





![]() | Hari ini : | 95 |
![]() | Kemarin : | 168 |
![]() | Minggu ini : | 95 |
![]() | Minggu Lalu : | 1385 |
![]() | Bulan ini : | 913 |
![]() | Bulan Lalu | 6089 |
![]() | Semua : | 48164 |
IP Anda : 38.107.191.110
,
Today: Sep 05, 2010
- Pemimpin dalam Islam
- Kisah Siti Khadijah
- Istri menggugat cerai...?
- Hati, Niat & Istiqomah..
- Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanita
- Bolehkah menikah beda agama...?
- Tentang Do'a (Bag 2)
- Tentang Tafsir
- Wanita pilihan Allah
- Kisah Siti Hajar
- Kiat mencetak anak yang sholeh
- Tentang Do'a
- Tentang Cinta
- Lelaki Pilihan Allah
- Taubat dan cobaan ..
- Wujud Ikhlas dalam Shalat
- Syarat Mencapai Kesuksesan Hakiki
- Kesuksesan
- Hak Cipta adalah Milik Allah..
- Dia begitu Muda… Dia berani Berbicara…
- Yes, I am… wanna to be happy, always…!
- Menjadi tua
- Hidup Adalah Ujian
- Tentang Musibah
- Kenangan terindah..
- Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanita
- Lembaran kertas putih
- Belajar dari Alam
- Wanita pilihan Allah
- Lelaki Pilihan Allah
Video Clip -Perjalanan Manusia
Dia begitu Muda… Dia berani Berbicara…
Sebut saja namanya Wandy. Dia masih begitu muda, usianya mungkin belum menginjak 30 tahun. Tapi tulisan, membuat saya termenung sejenak. Saya tidak tahu apakah dia mengadopsi dari beberapa sumber… atau tulisan ini memang murni karena pemikirannya. Saya hanya bertanya-tanya, apa yang ada di benaknya ketika menulis ini… Mungkin lebih baik, tulisannya kita baca dahulu…
Selalu saja ada celah dalam hukum (fiqh) yang menjadi ruang bagi ‘kreativitas’ dan akal bulus kaum pencinta kemudahan. Bukan karena Sang Pencipta hukum itu lemah atau lalai, sehingga menyisakan celah-celah kecil tempat bersemainya bibit kemunafikan itu, namun inilah mihnah, ujian keimanan. Dari milestone inilah kemudian manusia terbagi menjadi tiga golongan;
- 1. penganiaya diri sendiri (dzhalimun linafsihi),
- 2. kelompok antara (muqtashid),
- 3. para penghulu kebaikan (sabiqun bil khairaat).
Kelompok pertama adalah para pemuja hawa nafsu. Hatinya tak setitik jua mengandung noktah ketaatan, logikanya adalah logika pembangkangan, strateginya adalah keculasan. Maka aturan langit pun menjadi sesuatu yang dianggap profan sehingga dengan mudahnya diputarbalikkan. Lihatlah para budak syahwat ini berdalil dengan fasihnya bahwa menutup aurat adalah setakat budaya, bahwa tak mengapa berzina asal menggunakan kondom hingga tak bersentuhan kulit khatan, atau soal halalnya alkohol di suasana chilly. Mereka juga yang berargumen betapa mengharamkan rokok adalah gerbang kehancuran ekonomi bangsa. Lupakah mereka bahwa kerugian bangsa ini oleh erosi kesehatan yang diakibatkan benda haram sembilan senti itu bisa berpuluh kali lipat nominalnya? Orang-orang ini, entah dari persilangan genetik yang mana, telah mewarisi darah Yahudi yang dahulu mencoba mengakali Allah tentang larangan hari Sabat, dengan memasang jaring keramba di hari Jum’at. Inilah kelompok penganiaya diri, menukarkan kesenangan sesaat dengan siksaan yang abadi.
Kelompok kedua adalah generasi serba tanggung, shalih tidak, thalih juga tidak. Sesekali mereka berbuat dosa dan menabrak aturan, sesaat kemudian tertegun, lalu menangis menyesali perbuatannya. Inilah tipologi kaum lemah iman, yang memadu pahala dan dosa dalam satu rongga dada. Seusai shalat shubuh mereka menonton tayangan ghibah, mereka berjilbab tapi ikhtilath, berjanggut namun genit, lantang bertakbir namun fasih pula berlama-lama dalam interaksi tak penting dengan lawan jenis yang ajnabi.Sungguh tersiksa batin yang hidup dalam kondisi demikian. Jiwa yang terus menerus dalam penyesalan (nafsu allawwaamah), terjebak antara perasaan hina dan keinginan menjadi mulia. Pribadi-pribadi seperti ini senantiasa terkungkung dan terpenjara dalam dimensi dirinya sendiri. Tak usahlah diajak berpikir dan bercita-cita besar, toh mereka masih belum selesai berurusan dengan aneka persoalan remeh-temeh; virus merah jambu, jiwa pedantic (hubbu azhzhuhur) yang selalu ingin menonjolkan diri, dan berbagai perangai lainnya yang merefleksikan kekanak-kanakan jiwa.
