|
Assalamu'alaikum wR, wB,
Dalam Al Qur'an kisah Maryam bisa kita temukan dalam berbagai surat, yang berkaitan dengan pertanyaan sahabat, mari kita cermati ayat ;
"Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk." Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah." Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. " (3 : 35-37)
Jika kita cermati ayat diatas, maka ayat tersebut memberikan pemahaman kepada kita bahwa ;
Ibunda Maryam bernazar, apabila lahir seorang anak maka mereka akan menjadikan anak tersebut untuk mengabdi di Baitullah, hal ini sebagaimana di kisahkan dalam riwayat, ketika Maryam telah lahir, maka ibunya membawanya ke Baitul Maqdis, lalu para pengurus Baitul Maqdis saling merasa bahwa mereka lah yang paling berhak untuk mengurus Maryam. Sampai akhirnya di putuskan untuk mengundi siapa yang akan mengurus Maryam. Dan yang Allah tetapkan melalui undian itu adalah Zakaria.
Tetapi yang perlu diperhatikan, sebagaimana dinyatakan melalui ayat diatas, bahwa Maryam tidak di nazarkan sebagai perawan suci yang tidak akan menikah, hal ini sebagaimana ayat ;
"..Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk."..
Artinya, Al Quran mengabadikan bahwa konsep selibat (Perawan Vesta) memang tidak di benarkan dalam Al Quran sedari dulu. Hal ini di tegaskan pula dalam ayat lain ;
"..Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. .." (QS :57 : 27)
Yang di maksud dengan Rahbaniyyah pada ayat diatas adalah tidak beristri atau tidak bersuami dan mengurung dalam biara.
Al Quran, adalah kitab suci yang lurus, tidak ada kebengkokan di dalamnya, melalui ayat ini, Maryam melalui do'a orang tua-nya diharapkan dapat melahirkan keturunan yang sholeh. Dan pada akhirnya, Maryam pun menjadi Ibu dari Isya', seorang Nabi yang membawa kitab injil dengan cara yang Allah kehendaki sebagaimana kisahnya secara singkat pada artikel diatas.
Mudah-mudahan penjelasan singkat ini dapat memberikan jawaban pada pertanyaan sahabat.
Segala kebaikan datangnya dari Allah.
Wallahu'alam
Salam,
dRisalah
|