Komentar
Suka Situs Ini...?
www.radiorisalah.com






![]() | Hari ini : | 408 |
![]() | Kemarin : | 456 |
![]() | Minggu ini : | 2220 |
![]() | Minggu Lalu : | 2338 |
![]() | Bulan ini : | 9897 |
![]() | Bulan Lalu | 16945 |
![]() | Semua : | 233796 |
IP Anda : 38.107.179.236
,
Today: Feb 22, 2012
Artikel dibaca
Pengunjung dari..
German
- Über den Glauben
- Ist die Religion eine exakte Wissenschaft wie Mathematik ...?
- Produktivität im Islam
- Das Geheimnis und das Rezept der Schönheit von Audrey Hepburn
- Ist es erlaubt in verschiedenen Religionen zuheiraten…?
- ber die Interpretierung (Tafsir)
- Ratschläge für Frauen von Rasulullah SAW
- Herz, Absicht (Niat )& Standfestigkeit (istiqomah)
- Die Frau, die eine Scheidung fordert...?
- Führer im Islam
Untung Ada Saya
Masih ingatkah kita dengan “Jargon” ungkapan seorang pelawak terkenal kita yang di sela-sela pertunjukkannya sering mengucapkan kata-kata, “Untung Ada Saya?” Mudah-mudahan kata-kata yang sering dia ucapkan tersebut hanya sekadar memancing gelak tawa pemirsanya, tidak bermaksud ujub dalam dirinya. Sebab jika dia bermaksud ujub, maka sebagaimana buku yang ditulis oleh DR Majdi Al-Hilal dalam bukunya berjudul, Adakah Berhala pada Diri Kita? Maka akan sangat berbahaya dari sisi akidah.
Dengan kita memahami bahwa segala sesuatu yang kita lakukan adalah atas rahmat yang merupakan anugerah Allah, maka sangat tidak patutlah jika kita lantas mengklaim bahwa semua itu adalah murni hasil jerih payah kita yang mucul dari kekuatan, pemikiran, rencana dan strategi yang kita miliki.
Jika kita merasa mampu melakukan segala sesuatu tanpa kita sandarkan kepada Allah, selanjutnya kita merasa kagum dan bangga bahkan memamerkannya kepada orang lain yang “seolah-olah” itu adalah murni hasil jerih payah kita, disadari atau tidak, maka jelas di dalam hati kita sudah bercokol "berhala" yang akan selalu menyesatkan dan menjauhkan kita dari Allah.
Ungkapan, "Untung Ada Saya" kadang sering muncul dari lisan seseorang yang menganggap dirinya sangat berpengaruh usai mengerjakan sesuatu secara kolektif. Ia beranggapan, jika "tidak ada saya" maka pekerjaan itu tidak akan selesai, lantas dengan ringannya lidahnya berucap, Untung Ada Saya. Padahal, disadari atau tidak, sikap dan persepsi “Untung Ada Saya” itu merupakan gambaran dari penyakit ujub yang telah menggerogoti hati dan jiwanya, yang pada gilirannya akan bisa merusak amal-amal saleh yang telah dilakukan dan menafikan keikhlasan di dalamnya.
Masalah penyakit ujub dan munculnya berhala di dalam hati merupakan masalah serius yang menghinggapi banyak orang, yang tidak menutup kemungkinan termasuk diri kita. Perlu disadari, bahwa tingkat tertinggi dari bahaya penyakit ujub ini pada akhirnya dapat menjerumuskan seseorang ke lingkup syirik khafi (kemusyrikan yang terselubung) terhadap Allah.
Jika ditinjau dari segi bentuknya, syirik khafi adalah kemusyrikan yang keberadaannya tersembunyi dalam diri manusia. Dalam arti keberadaannya tidak diketahui, tapi ia menyelinap di dalamnya. Di antara bentuk syirik khafi adalah ketika seseorang melihat dirinya dengan pandangan mengagungkan, dan meyakini bahwa sebab-sebab yang Allah anugerahkan kepadanya sebagai milik pribadinya, yang ia miliki dan ia dapat gunakan kapan pun ia mau, dan bahwa dengan itu ia menjadi lebih istimewa dibandingkan orang lain. Keyakinan seperti ini bisa dalam partikel kecil, dan bisa pula dalam seluruh bagian yang membentuk kepribadian manusia.
Bila kita cermati, ada beberapa faktor penyebab timbulnya penyakit ujub dalam diri manusia. Di antaranya faktor pertama, kejahilan terhadap Allah. Inilah salah salah satu faktor terpenting yang mengantarkan seseorang untuk ujub kepada dirinya sendiri. Karena jika kita semua meyakini bahwa Allah-lah yang memberikan faktor-faktor keberhasilan, taufik dan keberuntungan, niscaya tidak ada ujub yang masuk ke dalam diri kita.
