Komentar
Suka Situs Ini...?
www.radiorisalah.com






![]() | Hari ini : | 411 |
![]() | Kemarin : | 456 |
![]() | Minggu ini : | 2223 |
![]() | Minggu Lalu : | 2338 |
![]() | Bulan ini : | 9900 |
![]() | Bulan Lalu | 16945 |
![]() | Semua : | 233799 |
IP Anda : 38.107.179.236
,
Today: Feb 22, 2012
Artikel dibaca
Pengunjung dari..
German
- Über den Glauben
- Ist die Religion eine exakte Wissenschaft wie Mathematik ...?
- Produktivität im Islam
- Das Geheimnis und das Rezept der Schönheit von Audrey Hepburn
- Ist es erlaubt in verschiedenen Religionen zuheiraten…?
- ber die Interpretierung (Tafsir)
- Ratschläge für Frauen von Rasulullah SAW
- Herz, Absicht (Niat )& Standfestigkeit (istiqomah)
- Die Frau, die eine Scheidung fordert...?
- Führer im Islam
Bahaya Kemunkaran Ilmu
Bahaya Kemunkaran Ilmu
Oleh : Tardjono Abu Muas
"Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya, amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu" (Al Maa-idah, 5: 78-79)
Ayat di atas merupakan salah satu di antara sekian banyak peringatan dari Allah SWT kepada kita akan adanya laknat Allah bila kaum muslimin tidak ada upaya sedikit pun menegakkan yang ma'ruf dan mencegah kemunkaran, seperti yang dialami kaum Bani Israil. Pada saat itu, sebagian kaum Bani Israil yang beriman bersifat masa bodoh, mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang terjadi di sekelilingnya.
Mereka masing-masing berpendirian bahwa yang penting diri dan keluarga mereka sendiri tidak terlibat kemunkaran. Padahal, pendirian semacam ini sangatlah keliru. Disadari atau tidak, bila kita tidak ada upaya sedikit pun mencegah orang lain berbuat munkar maka ketidakpedulian kita itu, apakah bukan termasuk dosa atas kelalaian kita? Karena Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan kita untuk menegakkan yang ma'ruf dan mencegah kemunkaran. Allah SWT berfirman: "Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah" (Ali Imran, 3:110). Dan Sabda Nabi Saw : "Barangsiapa di antara kamu yang melihat suatu kemunkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya, jika ia tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya; dan jika tidak mampu (ubahlah) dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemah iman" (HR. Muslim dan Ashabus Sunan).
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi Saw memaparkan sebuah tamsil dari kehidupan bermasyarakat yang ditamsilkan dengan sekelompok penumpang kapal. Para penumpang masing-masing duduk sesuai dengan tiket yang telah mereka pesan sebelumnya, ada yang duduk di bagian atas dan ada yang di bagian bawah. Karena enggan naik ke atas untuk mengambil air, maka penumpang yang ada di bagian bawah melubangi saja bagian bawah tempat duduknya untuk mengambil air. Jika para penumpang lainnya mendiamkan saja tindakan si penumpang yang ada di bagian bawah ini, maka akan binasalah seluruh penumpang kapal itu. Demikianlah gambaran Nabi Saw. tentang akibat sikap masa bodoh terhadap kemunkaran yang terjadi.
Disadari atau tidak, bahwa saat ini berbagai macam bentuk kemunkaran secara kasat mata telah melanda kehidupan kita. Melalui media elektronik (televisi), sebagian kemunkaran itu telah dapat masuk rumah-rumah kaum Muslimin tanpa ketuk pintu atau permisi terlebih dahulu. Melalui media cetak pula, baik berupa koran, majalah maupun tabloid-tabloid sebagian kemunkaran terpampang di dalamnya. Belum lagi, kemunkaran dalam bentuk perjudian, pornoaksi, pornagrafi, perzinahan, peredaran minuman keras, narkoba dan lain sebagainya secara kasat mata pula telah merambah kehidupan kita.
Dalam bukunya berjudul, "Hegemoni Kristen-Barat", Adian Husaini memberikan paparan tentang kemunkaran terbesar dalam padangan Islam adalah kemunkaran di bidang aqidah Islamiyah. Penyebaran paham syirik atau paham-paham yang menghancurkan aqidah Islam adalah termasuk kemunkaran di bidang aqidah Islamiyah. Oleh karena itu, kemunkaran yang mengubah dasar-dasar Islam adalah termasuk kemunkaran yang terbesar.
