Komentar
Suka Situs Ini...?
www.radiorisalah.com






![]() | Hari ini : | 410 |
![]() | Kemarin : | 456 |
![]() | Minggu ini : | 2222 |
![]() | Minggu Lalu : | 2338 |
![]() | Bulan ini : | 9899 |
![]() | Bulan Lalu | 16945 |
![]() | Semua : | 233798 |
IP Anda : 38.107.179.238
,
Today: Feb 22, 2012
Artikel dibaca
Pengunjung dari..
German
- Über den Glauben
- Ist die Religion eine exakte Wissenschaft wie Mathematik ...?
- Produktivität im Islam
- Das Geheimnis und das Rezept der Schönheit von Audrey Hepburn
- Ist es erlaubt in verschiedenen Religionen zuheiraten…?
- ber die Interpretierung (Tafsir)
- Ratschläge für Frauen von Rasulullah SAW
- Herz, Absicht (Niat )& Standfestigkeit (istiqomah)
- Die Frau, die eine Scheidung fordert...?
- Führer im Islam
Invasi Pemikiran
Ayat di atas menggambarkan kepada kita bahwa pemikiran Islam tentang manusia adalah pemikiran yang seimbang dan adil, yang memandang manusia sebagai makhluk yang dimuliakan yang memiliki 'tabiat ganda'. Ia adalah “tubuh” dan “ruh”, atau ia adalah “ruh” yang bertempat tinggal di dalam suatu tempat yang berupa tubuh. Dan untuk itu, sudah semestinyalah “ruh” diberikan haknya dan tubuh diberi haknya pula menurut syariat Islam.
Namun demikian, seiring dengan proses perjalanan waktu ada sebagian "invasi/serbuan pemikiran asing" yang merambah negeri-negeri Islam yang “obsesi” terbesarnya adalah mengubah pemikiran kaum Muslimin ke arah yang menyimpang jauh dari syariat Islam. Melalui berbagai media, “invasi pemikiran” asing ini tanpa terasa sudah mulai menyusup ke dalam seluruh aspek kehidupan kaum Muslimin baik dalam tataran kehidupan individu maupun bermasyarakat.
Keburukan pemahaman Barat terhadap manusia adalah sikap Barat yang tidak melihat manusia melalui kacamata karakter manusia yang memiliki tabiat ganda, yaitu “ruh” dan “jasad”. Namun, Barat hanya memandang manusia melalui kacamata esensi materiil manusia dan jasad tubuh manusia yang dapat terlihat. Sedangkan, tiupan ilahiah yang biasa kita sebut dengan “jiwa” (ruh), tidak mendapat tempat dalam visi pandang Barat.
Memang, manusia tanpa bisa dipungkiri, dari sisi bentuknya merupakan makhluk yang kecil sekali. Seberapa besar volume manusia bila dibandingkan dengan ukuran bumi ? Seberapa besar bumi bila dibandingkan dengan gugusan planet yang kini kita hidup di dalamnya ? Dan, seberapa besar gugusan planet-planet ini bila dibandingkan dengan gugusan planet-planet yang lainnya ?
Namun, nilai manusia tidak diukur dengan materiil dan tanah liatnya. Tetapi, nilai manusia terdapat dalam substansi Rabbaniyyah yang telah diberikan Allah dalam tanah liat dan tanah lumpur yang berbau busuk. Kandungan inilah yang dengannya manusia pantas mendapat penghormatan dan sujud dari malaikat (Shaad, 38 : 72).
Keistimewaan manusia adalah bahwa ia 'tidak' diciptakan untuk kehidupan yang serba cepat dan singkat ini. Namun, ia diciptakan untuk 'keabadian', dan ia dipersiapkan dalam dunia ini untuk kemudian kekal di alam akhirat. Kematian bukan semata-mata kefanaan dan ketiadaan saja. Kalaulah kematian merupakan ketiadaan yang mutlak, maka kematian tidak akan dapat diciptakan, sedangkan Allah SWT telah berfirman: "…yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya"(Al Mulk, 67 : 2)
Maka, tidak ada tempat bagi "makna sia-sia" dalam pandangan seorang manusia muslim (Al Mu'minuun, 23 : 115-116; Shaad, 38 : 27-28). Sesungguhnya, jerih payah manusia dalam rumah yang fana ini tidak akan sia-sia. Karena jerih payahnya merupakan tanaman yang ia akan memetik buahnya pada hari bertemunya manusia dengan Rabb-nya, dan manusia pasti akan menemui-Nya, Allah akan memberinya ganjaran yang setimpal (An Najm, 53 : 38-42).
