Komentar
Suka Situs Ini...?
www.radiorisalah.com






![]() | Hari ini : | 517 |
![]() | Kemarin : | 567 |
![]() | Minggu ini : | 2050 |
![]() | Minggu Lalu : | 3932 |
![]() | Bulan ini : | 3774 |
![]() | Bulan Lalu | 16945 |
![]() | Semua : | 227673 |
IP Anda : 38.107.179.236
,
Today: Feb 07, 2012
Artikel dibaca
Pengunjung dari..
German
- Über den Glauben
- Ist die Religion eine exakte Wissenschaft wie Mathematik ...?
- Produktivität im Islam
- Das Geheimnis und das Rezept der Schönheit von Audrey Hepburn
- Ist es erlaubt in verschiedenen Religionen zuheiraten…?
- ber die Interpretierung (Tafsir)
- Ratschläge für Frauen von Rasulullah SAW
- Herz, Absicht (Niat )& Standfestigkeit (istiqomah)
- Die Frau, die eine Scheidung fordert...?
- Führer im Islam
Dia begitu Muda… Dia berani Berbicara…
Sebut saja namanya Wandy. Dia masih begitu muda, usianya mungkin belum menginjak 30 tahun. Tapi tulisan, membuat saya termenung sejenak. Saya tidak tahu apakah dia mengadopsi dari beberapa sumber… atau tulisan ini memang murni karena pemikirannya. Saya hanya bertanya-tanya, apa yang ada di benaknya ketika menulis ini… Mungkin lebih baik, tulisannya kita baca dahulu…
Selalu saja ada celah dalam hukum (fiqh) yang menjadi ruang bagi ‘kreativitas’ dan akal bulus kaum pencinta kemudahan. Bukan karena Sang Pencipta hukum itu lemah atau lalai, sehingga menyisakan celah-celah kecil tempat bersemainya bibit kemunafikan itu, namun inilah mihnah, ujian keimanan. Dari milestone inilah kemudian manusia terbagi menjadi tiga golongan;
- 1. penganiaya diri sendiri (dzhalimun linafsihi),
- 2. kelompok antara (muqtashid),
- 3. para penghulu kebaikan (sabiqun bil khairaat).
Kelompok pertama adalah para pemuja hawa nafsu. Hatinya tak setitik jua mengandung noktah ketaatan, logikanya adalah logika pembangkangan, strateginya adalah keculasan. Maka aturan langit pun menjadi sesuatu yang dianggap profan sehingga dengan mudahnya diputarbalikkan. Lihatlah para budak syahwat ini berdalil dengan fasihnya bahwa menutup aurat adalah setakat budaya, bahwa tak mengapa berzina asal menggunakan kondom hingga tak bersentuhan kulit khatan, atau soal halalnya alkohol di suasana chilly. Mereka juga yang berargumen betapa mengharamkan rokok adalah gerbang kehancuran ekonomi bangsa. Lupakah mereka bahwa kerugian bangsa ini oleh erosi kesehatan yang diakibatkan benda haram sembilan senti itu bisa berpuluh kali lipat nominalnya? Orang-orang ini, entah dari persilangan genetik yang mana, telah mewarisi darah Yahudi yang dahulu mencoba mengakali Allah tentang larangan hari Sabat, dengan memasang jaring keramba di hari Jum’at. Inilah kelompok penganiaya diri, menukarkan kesenangan sesaat dengan siksaan yang abadi.
Kelompok kedua adalah generasi serba tanggung, shalih tidak, thalih juga tidak. Sesekali mereka berbuat dosa dan menabrak aturan, sesaat kemudian tertegun, lalu menangis menyesali perbuatannya. Inilah tipologi kaum lemah iman, yang memadu pahala dan dosa dalam satu rongga dada. Seusai shalat shubuh mereka menonton tayangan ghibah, mereka berjilbab tapi ikhtilath, berjanggut namun genit, lantang bertakbir namun fasih pula berlama-lama dalam interaksi tak penting dengan lawan jenis yang ajnabi.Sungguh tersiksa batin yang hidup dalam kondisi demikian. Jiwa yang terus menerus dalam penyesalan (nafsu allawwaamah), terjebak antara perasaan hina dan keinginan menjadi mulia. Pribadi-pribadi seperti ini senantiasa terkungkung dan terpenjara dalam dimensi dirinya sendiri. Tak usahlah diajak berpikir dan bercita-cita besar, toh mereka masih belum selesai berurusan dengan aneka persoalan remeh-temeh; virus merah jambu, jiwa pedantic (hubbu azhzhuhur) yang selalu ingin menonjolkan diri, dan berbagai perangai lainnya yang merefleksikan kekanak-kanakan jiwa.
