonis, mendapatkan pujia...

Selengkapnya

Lembaran kertas putih

Risalah Wanita (EPS 27) Tips dalam mendidik anak Seorang anak yang baru lahir itu ibarat sebuah kertas kosong, tinggal peran orang tua dan lingkungannya yang berpengaruh terhadap anak tersebut. Apabila diatas kertas tersebut dituliskan tentang...

Selengkapnya

Spiritual for Business #2

Kiat memecahkan masalah yang rumit dalam pekerjaan.. Jika kita perhatikan… sebuah lukisan yang baik itu dimulai dari satu goresan kuas pada kanvas, ditambah satu goresan… dan seterusnya.. dan seterusnya… maka jadilah satu lukisan yang sangat indah…...

Selengkapnya

Narsisme..

Risalah Wanita (EPS 20) “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka den...

Selengkapnya

Perjalanan Manusia

Empowering Spiritual Power Pentingnya sebuah proses, Allah ajarkan melalui beberapa ayat yang telah disampaikan dalam risalah yang lalu. Sesungguhnya, jika kita cermati, ada satu hal yang sangat penting yang berkaitan dengan proses,…. ia adalah wa...

Selengkapnya

Kecerdasan Spiritual

Pada dasarnya, setiap manusia itu memiliki kemampuan visioner.. Tetapi kemampuan itu tergantung dari tingkat kecerdasan, kedewasaan dan kematangan seseorang. Sebagai contoh ;  seorang anak berusia 4 tahun dan ayahnya.. ketika pada satu saat mereka h...

Selengkapnya

Hati, Niat & Istiqomah..

Tulisan ini adalah jawaban untuk share dengan salah satu sahabat yang mengajukan pertanyaan di forum majelis ta’lim Al Ashr di facebook.. Dalam pertanyaan ini setidaknya ada beberapa hal yang perlu kita cermati,.. Yang pertama adalah hubungan a...

Selengkapnya

Tentang Amal

Risalah Wanita (Eps 9) Dalam ilustrasi lilin pada episode yang lalu, sebagai orang yang percaya bahwa api yang menyala pada lilin itu panas, maka dirinya tidak akan pernah membiarkan tangannya berada di atas api tersebut. Berbeda dengan seorang anak...

Selengkapnya

Kepanikan Zionis Israel

Kedunguan, kebebalan dan kekebalan Zionis-Israel terhadap kutukan masyarakat dunia atas kebiadabannya terhadap rakyat Palestina dan Libanon, rupanya kini bisa dibuat “paranoid” (ketakutan) oleh Randa Ghazi seorang gadis belia yang menulis novel berju...

Selengkapnya

Menjadi Orang Penting

Spiritual for Business #4 : Menjadi orang penting.. Saat ini, informasi memang sudah seperti banjir… ia hadir di tengah tengah kita melalui berbagai macam media… apalagi kemajuan teknolgi gadget saat ini membuat manusia, dimanapun dan kapanpun akan ...

Selengkapnya

Tentang Syahadat

Risalah Wanita (Eps 10) Islam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi tanpa paksaan. Sedangkan islam secara makna, maka ...

Selengkapnya

Ilmu dan Iman

Risalah Wanita (EPS 7) Tentunya, kita pernah mendengar, bagaimana perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan hak wanita..Salah satu perjuangan yang Beliau anggap penting adalah mendirikan sekolah bagi kaum wanita.Karena pada waktu itu, salah satu pe...

Selengkapnya

Dekadensi Moral

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebenci...

Selengkapnya

Karakter Yahudi

Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Berbicara tentang karakter Bani Israil (orang-orang Yahudi), kita ketahui dalam sejarah memang orang-orang Yahudi tergolong orang yang telah banyak diberikan limpahan karunia-Nya, di antaranya telah diberikan mak...

Selengkapnya

Menjadi tua

Saya tertarik membaca satu artikel, dari seseorang yang menamakan dirinya Om Widy. Dia, berbicara mengenai ‘ketuaannya’…  Saya hanya tertarik, karena saya memang sedang ingin mengetahui… apa yang dirasakan seseorang, di usianya, yang telah menginjak ...

Selengkapnya

Wanita, Wali dan Wakil Allah

Risalah Wanita  (Eps 3): Jika kita memperhatikan Al Quran, seringkali kita temukan kata kami pada ayatnya, misalnya… “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan”. ( Al Qadr : 97 : ) Atau dalam ayat lain, “Sesung...

Selengkapnya

Akidah & Akhlak Mulia

Akidah & Akhlak Mulia Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA   “Kalian tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kalian menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai. Dan apa pun yang kalian infakkan, tentang hal itu sungguh Allah Maha Mengetahui” ...

Selengkapnya

Bolehkah menikah beda agama...?

Jika kita perhatikan, 'hidup bersama' atau 'kumpul kebo' pada prakteknya 'hampir tidak ada bedanya' dengan pasangan suami-istri yang sudah menikah. Hubungan secara manusia dalam konteks 'hidup bersama tanpa sebuah pernikahan' tentunya didasari oleh '...

Selengkapnya

Warisan Berharga

Warisan Berharga Oleh : Abu Muas Tardjono Alangkah bahagianya, selaku orangtua yang pada saat-saat akhir hayatnya dapat meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi putra-putrinya. Saat-saat akhir hayatnya, ia bukan harus sibuk dengan pembagian h...

Selengkapnya

Balada Musafir

B a l a d a   M u s a f i r Oleh : K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Rasulullah Saw bersabda: “Aku dan dunia ibarat orang dalam perjalanan menunggang kendaraan, lalu berteduh di bawah pohon untuk berisitirahat dan setelah itu meninggalkannya“ (HR. Ibnu M...

Selengkapnya

More in: Inspirasi

-
+
9

Video Jalan Inspirasi..