Alangkah indahnya panggilan Rabbani yang lansung ditujukan kepada manusia. Allah SWT berfirman : "Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya" (Al Insyiqaaq, 84 : 6). Manusia akan menemui Tuhannya dan menerima balasan-Nya berupa pahala/siksa dari perbuatannya yang baik maupun yang buruk
Dalam perjalanan hidupnya, disadari atau tidak, ada sebagian manusia mengalami pasang-surut keimanannya. Di tengah-tengah surutnya keimanannya inilah pada umunya manusia mudah diserbu oleh pemahaman-pemahaman yang sesat dan menyesatkan. Di antara pemahaman paling berbahaya yang didoktrinkan oleh 'invasi intelektual' adalah pemahaman tentang agama sebagaimana yang telah dipahami oleh orang-orang Barat. Agama menurut mereka hanya sekadar hubungan batin manusia dengan Tuhannya, tidak ada kaitannya dengan urusan negara dan sistem sosial.
Padahal, Islam menurut pandangan ummatnya adalah suatu konsep yang menyeluruh yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Mulai dari urusan yang terkecil hingga terbesar, dari urusan buang hajat kecil sampai berdirinya negara; dari etika masuk-keluar kamar kecil, makan, minum dan tidur sampai sistem ekonomi dan politik pemerintahan, dari shalat dan puasa sampai urusan perang, perdamaian dan hubungan antar negara. Karena, syariat Islam itu sendiri merupakan layanan paling sempurna dalam memberikan solusi secara tuntas terhadap semua kejadian dan peristiwa yang dialami manusia sesuai dengan prinsip, kaidah dan nash (dalil) syariah.
Allah SWT berfirman: "…Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri" (An Nahl, 16 : 89). “Invasi pemikiran” yang menggulirkan pemahaman sesat dan menyesatkan menyerang kehidupan masyarakat kita bersama-sama imperialisme (penjajahan) dengan masuk melalui pintu-pintu penjajahan, dari penjahan politik, budaya, ekonomi, dan lain sebagainya yang berjalan dalam rombongannya masing-masing, serta berlindung dalam suaka politiknya dan menjadikan "Barat" sebagai kiblatnya tanpa seleksi yang ketat.
“Invasi pemikiran” tentang pemahaman yang berkaitan dengan agama dan urusan dunia, tentang perempuan dan lelaki, keutamaan dan kenistaan, kebebasan dan kejumudan, kemajuan dan kemunduran, serta masalah halal dan haram. Pemahaman yang berkaitan dengan 'batasan' yang memisahkan antara kebebasan pemikiran dan kebebasan 'sekulerisme' dan yang membedakan antara negara beragama dengan negara Islam.
Ia adalah invasi pemikiran atas pemahaman yang menganggap iman kepada hal yang ghaib adalah dianggap sebagai suatu 'kemunduran', komitmen moral terhadap agama dianggap sebagai suatu 'ekstrimitas', amar ma'ruf dan nahi mungkar dianggap sebagai suatu 'intervensi' atau ikut campur dalam urusan orang lain, bercampurbaurnya lelaki dan perempuan tanpa ikatan / batas malah dianggap sebagai 'kebebasan', kembalinya wanita Muslimah kepada hijab syar'i (pakaian Islami) dianggap sebagai suatu 'keterbelakangan'.
Demikian pula, pemahaman tentang memanfaatkan warisan kultur Islam dianggap sebagai suatu 'fanatisme', tuduhan yang lebih keji lagi terhadap para ulama adalah sebagai 'para pelindung kemunduran', tapi penilaian terhadap para penyeru 'westernisasi' (pembaratan) malah dianggap sebagai tokoh-tokoh 'pencerahan' atau 'pembaharuan'.