Inilah kemunkaran yang berawal dari kerusakan ilmu-ilmu Islam yang menyangkut asas-asas pokok dalam Islam. Kemunkaran jenis ini jaub lebih berbahaya dari kemunkaran di bidang amal. Sebagai gambaran, dosa orang yang mengingkari kewajiban shalat lima waktu, lebih besar daripada dosa orang yang meninggalkan shalat karena malas, tetapi masih meyakini kewajiban shalat.
Buku-buku, tulisan-tulisan, atau ucapan-ucapan yang keliru yang disebarkan melalui media massa juga merupakan kemunkaran yang besar, lebih dari kemunkaran amal. Pornografi adalah munkar. Tetapi, pemikiran yang menyatakan, bahwa pornografi adalah tindakan mulia, merupakan kemunkaran yang lebih besar. Seorang artis atau penyanyi erotis lainnya, memang bersalah dalam melakukan aksi-aksi yang tidak sopan dan mengumbar aurat di depan khalayak umum. Semua ulama paham akan hal itu. Tetapi, orang-orang yang sudah terlanjur diposisikan sebagai "Tokoh Islam" atau "Kiai" atau "Cendekiawan Muslim" lantas memberikan legimitasi terhadap hal-hal semacam itu, jelas melakukan kemunkaran yang lebih besar daripada pelakunya.
Kini, bukan rahasia lagi, tidak sedikit kaum Muslimin yang mengabaikan ajaran-ajaran Al Qur'an. Tetapi, selama ini mereka tetap yakin bahwa Al Qur'an adalah Kitab suci. Al Qur'an adalah firman Allah SWT. Tindakan mengabaikan ajaran Al Qur'an adalah munkar. Tetapi, penerbitan buku-buku atau artikel-artikel yang meragukan kesucian Al Qur'an adalah kemunkaran yang lebih besar. Kaum Muslimin marah besar ketika terpetik berita bahwa tentara Amerika di Tahanan Militer Guantanamo membuang Al Qur'an ke kloset. Tetapi, respon kaum Muslimin pada umumnya dingin-dingin saja, ketika banyak cendekiawan yang beramai-ramai menghujat Al Qur'an. Demikian pula, kaum Muslimin marah besar ketika melihat karikatur Nabi Muhammad Saw termuat dalam sebuah surat kabar yang terbit di Denmark. Tetapi, reaksi kaum muslimin biasa-biasa saja, ketika sekelompok kecil orang-orang yang konon dianggap sebagai cendekiawan yang bergabung dalam Jaringan Islam Liberal (JIL) menghina Allah, Nabi Muhammad Saw dan ummat Islam.
Semua ini terjadi, mungkin karena tidak paham atau kurang peduli dengan masalah-masalah pemikiran dan keilmuan, karena hal itu memerlukan energi pemikiran yang tinggi. Padahal, kemunkaran ilmu merupakan kemunkaran yang terbesar dalam perspektif Islam. Sebab, jika ilmu salah, maka akan muncul ulama yang salah. Jika ulama salah, maka umara (penguasa) dan umat pun akan salah. Kemunkaran ilmu adalah sumber kesalahan asasi dalam Islam. Ilmu yang salah akan dapat mengaburkan batas antara al-haq dan al-bathil.
Orang yang bathil tidak akan menemukan jalan untuk bertaubat, sebab dia merasa apa yang dilakukannya adalah tindakan yang baik. Dia tidak tahu lagi, mana yang benar dan mana yang salah. Yang benar dianggapnya salah, sedangkan yang bathil dianggapnya benar. Kehidupan kesehariannya penuh dengan kebathilan yang telah mendarahdaging yang terefleksi dalam ucap, sikap dan perilakunya. Kebathilan yang menjadi konsumsi hariannya dianggap bukan sebagai dosa, melainkan dianggap sebagai kenikmatan.