Kelompok terakhir adalah mereka yang selalu berlomba dalam kebaikan. Mereka tak lagi berfikir sebatas halal-haram. Bagi kaum ini, segala sesuatu dinilai dengan kelembutan hati dan kepekaan iman. Mereka terbang dalam ketinggian akhlaq, jauh melewati batas-batas hukum, beyond fiqh. Yang haram pastilah mereka benci, perkara syubhat dijauhi, bahkan terhadap yang halal pun mereka berzuhud. Suatu ketika Umar ibn Khatthab ra membagi-bagikan ghanimah atas kemenangan melawan Persia. Umar tertarik pada sebuah karpet yang sungguh indah. Betapa wajar dan sederhananya potret keinginan itu; seorang khalifah agung berkehendak untuk memiliki sepotong permadani. Tak satu pun sahabat yang tidak setuju, selain bahwa bagian dari ghanimah juga merupakan hak beliau, Umar juga dipandang sebagai zahid yang terlalu keras terhadap dirinya sendiri. Namun seketika Al-Faruq tersentak. Pria yang ditakuti para setan ini merasa malu untuk memiliki ketertarikan semu pada dunia. Ia memang bukan al-ma’shum layaknya Rasulullah SAW, tapi tarbiyah Sang Nabi telah melekat erat di sanubarinya. Lalu ia memotong karpet itu menjadi bagian-bagian kecil dan membagi-baginya kepada para sahabat (Husain Haykal, Umar al-Faruq). Permadani Persia itu sudah tak utuh lagi, begitu juga keinginan Umar untuk memilikinya juga telah teratasi. Kini Umar tak lagi merasa malu pada Allah, pada Rasul dan pada dirinya sendiri. Ya, bagi jiwa pendamba surga, rasa malu memang menjadi hiasan diri. Sebab sabda Sang Nabi SAW; “Sesungguhnya di antara yang didapat manusia dari kalimat pertama kenabian adalah: jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu” (HR Bukhari, lihat dalam Ibn Daqieqil ‘Ied, Syarhul Arba’iina Hadiitsan An-Nawawiyah).
Bagaimana…?
Tiga golongan itu saya yakini kebenarannya. Salah satu upaya, untuk dapat menghisab diri sebelum dihisab nanti. Dengan kejujuran hati untuk bisa mengakui, ada di golongan mana kita sekarang.
Tapi ada beberapa hal lain yang menggugah hati saya… Pertama, seusianya, saya belum mempunyai keinginan untuk menghisab diri dengan kedalaman seperti itu. Kedua, melalui tulisannya dia sanggup menyuarakan apa yang ada di benaknya dengan cukup berani. Ketiga, harapan saya… tulisan itu dilandasi motivasi untuk ‘fastabiqunal khairaat’… berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan untuk menjustifikasi secara personal. Keempat, semoga ketika ditanyakan kepada dirinya… di golongan manakah dia berada? Dia bisa menjawabannya…
Karena pada dasarnya, kita semua mempunyai fitrah untuk berbuat kebaikan, ingin memberikan yang terbaik, sebagai bentuk eksistensi kita di dunia ini, untuk kemudian kita serahkan penilaian terakhirnya di kekuasaan Sang Pencipta.
Tidak semua orang menyukai dakwah dengan argumentasi yang cukup keras. Tapi hampir semua orang menyukai dakwah yang menenangkan, dengan bahasa kelembutan… Tanpa ada kesan merasa paling suci, tapi mengajak… untuk bersama-sama… menggapai cinta Illahi, dalam balutan keindahan bahasa…
is stripped because this article does not pass the security settings. -->
Lainnya..