Padahal, pemikiran Islam tentang kehidupan adalah pemikiran yang tawazun (seimbang) dan adil yang menjadikan dunia sebagai ladang akhirat dan jalan menuju negeri keabadian. Sementara jalan itu seharusnya tidak melalaikan dari tujuan yang ditempuh oleh perjalanan, tetapi jalan itu juga seharusnya teduh penuh dengan pepohonan dan banyak tempat bernaung sehingga dapat meringankan beban bagi para musafir dalam menempuh perjalanannya.
Ia bukanlah pemikiran skeptis atheis yang mana inti ajarannya adalah: "..Kehidupan ini tidak lain hanyalah keh-dupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.." (Al Jaatsiyah, 45 : 24), rahim ibulah yang mendorong manusia keluar ke dunia dan bumilah yang menelannya, tidak ada di balik itu semua peristiwa kebangkitan, perhitungan dan pembalasan.
Kewajiban masyarakat Islam adalah menghilangkan setiap pemikiran yang tidak bersumberkan dari Islam yang benar (autentik), baik yang berasal dari sisa-sisa peninggalan masa 'kemunduran' dan penyimpangan dari Islam atau pun yang berasal dari pemikiran yang menyerang dan merusak dari kaum penjajah Barat.
Kini, tiba saatnya pula para da'i, ulama dan pemikir Islam untuk memberikan pemahaman syariat Islam yang benar dan murni (autentik) untuk menggantikan pemikiran dan pemahaman Barat yang disusupkan, baik yang disusupkan masa lalu maupun sekarang, karena keduanya itu tidak mewakili Islam yang benar, yaitu pemikiran usang yang membusuk dan pemikiran import yang menyerang / merusak.
Menurut Islam, kebebasan adalah sesuatu yang paling berharga dalam kehidupan, apabila pemahamannya disandarkan kepada aturan yang datang dari-Nya dan ditepati penerapannya. Seruan kebebasan mempunyai tujuan, bahwa manusia harus bebas dari pengultusan kepada sesama makhluk terlebih lagi kepada penguasa yang zalim, bebas dari belenggu yang mengikat akal serba mitos, dan bebas dari rasa takut
Kebebasan yang sebenarnya adalah kebebasan yang diikatkan kepada aturan dan hukum-Nya, sehingga kehendak manusia akan berjalan paralel dengan Kehendak-Nya. Dengan kata lain, kebebasan adalah perjalanan hidup manusia di atas hukum kausalitas Ilahi, karena Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu dengan aturan dan ukuran tertentu. Hukum atau aturan yang dibuat oleh manusia harus merupakan subordinat dari hukum Allah. Kalau manusia keluar dari ketentuan itu, maka bahaya demi bahaya akan menghantui kehidupan sepanjang masa, dan manusia akan selalu dikejar oleh kecemasan dan kekacauan yang silih berganti(Thaahaa, 20 : 124).
Wallahu a'lam bish-shawab.
Lainnya..
Mengingat Kehidupan AkhiratMengingat Kehidupan Akhirat Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA “Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih” (Al Israa’, 17:10) Untuk mengingat kehidupan ... Selengkapnya |
Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanitaRisalah Wanita (EPS 28) “Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan peng... Selengkapnya |
Tentang ImanRisalah Wanita (Eps 6)Sering kali kita mendengar kata-kata iman. Dalam bahasa arab, semua kata yang terdiri dari alif, mim, dan nun, mengandung makna pembenaran, percaya, dan ketenangan hati. Orang beriman, ... Selengkapnya |
Penyebab keraguan dalam imanKomitmen merupakan kunci yang penting dalam membukan kesuksesan hakiki. Sebagaimana uraian yang lalu, salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan komitmen seseorang adalah keimanan seseorang kepada Allah dan hari ... Selengkapnya |
Dia begitu Muda… Dia berani Berbicara…Sebut saja namanya Wandy. Dia masih begitu muda, usianya mungkin belum menginjak 30 tahun. Tapi tulisan, membuat saya termenung sejenak. Saya tidak tahu apakah dia mengadopsi dari beberapa sumber… atau ... Selengkapnya |