Akibat ketidaktahuan atau ketidakpedulian terhadap hakikat kemunkaran yang terjadi, pada gilirannya sangat dimungkinkan akan muncul reaksi-reaksi yang berbeda. Sebagian kalangan Muslim memandang bahwa masalah politik sebagai problema utama umat, sehingga berjuang sekuat tenaga untuk dapat mencapai tujuannnya. Sebagian lagi ada organisasi Islam yang sangat sibuk luar biasa menjelang pemilu, tetapi bungkam seribu bahasa ketika melihat berbagai kemunkaran besar bermunculan.
Disadari atau tidak, bahwa ucap, sikap dan perilaku adalah cerminan dari cara berpikir. Jika cara berpikir kita keliru, maka tindakan yang muncul juga akan keliru. Dalam menghadapi bahaya kemunkaran ilmu yang makin hari makin mengkhawatirkan ini, Adian Husaini, dalam tulisannya pada akhir bab I mengingatkan kita semua, bahwa kini tiba saatnya, tokoh-tokoh umat, organisasi Islam, lembaga pendidikan Islam, merumuskan kembali tantangan dan strategi dakwah pada "zaman baru" ini.
Zaman yang sangat berbeda dengan era sebelumnya. Zaman di mana orang-orang yang diamanahi menjaga Islam (ulama) justru banyak di antara mereka yang menyerang Islam. Zaman di mana dari lembaga-lembaga perguruan tinggi Islam, justru muncul orang-orang yang bekerja untuk merobohkan Islam. Zaman di mana orang-orang yang belajar dan mengajar ushuluddin (dasar-dasar agama), banyak di antaranya yang justru mengajarkan ilmu-ilmu yang meragukan kebenaran Islam. Zaman di mana begitu banyak yang belajar syariah Islam tetapi justru antipati terhadap penerapan syariat Islam dalam kehidupan.
Tanpa pemahaman yang benar dan memadai tentang "hakikat al-munkar" dewasa ini, maka akan sulit umat Islam menerapkan konsep keadilan dalam menjalankan amar ma'ruf nahi munkar. Memang, kemunkaran ilmu membutuhkan pemahaman yang agak rumit, sehingga cara penanganannya pun tidak mudah dan serampangan. Prioritas pertama adalah, melakukan pelatihan dan pendidikan yang serius mencetak ulama-ulama, cendekiawan Muslim yang unggul dalam pemikiran, yang berakhlak mulia sesuai tuntunan-Nya dan memiliki semangat dakwah yang tinggi. Kedua, membangun institusi pendidikan tinggi dalam bidang studi Islam yang canggih dan serius, dilengkapi dengan sarana perpustakaan yang lengkap dan berkualitas internasional.
Dari pusat studi Islam yang benar dan berkualitas itulah, diharapkan akan muncul para cendekiawan dan ulama yang berkualitas tinggi, yang mampu menjalankan amanah Rasulullah Saw sebagai pewaris para nabi yang mampu menghadapi serangan dari para ulama yang 'su' (jahat) yang kerjanya merusak dan menghancurkan ilmu-ilmu dan konsepsi dasar Islam.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Diintisarikan dari buku, "Hegemoni Kristen-Barat dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi" ditulis oleh Adian Husaini.
Lainnya..