Krisis kepercayaanDisorientasi manusia dalam kehidupannya dapat menimbulkan sebuah dampak yang sangat berarti, yaitu krisis ... Selengkapnya |
Belajar dari AlamRisalah Wanita (EPS 26) (Mencetak anak yang sholeh) Allah memberikan alam raya ini selain untuk dinikmati, tetapi juga untuk di tafakuri, marilah kita mengambil satu pela... Selengkapnya |
Tentang PernikahanRisalah Wanita (EPS 23) Dalam surat al a'roof ayat 16 di abadikan satu kejadian ; Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya... Selengkapnya |
Spiritual for Business #1You Will get What You Give..! Para pengguna internet pasti tahu google atau yahoo.. Google dan yahoo adalah dua diantara portal pencari terbesar saat ini yang banyak memberikan manfaat dan ... Selengkapnya |
Menyembunyikan KebenaranMenyembunyikan Kebenaran Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA “Innal ladziina yaktumuuna maa anzalallaahu minal kitaabi wa yasytaruuna bihii tsamanan qaliilan ulaa-ika maa ya’kuluuna fii buthuunihim illaan naara wa laa yukallimuhumullaahu yaumal ... Selengkapnya |
Yes, I am… wanna to be happy, always…!“Kebahagiaan tidak dicapai dengan jerih payah; kebahagiaan diperoleh dengan mengurangi keinginan.” Perilaku kita akan memperlihatkan, bahwa kita bahagia. Jika dalam pandangan kita tidak ada bedanya, hidup dan mati, penjara dan i... Selengkapnya |
Tentang IslamIslam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi tanpa paksaan. Sedangkan islam secara makna, maka ... Selengkapnya |
Tentang PuasaRisalah Wanita (Eps 14) Jika saja ada…, Sebuah Mall terkenal yang menjual berbagai macam produk dari mulai rumah tangga, pakaian, alat kecantikan, makanan dan minuman, memberikan ... Selengkapnya |
Al Quran & WatercycleWater Cycle adalah salah satu fenomena alam berputarnya air dari bumi ke langit yang terjadi terus menerus. Secara sederhana, apabila kita bagi ke dalam beberapa tahapan maka kita bisa simpulkan ... Selengkapnya |
Meraih berkah dalam kehidupan keluargaSecara garis besar, setidaknya ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan jika kita ingin menggapai keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, hal itu adalah ... Selengkapnya |
Indahnya Ukhuwwah IslamiyyahIndahnya Ukhuwwah Islamiyyah Oleh: K.H. Athian Ali M. Da’i, MA “Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka turutilah ia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), maka kalian bercerai-berai dari jalan-Nya. Demikianlah ... Selengkapnya |
KomitmenEmpowering Spiritual Power: Komitmen Dalam uraian yang lalu, kita telah sedikit membahas tentang masa yang mengantarkan perjalanan manusia melalui surat Al Ashr. Surat dalam ayat ini diakhiri dengan mereka yang mendapatkan ... Selengkapnya |
Tentang SyahadatRisalah Wanita (Eps 10) Islam menurut bahasa, islam memiliki arti ; selamat, kedamaian, sentausa, sedangkan dalam istilah syar'i islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi ... Selengkapnya |
Wanita dalam Al QuranRisalah Wanita (Eps 4)Al Quran adalah bentuk kasih sayang Allah, yang bertjuan untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Bukan untuk membebani manusia, atau menyulitkan manusia. Para ulama sepakat, bahwa ... Selengkapnya |
Tentang SuratRisalah Wanita (Eps 2) Surat adalah salah satu bentuk komunikasi antar manusia yang lebih khusus untuk hubungan yang khusus dan memilik arti tersendiri bagi si penulis dan penerima. Seperti ... Selengkapnya |
Menjadi tuaSaya tertarik membaca satu artikel, dari seseorang yang menamakan dirinya Om Widy. Dia, berbicara mengenai ‘ketuaannya’… Saya hanya tertarik, karena saya memang sedang ingin mengetahui… apa yang dirasakan seseorang, di ... Selengkapnya |
Indahnya Rumah Laba-LabaIndahnya Rumah Laba-Laba Oleh : Tardjono Abu M. Muas Dalam kehidupan keseharian kita, tentu kita pernah melihat dan atau mengenal salah satu makhluk Allah dari sekian banyak makhluk ciptaan-Nya yang ... Selengkapnya |
Tentang CintaRisalah Wanita (EPS 22) Cinta yang bersemayan dalam hati, merupakan hal yang banyak mengandung misteri… Pembahasannya tidaklah pernah berakhir…sampai tidak ada lagi manusia yang memi... Selengkapnya |
Kenangan terindah..Indahnya sebuah kenangan membuat kita mencoba untuk mengulangi lagi apa yang pernah kita lakukan....tersenyum, bergembira, bersedih dan berabgai hal lainnya ketika mengingat apa yang pernah kita rasakan... Ber-empati kepada sesama, ... Selengkapnya |
Dekadensi Moral"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata ... Selengkapnya |
Pentingnya ProsesEmpowering Spiritual Power Dalam ayat : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan ... Selengkapnya |
Kiat mencetak anak yang sholehPada umumnya, setiap orang tua menginginkan anak yang sholeh, anak yang memiliki kepribadian yang baik. Secara singkat, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan anak yang sholeh ... Selengkapnya |
Bolehkah menikah beda agama...?Jika kita perhatikan, 'hidup bersama' atau 'kumpul kebo' pada prakteknya 'hampir tidak ada bedanya' dengan pasangan suami-istri yang sudah menikah. Hubungan secara manusia dalam konteks 'hidup bersama tanpa sebuah pernikahan' ... Selengkapnya |
Tentang Do'a (Bag 2)Apakah do'a orang kafir di kabulkan...? "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai ... Selengkapnya |
|
More in: Inspirasi
|
||
- + 9 |
||
Video dari kami
| Timbangan Lihat selengkapnya |
Amal Manusia Lihat selengkapnya |
Ucapan dan tindakan Lihat selengkapnya |
| Perjalanan Manusia Lihat selengkapnya |
Kemah di padang pasir |
Raja dan Ulama Lihat selengkapnya |