Kemuliaan WanitaKatakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. ... Selengkapnya |
Lembaran kertas putihRisalah Wanita (EPS 27)Tips dalam mendidik anakSeorang anak yang baru lahir itu ibarat sebuah kertas kosong, tinggal peran orang tua dan lingkungannya yang berpengaruh terhadap anak ters... Selengkapnya |
Haji, Jihadnya kaum wanitaRisalah Wanita (EPS 18) Setiap orang tentunya akan senang jika ia diperlakukan dengan perlakuan yang khusus, atau spesial. Biasanya, satu bentuk perlakuan khusus sangat berkaitan erat deng... Selengkapnya |
Tentang CintaRisalah Wanita (EPS 22) Cinta yang bersemayan dalam hati, merupakan hal yang banyak mengandung misteri… Pembahasannya tidaklah pernah berakhir…sampai tidak ada lagi manusia yang memi... Selengkapnya |
Tentang PuasaRisalah Wanita (Eps 14) Jika saja ada…, Sebuah Mall terkenal yang menjual berbagai macam produk dari mulai rumah tangga, pakaian, alat kecantikan, makanan dan minuman, memberikan ... Selengkapnya |
Ummat Rasulullah SAWSudahkah kita termasuk ummat Rasulullah Saw..?Dalam sebuah riwayat, ketika seorang hamba masuk ke dalam kuburnya lalu ia menjawab pertanyaan dengan benar, maka ia akan dilapangkan kuburnya dan dihindari dari adzab ... Selengkapnya |
Transformasi Pribadi MuslimBab 1. Pendahuluan18-Mar-09 Transformasi Pribadi Muslim “Allah berfirman: ... Selengkapnya |
Tentang SyahadatRisalah Wanita (Eps 10) Islam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi ... Selengkapnya |
Al Quran dan WanitaRisalah Wanita (Eps 1) :Ada mitos yang beredar di kalangan masyarakat dahulu yang sangat erat kaitannya dengan diturunkannya Nabi Adam Dan Siti Hawa untuk menjadi khalifah di bumi. Sebagaimana yang ... Selengkapnya |
K r i s i s K e t e l a d a nK r i s i s K e t e l a d a n Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Disadari atau tidak, dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara ... Selengkapnya |
|
|
Rahasia dan resep kecantikan Audrey HepbRisalah Wanita (EPS 21) Rahasia kecantikan Audrey Hepburn Seorang bintang film amerika terkenal Audrey Hepburn ketika diminta untuk menjelaskan resep kecantikan wanita, ia memberikan jawaban yang... Selengkapnya |
Pemimpin dalam Islam"Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya ... Selengkapnya |
Surat Dari Sang KekasihRisalah Wanita (Eps 13) Dalam pertemuan yang lalu, kita telah membahas sedikit tentang shalat yang merupakan wujud dari syahadat, tentunya… bahasan mengenai shalat ini merupakan ... Selengkapnya |
Hati, Niat & Istiqomah..Tulisan ini adalah jawaban untuk share dengan salah satu sahabat yang mengajukan pertanyaan di forum majelis ta’lim Al Ashr di facebook.. Dalam pertanyaan ini setidaknya ada beberapa hal yang ... Selengkapnya |
Perjalanan ManusiaEmpowering Spiritual Power Pentingnya sebuah proses, Allah ajarkan melalui beberapa ayat yang telah disampaikan dalam risalah yang lalu. Sesungguhnya, jika kita cermati, ada satu hal yang sangat penting yang berkaitan dengan proses,…. ia ... Selengkapnya |
Tentang TafsirTafsirTafsir menurut bahasa adalah menjelaskan dan menerangkan. Terambil dari kata al-fasr yang bermakna menjelasakan dan membuka. Dalam kamus dikatakan bahwa makna al-fasru adalah menjelaskan dan membuka sesuatu yang tertutup. Ulama ... Selengkapnya |
Wanita dlm pandangan duniaRisalah Wanita (Eps 5) “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri ... Selengkapnya |
Invasi Pemikiran(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya" ... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi
|
||
- + 9 |
||
Video dari kami
| Timbangan Lihat selengkapnya |
Amal Manusia Lihat selengkapnya |
Ucapan dan tindakan Lihat selengkapnya |
| Perjalanan Manusia Lihat selengkapnya |
Kemah di padang pasir |
Raja dan Ulama Lihat selengkapnya |