Allah SWT berfirman: "Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan dengan pelenyapan itu kamu tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami kecuali karena rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya karunia-Nya atasmu adalah besar" (Al Israa', 17: 86-87).
Demikian pula dalam hadits Qudsi Allah SWT berfirman: "Hai hamba-hamba-Ku, semua itu adalah amal kalian yang Aku hitung sebagai milik kalian. Kemudian Aku berikan balasan atas amal kalian itu. Maka siapa saja yang mendapati amalnya baik, hendaknya ia memuji Allah. Dan siapa saja yang mendapati tidak seperti itu, maka hendaknya ia hanya mencela dirinya sendiri" (HR. Muslim)
Faktor kedua, banyak keberhasilan. Banyaknya kesuksesan yang diraih seseorang dapat menjadi sebab yang kuat bagi menyelusupnya penyakit ujub itu kepada dirinya, jika ia tidak memperhatikan hal itu. Karena sangat mudah untuk meyakinkan bahwa dia adalah orang yang istimewa dibandingkan orang lain.
Faktor ketiga, banyaknya mendapat pujian. Memuji seseorang di depan mukanya adalah salah satu faktor paling berbahaya yang membuat seseorang merasa besar. Rasulullah Saw pernah merasa terganggu ketika mendapati ada seseorang yang memuji orang lain di depannya, maka beliau bersabda kepadanya, "Celakalah engkau, karena engkau telah memotong leher temanmu. Karena jika ia mendengar pujianmu itu, niscaya ia tidak beruntung" (HR. Muttafaq Alaih). Kenapa tidak beruntung ? Karena ia akan membenarkan jiwanya atas pujian-pujian yang ia dengar dilontarkan orang bagi dirinya. Lalu ia akan merasa dirinya besar, sehingga ia segan untuk bekerja dan berusaha keras serta melupakan dosa-dosanya. Dengan banyaknya pujian, maka hal-hal tersebut akan tertanam kuat dalam dirinya, dan membuatnya yakin bahwa ia memang benar-benar istimewa, sehingga kesombongannya makin bertambah, makin melihat tinggi dirinya, dan berikutnya ia makin mendekat pada kebinasaan dan ketidakberuntungan.
Faktor keempat, mempunyai kekuasaan dan jabatan yang tinggi. Semua orang yang mempunyai jabatan, meskipun kecil, niscaya ia akan mendapati ruang untuk bergerak dengan tanpa mendapatkan halangan, juga ia akan mendapati orang yang memujinya. Dan jarang sekali ada orang yang berani mengritiknya. Sehingga hal itu menyebabkan menyelusupnya penyakit ujub ke dalam dirinya, dan membuat dia melihat dirinya besar.
Faktor kelima, jarang bergaul dengan orang-orang yang setara dan tidak ada yang memberinya nasihat. Ketika seseorang yang memiliki kelebihan dan keberhasilan, dia akan mendapati bahwa orang-orang di sekelilingnya lebih rendah tingkatannya dari dirinya, maka hal ini tentu akan menyiapkan dirinya sedikit demi sedikit untuk menerima penyakit ujub itu, dan membuat penyakit itu bersarang di dalamnya. Salah satu penyebab yang termasuk dalam faktor ini adalah tidak adanya orang yang menasihati orang tersebut. Karena nasihat dan komentar orang lain atas perilakunya akan berperan besar dalam membuat manusia menyadari dirinya, dan menghalanginya untuk tidak menganggap besar dirinya. Maka, jika nasihat itu tidak ada, niscaya rasa ujub itu akan menemukan jalan yang luas untuk memasuki dirinya.
Faktor keenam, adanya titik lemah dalam kepribadian seseorang atau lingkungan sekitarnya. Faktor ini memunculkan usahanya untuk terus berusaha membuktikan diri dan menggantikan kekurangannya itu dengan berbagai cara. Al-Makmun berkata: "Ketika seseorang takabur, maka hal itu tidak lain adanya kekurangan yang ia dapati dalam dirinya. Dan seseorang tidak berbuat keterlaluan kecuali karena ia merasakan kelemahan dalam dirinya".
Demikianlah di antara beberapa faktor penyebab timbulnya penyakit ujub. Setiap faktor dapat menjadi materi yang baik bagi menyelusupnya penyakit ujub ke dalam diri manusia. Dan ketika faktor itu semakin banyak, niscaya pengaruh penyakit ini semakin besar pula.