Kelompok terakhir adalah mereka yang selalu berlomba dalam kebaikan. Mereka tak lagi berfikir sebatas halal-haram. Bagi kaum ini, segala sesuatu dinilai dengan kelembutan hati dan kepekaan iman. Mereka terbang dalam ketinggian akhlaq, jauh melewati batas-batas hukum, beyond fiqh. Yang haram pastilah mereka benci, perkara syubhat dijauhi, bahkan terhadap yang halal pun mereka berzuhud. Suatu ketika Umar ibn Khatthab ra membagi-bagikan ghanimah atas kemenangan melawan Persia. Umar tertarik pada sebuah karpet yang sungguh indah. Betapa wajar dan sederhananya potret keinginan itu; seorang khalifah agung berkehendak untuk memiliki sepotong permadani. Tak satu pun sahabat yang tidak setuju, selain bahwa bagian dari ghanimah juga merupakan hak beliau, Umar juga dipandang sebagai zahid yang terlalu keras terhadap dirinya sendiri. Namun seketika Al-Faruq tersentak. Pria yang ditakuti para setan ini merasa malu untuk memiliki ketertarikan semu pada dunia. Ia memang bukan al-ma’shum layaknya Rasulullah SAW, tapi tarbiyah Sang Nabi telah melekat erat di sanubarinya. Lalu ia memotong karpet itu menjadi bagian-bagian kecil dan membagi-baginya kepada para sahabat (Husain Haykal, Umar al-Faruq). Permadani Persia itu sudah tak utuh lagi, begitu juga keinginan Umar untuk memilikinya juga telah teratasi. Kini Umar tak lagi merasa malu pada Allah, pada Rasul dan pada dirinya sendiri. Ya, bagi jiwa pendamba surga, rasa malu memang menjadi hiasan diri. Sebab sabda Sang Nabi SAW; “Sesungguhnya di antara yang didapat manusia dari kalimat pertama kenabian adalah: jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu” (HR Bukhari, lihat dalam Ibn Daqieqil ‘Ied, Syarhul Arba’iina Hadiitsan An-Nawawiyah).
Bagaimana…?
Tiga golongan itu saya yakini kebenarannya. Salah satu upaya, untuk dapat menghisab diri sebelum dihisab nanti. Dengan kejujuran hati untuk bisa mengakui, ada di golongan mana kita sekarang.
Tapi ada beberapa hal lain yang menggugah hati saya… Pertama, seusianya, saya belum mempunyai keinginan untuk menghisab diri dengan kedalaman seperti itu. Kedua, melalui tulisannya dia sanggup menyuarakan apa yang ada di benaknya dengan cukup berani. Ketiga, harapan saya… tulisan itu dilandasi motivasi untuk ‘fastabiqunal khairaat’… berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan untuk menjustifikasi secara personal. Keempat, semoga ketika ditanyakan kepada dirinya… di golongan manakah dia berada? Dia bisa menjawabannya…
Karena pada dasarnya, kita semua mempunyai fitrah untuk berbuat kebaikan, ingin memberikan yang terbaik, sebagai bentuk eksistensi kita di dunia ini, untuk kemudian kita serahkan penilaian terakhirnya di kekuasaan Sang Pencipta.
Tidak semua orang menyukai dakwah dengan argumentasi yang cukup keras. Tapi hampir semua orang menyukai dakwah yang menenangkan, dengan bahasa kelembutan… Tanpa ada kesan merasa paling suci, tapi mengajak… untuk bersama-sama… menggapai cinta Illahi, dalam balutan keindahan bahasa…
is stripped because this article does not pass the security settings. -->
Lainnya..