Wanita dlm pandangan duniaRisalah Wanita (Eps 5) “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri ... Selengkapnya |
Tentang PuasaRisalah Wanita (Eps 14) Jika saja ada…, Sebuah Mall terkenal yang menjual berbagai macam produk dari mulai rumah tangga, pakaian, alat kecantikan, makanan dan minuman, memberikan ... Selengkapnya |
Pemimpin dalam Islam"Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya ... Selengkapnya |
Tentang IslamIslam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi tanpa paksaan. Sedangkan islam secara makna, maka ... Selengkapnya |
Tentang PernikahanRisalah Wanita (EPS 23) Dalam surat al a'roof ayat 16 di abadikan satu kejadian ; Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya... Selengkapnya |
Bahaya Kemunkaran IlmuBahaya Kemunkaran Ilmu Oleh : Tardjono Abu Muas "Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. ... Selengkapnya |
Mengingat Kehidupan AkhiratMengingat Kehidupan Akhirat Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA “Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih” (Al Israa’, 17:10) Untuk mengingat kehidupan ... Selengkapnya |
Krisis kepercayaanDisorientasi manusia dalam kehidupannya dapat menimbulkan sebuah dampak yang sangat berarti, yaitu krisis ... Selengkapnya |
Penyebab keraguan dalam imanKomitmen merupakan kunci yang penting dalam membukan kesuksesan hakiki. Sebagaimana uraian yang lalu, salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan komitmen seseorang adalah keimanan seseorang kepada Allah dan hari ... Selengkapnya |
Tentang Do'a (Bag 2)Apakah do'a orang kafir di kabulkan...? "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai ... Selengkapnya |
Invasi Pemikiran(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya" ... Selengkapnya |
KomitmenEmpowering Spiritual Power: Komitmen Dalam uraian yang lalu, kita telah sedikit membahas tentang masa yang mengantarkan perjalanan manusia melalui surat Al Ashr. Surat dalam ayat ini diakhiri dengan mereka yang mendapatkan ... Selengkapnya |
Tentang MusibahMensikapi bencana yang terjadi di Indonesia, melalui sudut pandang Al Quran Kata musibah dalam Al Quran berarti, sesuatu yang menimpa manusia, baik berupa hal yang positif maupun yang negatif. Tetapi, ... Selengkapnya |
Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanitaRisalah Wanita (EPS 28) “Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan peng... Selengkapnya |
Melupakan seseorang...Mencoba sharing sesuai dengan pertanyaan salah satu sahabat FB, tentang, “Bagaimana cara melupakan seseorang agar dirinya menjadi tenang”.Ada dua hal yang ingin saya garis bawahi ;Yang pertama, sebagaimana ayat ;"(yaitu) ... Selengkapnya |
Indahnya Ukhuwwah IslamiyyahIndahnya Ukhuwwah Islamiyyah Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA “Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka turutilah ia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), maka kalian bercerai-berai dari jalan-Nya. Demikianlah ... Selengkapnya |
Hati, Niat & Istiqomah..Tulisan ini adalah jawaban untuk share dengan salah satu sahabat yang mengajukan pertanyaan di forum majelis ta’lim Al Ashr di facebook.. Dalam pertanyaan ini setidaknya ada beberapa hal yang ... Selengkapnya |
Wanita dalam Al QuranRisalah Wanita (Eps 4)Al Quran adalah bentuk kasih sayang Allah, yang bertjuan untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Bukan untuk membebani manusia, atau menyulitkan manusia. Para ulama sepakat, bahwa ... Selengkapnya |
Menyembunyikan KebenaranMenyembunyikan Kebenaran Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA “Innal ladziina yaktumuuna maa anzalallaahu minal kitaabi wa yasytaruuna bihii tsamanan qaliilan ulaa-ika maa ya’kuluuna fii buthuunihim illaan naara wa laa yukallimuhumullaahu yaumal ... Selengkapnya |
Menjadi tuaSaya tertarik membaca satu artikel, dari seseorang yang menamakan dirinya Om Widy. Dia, berbicara mengenai ‘ketuaannya’… Saya hanya tertarik, karena saya memang sedang ingin mengetahui… apa yang dirasakan seseorang, di ... Selengkapnya |
K r i s i s K e t e l a d a nK r i s i s K e t e l a d a n Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA Disadari atau tidak, dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara ... Selengkapnya |
Surat Dari Sang KekasihRisalah Wanita (Eps 13) Dalam pertemuan yang lalu, kita telah membahas sedikit tentang shalat yang merupakan wujud dari syahadat, tentunya… bahasan mengenai shalat ini merupakan ... Selengkapnya |
Wanita pilihan AllahRisalah Wanita (EPS 25) Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat... Selengkapnya |
Empowering Spiritual Power TrainingAlhamdulillah, selama bulan Ramadhan 1431 H Pelatihan singkat Empowering Spiritual Power telah di gelar beberapa tempat Bandung..... Sebelum bulan ramadhan, Forum Majelis Ta'lim Sebandung Raya menggelar acara Tarhib Ramadhan yang di ha... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi
|
||
- + 9 |
||
Video dari kami
| Timbangan Lihat selengkapnya |
Amal Manusia Lihat selengkapnya |
Ucapan dan tindakan Lihat selengkapnya |
| Perjalanan Manusia Lihat selengkapnya |
Kemah di padang pasir |
Raja dan Ulama Lihat selengkapnya |