Tatkala seseorang merasa ridha terhadap dirinya dan kagum terhadapnya, serta mengharapkan orang menganggapnya besar, maka ini tentu akan tercermin dalam hatinya, pemikirannya, pola pan-dangnya, dan perilakunya terhadap orang lain. Adapun bentuk dari hal itu sangat banyak, di antaranya ia banyak berbicara tentang diri sendiri, sulitnya menerima pendapat atau nasihat orang lain, menganggap kecil orang lain, senang mengungkit-ungkit pemberian, dan merasa tinggi di hadapan manusia.
Sedangkan bahaya ujub terhadap diri di antaranya adalah syirik kepada Allah, ujub dapat menghancur dan merusak amal, ujub dapat mengantarkan pada kemurkaan dan kebencian Allah. Ujub dapat pula mengantarkan seseorang kepada kerugian hidup dunia dan akhirat, tidak mendapatkan taufik dan akan senantiasa mengalami fitnah.
Demikian pula, ujub dapat mengantarkan seseorang kepada kecenderungan mengiktuti hawa nafsu dan melupakan dosa, takabur, tidak mampu dan mau menerima kebenaran, banyak orang lain yang menjauh, bahkan lebih berbahaya lagi bahwa ujub dapat pula mengantarkan seseorang kepada Su'ul Khatimah, Na'udzubillahi min dzalik !
Setelah kita mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya ujub, bentuk dan bahaya ujub dalam diri kita, tentu kita akan berupaya untuk mencari terapi penyembuhannya. Langkah terapi penyembuhan yang bisa kita tempuh di antaranya, pertama, memohon kesembuhan kepada Allah. Kedua, mengenal Allah dengan benar. Ketiga, mesti mengenal hakikat manusia dan watak dirinya. Keempat, menyengajakan perilaku-perilaku tawadhu. Kelima, menutup pintu di depan nafsu. Keenam, penyembuhan melalui Al-Qur'an. Ketujuh, peran perhatian dan pendidikan. Dan langkah kedelapan adalah, kesamaran (syubhat) yang harus diperjelas.
Kini, tiba saatnya bagi kita untuk mau introspeksi diri, masih adakah ungkapan, "Untung Ada Saya" dalam diri kita ? Yang menggambarkan kesombongan diri sekaligus mengesampingkan anugerah Allah dan rahmat-Nya. Tiba saatnya pula, kita tunjukkan kepada Allah kesungguhan diri kita dalam usaha untuk membebaskan diri dari penyakit yang satu ini, yaitu penyakit ujub - penyakit kagum pada diri sendiri. Semoga kita senantiasa memperoleh pertolongan-Nya. Amin!
Wallahu a'lam bish-shawaab
.
Lainnya..
Tentang IlmuRisalah Wanita (Eps 8)Ilmu adalah informasi yang masuk dalam pikiran kita, lalu informasi tersebut dikirimkan ke hati kita. Keimanan sebagaimana yang telah di bahas, bersemayan dalam hati, dan salah satu ... Selengkapnya |
Kiat mencetak anak yang sholehPada umumnya, setiap orang tua menginginkan anak yang sholeh, anak yang memiliki kepribadian yang baik. Secara singkat, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan anak yang sholeh ... Selengkapnya |
Wanita dalam Al QuranRisalah Wanita (Eps 4)Al Quran adalah bentuk kasih sayang Allah, yang bertjuan untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Bukan untuk membebani manusia, atau menyulitkan manusia. Para ulama sepakat, bahwa ... Selengkapnya |
Melupakan seseorang...Mencoba sharing sesuai dengan pertanyaan salah satu sahabat FB, tentang, “Bagaimana cara melupakan seseorang agar dirinya menjadi tenang”.Ada dua hal yang ingin saya garis bawahi ;Yang pertama, sebagaimana ayat ;"(yaitu) ... Selengkapnya |
Lembaran kertas putihRisalah Wanita (EPS 27)Tips dalam mendidik anakSeorang anak yang baru lahir itu ibarat sebuah kertas kosong, tinggal peran orang tua dan lingkungannya yang berpengaruh terhadap anak ters... Selengkapnya |
Al Quran dan WanitaRisalah Wanita (Eps 1) :Ada mitos yang beredar di kalangan masyarakat dahulu yang sangat erat kaitannya dengan diturunkannya Nabi Adam Dan Siti Hawa untuk menjadi khalifah di bumi. Sebagaimana yang ... Selengkapnya |
Hidup Adalah UjianSekelompok Malaikat ditugaskan mengangkat Arsy, ternyata mereka tak mampu melakukannya, sampai Allah mengajarkan kalimat : ALLOHU AKBAR..!!! Dan langit pun terangkat oleh para Malaikat…!!! Maka serulah ALLOHU AKBAR, agar kita ... Selengkapnya |