Tentang ImanRisalah Wanita (Eps 6)Sering kali kita mendengar kata-kata iman. Dalam bahasa arab, semua kata yang terdiri dari alif, mim, dan nun, mengandung makna pembenaran, percaya, dan ketenangan hati. Orang beriman, ... Selengkapnya |
Dia begitu Muda… Dia berani Berbicara…Sebut saja namanya Wandy. Dia masih begitu muda, usianya mungkin belum menginjak 30 tahun. Tapi tulisan, membuat saya termenung sejenak. Saya tidak tahu apakah dia mengadopsi dari beberapa sumber… atau ... Selengkapnya |
Bolehkah menikah beda agama...?Jika kita perhatikan, 'hidup bersama' atau 'kumpul kebo' pada prakteknya 'hampir tidak ada bedanya' dengan pasangan suami-istri yang sudah menikah. Hubungan secara manusia dalam konteks 'hidup bersama tanpa sebuah pernikahan' ... Selengkapnya |
Tentang CintaRisalah Wanita (EPS 22) Cinta yang bersemayan dalam hati, merupakan hal yang banyak mengandung misteri… Pembahasannya tidaklah pernah berakhir…sampai tidak ada lagi manusia yang memi... Selengkapnya |
Menjadi tuaSaya tertarik membaca satu artikel, dari seseorang yang menamakan dirinya Om Widy. Dia, berbicara mengenai ‘ketuaannya’… Saya hanya tertarik, karena saya memang sedang ingin mengetahui… apa yang dirasakan seseorang, di ... Selengkapnya |
Kisah Siti KhadijahRisalah Wanita (EPS 17) Khadijah binti khuwailid, adalah nama yang sudah tidak asing lagi…. Beliau di juluki Ath-thohirah, yang berarti bersih dan suci. Beliau tumb... Selengkapnya |
Pemimpin dalam Islam"Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya ... Selengkapnya |
Akhlaq kepada lingkunganMelalui air Allah jadikan segala sesuatu yang hidup, banyak sekali fakta dari hasil penelitian ilmu pengetahuan modern menyatakan, bahwa hampir seluruh makhluk di bumi ini memerlukan air sebagai salah satu ... Selengkapnya |
Transformasi Pribadi MuslimBab 1. Pendahuluan18-Mar-09 Transformasi Pribadi Muslim “Allah berfirman: ... Selengkapnya |
Al Quran & WatercycleWater Cycle adalah salah satu fenomena alam berputarnya air dari bumi ke langit yang terjadi terus menerus. Secara sederhana, apabila kita bagi ke dalam beberapa tahapan maka kita bisa simpulkan ... Selengkapnya |
Ummat Rasulullah SAWSudahkah kita termasuk ummat Rasulullah Saw..?Dalam sebuah riwayat, ketika seorang hamba masuk ke dalam kuburnya lalu ia menjawab pertanyaan dengan benar, maka ia akan dilapangkan kuburnya dan dihindari dari adzab ... Selengkapnya |
Wujud SyahadatRisalah Wanita (Eps 11)Kisah Wanita Sholehah : Menantu 'Umar Bin Khatab Pada satu saat ketika ‘Umar Bin Khatab sedang mengadakan inspeksi di Madina, Beliau ... Selengkapnya |
Kenangan terindah..Indahnya sebuah kenangan membuat kita mencoba untuk mengulangi lagi apa yang pernah kita lakukan....tersenyum, bergembira, bersedih dan berabgai hal lainnya ketika mengingat apa yang pernah kita rasakan... Ber-empati kepada sesama, ... Selengkapnya |
Wujud Ikhlas dalam ShalatEmpowering Spiritual Power Ikhlas merupakan kata kunci untuk mencapai kesuksesan hakiki, kesuksesan yang abadi, dan kesuksesan dalam pandangan Allah. Hal ini sebagaimana ayat : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah ... Selengkapnya |
Haji, Jihadnya kaum wanitaRisalah Wanita (EPS 18) Setiap orang tentunya akan senang jika ia diperlakukan dengan perlakuan yang khusus, atau spesial. Biasanya, satu bentuk perlakuan khusus sangat berkaitan erat deng... Selengkapnya |
Istri menggugat cerai...?Tentunya, kita semua sudah tahu bahwa tujuan pernikahan itu adalah sebagai salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah. Keutamaan sebuah pernikahan sebagaimana yang disabdakan Rasulullah dapat menyelamatkan separuh dari agama ... Selengkapnya |
Politik, psikotik dan neuroticKURSI KANG ADENG Pilih mana? Kursi dewan atau rumah sakit jiwa. Ketika quick count direalease, maka terkuaklah dengan cepat perhitungan ... Selengkapnya |
Rahasia dan resep kecantikan Audrey HepbRisalah Wanita (EPS 21) Rahasia kecantikan Audrey Hepburn Seorang bintang film amerika terkenal Audrey Hepburn ketika diminta untuk menjelaskan resep kecantikan wanita, ia memberikan jawaban yang... Selengkapnya |
Hati, Niat & Istiqomah..Tulisan ini adalah jawaban untuk share dengan salah satu sahabat yang mengajukan pertanyaan di forum majelis ta’lim Al Ashr di facebook.. Dalam pertanyaan ini setidaknya ada beberapa hal yang ... Selengkapnya |
Tentang Do'aDo'a adalah hal yang sangat sering kita dengar, secara makna, do'a yang berasal dari da'a memiliki makna, mengharapkan kehadiran sesuatu atau mengharapkan kebaikan. Sedangkan secara umum, do'a berarti memohon, mengharap, ... Selengkapnya |
Melupakan seseorang...Mencoba sharing sesuai dengan pertanyaan salah satu sahabat FB, tentang, “Bagaimana cara melupakan seseorang agar dirinya menjadi tenang”.Ada dua hal yang ingin saya garis bawahi ;Yang pertama, sebagaimana ayat ;"(yaitu) ... Selengkapnya |
Wanita pilihan AllahRisalah Wanita (EPS 25) Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat... Selengkapnya |
Tentang IslamIslam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi tanpa paksaan. Sedangkan islam secara makna, maka ... Selengkapnya |
Ucapan dan tindakanPerkataan dan perbuatan adalah dua hal yang berbeda, dan keduanya merupakan juga hal yang penting untuk diperhatikan. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat : “Wahai orang-orang beriman, mengapa engkau mengatakan ... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi
|
||
- + 24 |
||