Berlatih Ikhlash...Mencoba sharing sesuai dengan pertanyaan salah satu sahabat di di FB, “Apakah ada do'a untuk tidak berpikiran negatif kepada orang yang telah di bantu....dan agar hati tidak gusar.....?”. Alhamdulillah, semoga ... Selengkapnya |
Produktivitas dalam islamRisalah Wanita (Eps 16) Zakat, termasuk dalam rukun islam yang juga merupakan dari wujud keimanan seseorang. Dalam konteks rukun islam, Zakat sangat berkaitan dengan syahadat, shalat dan puasa yang ... Selengkapnya |
Ilmu dan ImanRisalah Wanita (EPS 7)Tentunya, kita pernah mendengar, bagaimana perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan hak wanita..Salah satu perjuangan yang Beliau anggap penting adalah mendirikan sekolah bagi kaum wanita.Karena pada waktu itu, ... Selengkapnya |
Hak Cipta adalah Milik Allah..“Manusia tidaklah menciptakan sebagaimana sifat Allah yang menciptakan segala sesuatu, dari tidak ada menjadi ada” Pada hakikatnya, manusia tidaklah menciptakan sebagaimana sifat Allah yang menciptakan segala sesuatu, dari tidak ada menjadi ... Selengkapnya |
Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanitaRisalah Wanita (EPS 28) “Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan peng... Selengkapnya |
K r i s i s K e t e l a d a nK r i s i s K e t e l a d a n Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Disadari atau tidak, dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara ... Selengkapnya |
Indahnya Ukhuwwah IslamiyyahIndahnya Ukhuwwah Islamiyyah Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA “Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka turutilah ia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), maka kalian bercerai-berai dari jalan-Nya. Demikianlah ... Selengkapnya |
Antara Jiwa dan JasadKejadian ketika Allah mengambil kesaksian dan sumpah dari setiap jiwa memberikan informasi kepada kita, bahwa pada hakikatnya, manusia adalah makhluk spiritual. Kemudian, setelah kesaksian setiap jiwa di alam ruh / ... Selengkapnya |
Wanita dlm pandangan duniaRisalah Wanita (Eps 5) “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri ... Selengkapnya |
Lelaki Pilihan AllahRisalah Wanita (EPS 24) Banyak sekali ayat-ayat Allah dan hadits Rasulullah yang mengajarkan kepada kaum wanita, agar mereka mendapatkan laki-laki yang Allah pilihkan untuk menjadi suam... Selengkapnya |
Syarat Mencapai Kesuksesan HakikiEmpowering Spiritual Power Kesuksesan dalam pandangan manusia adalah keberhasilan dari sebuah upaya yang telah di tempuh…atau hasil yang sesuai dengan harapan yang di dapatkan dengan upaya dan pengorbanan. Dalam konteks kesuksesan ... Selengkapnya |
Indahnya Rumah Laba-LabaIndahnya Rumah Laba-Laba Oleh : Tardjono Abu M. Muas Dalam kehidupan keseharian kita, tentu kita pernah melihat dan atau mengenal salah satu makhluk Allah dari sekian banyak makhluk ciptaan-Nya yang ... Selengkapnya |
Tentang PernikahanRisalah Wanita (EPS 23) Dalam surat al a'roof ayat 16 di abadikan satu kejadian ; Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya... Selengkapnya |
Menjadi tuaSaya tertarik membaca satu artikel, dari seseorang yang menamakan dirinya Om Widy. Dia, berbicara mengenai ‘ketuaannya’… Saya hanya tertarik, karena saya memang sedang ingin mengetahui… apa yang dirasakan seseorang, di ... Selengkapnya |
Surat Dari Sang KekasihRisalah Wanita (Eps 13) Dalam pertemuan yang lalu, kita telah membahas sedikit tentang shalat yang merupakan wujud dari syahadat, tentunya… bahasan mengenai shalat ini merupakan ... Selengkapnya |
Kisah Siti HajarRisalah Wanita (EPS 19) Pada saat Nabi Ibrahim membawa Hajar dan puteranya menuju mekkah, Hajar dalam keadaan menyusui Ismail. Hingga Ibrahim menempatkan keduanya di sebuah ruma... Selengkapnya |
Pentingnya ProsesEmpowering Spiritual Power Dalam ayat : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan ... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi
|
||
- + 9 |
||
Video dari kami
| Timbangan Lihat selengkapnya |
Amal Manusia Lihat selengkapnya |
Ucapan dan tindakan Lihat selengkapnya |
| Perjalanan Manusia Lihat selengkapnya |
Kemah di padang pasir |
Raja dan Ulama Lihat selengkapnya |









